Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Tetap Tegar Meski Tak Lagi Mendengar

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 April 2016 10:26 10:26 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 April 2016 10:26
Bagikan
Ismail Kalosi
Bagikan

HARI itu rutinitas di Masjid Ummul Qurro Depok, berjalan seperti biasanya. Jamaah Subuh berjalan lancer disertai sedikit hawa dingin yang menusuk badan bertepatan masuk musim penghujan.

Usai shalat Subuh, jamaah melanjutkan kegiatan dzikir pagi dan mendengarkan kultum pagi.

Namun suasa suasana sedikit berubah. “Kebekuan” suasana seketika terpecah. Seorang pria dari arah belakang, menerobos kerumunan jama’ah dengan cepat dan langsung memeluk seseorang di barisan depan. Seolah sedang rindu saudara cukup lama, ia memeluk erat pria yang berada di barisan depan.

Tanpa ba bi bu, berbicara dengan dana agak berteriak menanyakan bagaimana mengurus surat-surat untuk keperluan umrah. Tak urung, seisi masjid mendengar dengan jelas apa yang sedang dibicarakan.

Pria yang dimaksud adalah Ustad Ismail Kalosi, dai yang kini tugas di Enrekang Sulawesi Selatan. Bukan tanpa alasan mengapa suara Ismail Kalosi sangat keras seolah memecahkan keheningan jamaah Subuh yang sibuk berdzikir. Semua itu karena pendengaran pria berusia 55 tahun itu sudah mulai tidak berfungsi, lantaran serangan Malaria saat masih bertugas dakwah di Bumi Cenderawasih.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Sebenarnya, ketika masih gejala, dokter yang menanganinya saat ia baru pindah tugas dari Manokwari ke Enrekang sudah memberikan saran agar tidak keluar malam dan tidak berpikir berat.

Selalu Riang

Sekalipun pendengarannya mulai tidak berfungsi, suami Darminah buka pria pemurung. Sebaliknya ia dikenal sangatlah riang dan nampak seperti orang yang tidak memiliki beban hidup.

Saat ditemui di Masjid Ummul Qurro selepas melaksanakan shalat Dhuha, matanya tajam menatap dan tangannya memegang tangan penulis disertai senyum khasnya.

Tapi begitulah gaya Ismail Kalosi. Yang jelas dai yang sudah sejak 1987 malang melintang di Bumi Papua ini sering sekali tersenyum dan tertawa. Kisah-kisah yang dituturkan –terkait pengalaman pribadinya dalam berdakwah bersama-sama rekan dai di pedalaman– selalu banyak menghibur orang.

“Memang tugas kita ada dua, sebagai hamba Allah dan sebagai khalifah. Keduanya tidak bisa dipisah. Nah, di situlah ujiannya, ada kesulitan ada tantangan, harus dihadapi. Inilah dakwah,” ucapnya.

Ia menceritakan, bagaimana di banyak buku Shirah disebutkan, Rasulullah dalam Perang Uhud bahkan patah giginya dan mengalami luka di pipi kanannya.

Karena itu, siapapun yang memilih jalan dakwah, katanya, harus siap menghadapi tantangan perjuangan.

Sebagaimana diketahui, Ustadz Ismail Kalosi mendapat kehormatan   BMH berangkat umroh bersama Ustad Ahmad Al-Jufri (dai yang bertugas di Merauke Papua) dan Ustadz Damanhuri (dai yang bertugas di Palembang). Selamat beribadah, semoga Allah memberikan karunia-Nya dan keteguhannya berdakwah.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sedikitnya Seratus Orang Tewas Akibat Kembang Api di Kuil Hindu di Kerala
Tulisan selanjutnya LPI ArRohmah Tahfidz Miliki Masjid Permanen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?