Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Bayi Pertama Hasil ‘Robot Sperma’ telah Lahir

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 April 2023 14:19 2:19 pm
Ahmad
Dipublikasikan 28 April 2023 14:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Startup Spanyol telah berhasil menggunakan robot penyuntik sperma untuk membuahi sel telur manusia, berhasil melahirkan dua bayi yang sehat.

Robot ini menggunakan pengontrol Sony PlayStation 5 untuk menyuntikan sperma agar bisa membuahi sel telur. Robot penyuntik sperma ini diuji coba pada sebuah klinik Pusat Kesuburan Harapan Baru (New Hope Fertility Center).

Hasil dari uji coba itu, para peneliti mampu menghasilkan embrio yang sehat dan terlahir dua bayi perempuan, yang mereka klaim sebagai orang pertama yang lahir dari pembuahan oleh “robot”. “Saya tenang melakukan ini. Tepat pada saat itu, saya berpikir, Ini hanya satu eksperimen,” kata Eduard Alba, mahasiswa insinyur mesin yang mengomandoi alat suntik sperma dikutip dari laman technologyreview, Rabu (26/4/2023).

Penelitian ini melibatkan penggunaan jarum dan kamera yang dikendalikan dari jarak jauh untuk memasukkan sperma ke dalam sel telur di cawan petri.

Baca Juga

Studi: Kopi Dikaitkan dengan Penurunan Risiko Kanker dan Sirosis Hati
Temuan BRIN, Bahaya Vape: 100% Berdampak Diabetes, 92% pada Paru-Paru
Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

Menurut kepala ahli genetika perusahaan Overture Life Santiago Munne yang mengembangkan robot tersebut, teknologi tersebut suatu hari nanti dapat mengurangi biaya perawatan kesuburan saat ini hingga US$20.000 di Amerika Serikat (AS) setara Rp298 juta di AS.

Overture Life mengembangkan robot penyuntik sperma, sebagai langkah awal untuk mengotomatiskan program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF) agar biayanya lebih murah.

Saat ini, program bayi tabung biayanya cukup tinggi dan dikelola oleh ahli embriologi terlatih. Munne yakin proses pembuahan dapat dilakukan secara otomatis oleh dokter kandungan.

Alan Murray, salah satu pendiri Conceivable Life, memperkirakan rata-rata biaya bayi IVF di AS sebesar 83 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,2 triliun. Jumlah tersebut dengan mempertimbangkan upaya yang gagal, obat kesuburan yang mahal, dan prosedur medis yang sebagian besar tidak ditanggung oleh rumah sakit.

Tujuan perusahaannya adalah menurunkan biaya sebanyak 70 persen dengan meningkatkan tingkat keberhasilan dan mengurangi harga prosedur dengan bantuan robotika.

Setiap tahun, sekitar 500 ribu bayi dilahirkan melalui IVF di seluruh dunia, tetapi kebanyakan pasutri yang butuh bantuan untuk memiliki anak tidak dapat membayarnya atau tidak memiliki akses ke obat kesuburan.

“Tantangannya adalah bahwa negara-negara kaya dan eksentrik yang luar biasa ini dapat melakukannya, tetapi seluruh dunia tidak dapat melakukannya. Tetapi mereka telah menunjukkan kebutuhan manusia yang sebenarnya,” ungkap Murray.

Beberapa ahli kesuburan skeptis bahwa robotika akan menurunkan biaya mengingat mereka tidak menyelesaikan masalah penuaan telur, yakni penyebab utama perawatan kesuburan gagal.

Rita Vassena, seorang penasihat untuk Conceivable Life mengatakan bidang tersebut memiliki sejarah dalam memperkenalkan inovasi tanpa meningkatkan angka kehamilan secara signifikan.

Dalam kasus bayi pertama yang dibuat dengan robot sperma, donor sel telur diberikan kepada pasien secara gratis dan ditanamkan ke dalam rahim ibu setelah pembuahan berteknologi tinggi.

Secara keseluruhan, banyak spesialis kesuburan setuju bahwa robot IVF tidak dapat dihindari di masa depan. “Kita akan melihat evolusi dari ahli embriologi,” kata Kathleen Miller, kepala ilmuwan Innovation Fertility.*
Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bayi Tabungfertilisasi in vitroIVFrobot sperma
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pecinta Seni asal Inggris Masuk Islam karena Al-Quran
Tulisan selanjutnya Bocah Kelantan “Mati Kepanasan” Organ Rusak Darah Mengering

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato

8 Juli 2026 08:09
Iptekes

UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa

3 Juli 2026 20:54
Iptekes

Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

21 Juni 2026 13:43
Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?