Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Salad dan Pilihan Halal Clean Eating

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Januari 2025 04:58 4:58 am
Ahmad
Dipublikasikan 15 Januari 2025 04:57
Bagikan
Bagikan

Salad siap santap menjadi salah satu pilihan favorit clean eating yang halal dan tayyip

Hidayatullah.com | DALAM beberapa tahun terakhir, clean eating atau makanan sehat menjadi tren. Salad siap santap menjadi salah satu pilihan favorit clean eating. Makan ini dapat disiapkan dengan mudah dan cepat karena bahan utamanya dari sayur dan buah segar.

Namun, ternyata tetap ada bahan kritis pada salad. Bahan mana yang perlu dipastikan memiliki sertifikat BPJPH?

Clean eating atau makanan bersih dan sehat menjadi tren di kalangan selebriti dan masyarakat. Kesadaran akan pentingnya kesehatan dalam jangka waktu panjang meningkatkan permintaan makanan organik dan non-GMO (Genetically Modified Organism) hingga menjadi tren dan tidak menutup kemungkinan akan menjadi perubahan gaya hidup secara mendalam.

Salad siap santap menjadi salah satu pilihan favorit clean eating, salad didefinisikan sebagai makanan berupa sayur-sayuran hijau yang secara praktis disiram dengan berbagai bumbu dan saus, kemudian ditambahkan dengan sayuran atau buah-buahan lain [1].

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Salad dengan porsi yang besar memberikan manfaat kesehatan yang berlimpah, seperti serat pada sayuran menjaga kesehatan gastrointestinal kolon. Selain itu, buah dan biji-bijian sebagai sumber antioksidan dan lemak sehat mampu mengurangi risiko kanker dan penyakit kardiovaskular, mengandung vitamin dan mineral yang tinggi [2].

Penyajiannya pun mudah dan cepat. Selain dari segi kesehatan, hasil pertanian dan perkebunan di Indonesia yang dimanfaatkan sebagai bahan baku salad akan membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Bahan baku dan proses pembuatan

Salad siap santap yang beredar luas di pasaran, pada dasarnya merupakan campuran sayuran dan buah segar yang diberi topping dan dressing. Sayuran dan buah segar yang biasa digunakan seperti selada, timun, brokoli, kale, daun beet, biji jagung, tomat cherry, buah berry, alpukat, lemon, pisang, apel, dan nanas.

Dressing yang digunakan dapat berupa rempah segar atau bumbu olahan, ada beragam jenis salad dressing, seperti french mayonnaise dressing jenis saus terpopuler dan mudah ditemukan, sesame soy dressing yang gurih dan banyak beredar di asia, honey mustard dressing bagi pecinta rasa manis, ginger wasabi dressing bagi pecinta rasa pedas, minty yogurt dressing yang memberikan tekstur creamy, dan kreasi jenis salad lainnya.

Apabila ingin mencoba membuat salad siap santap, sebagai contoh cucumber yogurt dressing, dapat dilakukan dengan menyiapkan mentimun, daun mint, yogurt, cuka anggur putih, lemon, garam, dan merica.

Cincang kasar ¼ buah mentimun dengan ½ bungkus kecil daun mint, untuk dimasukkan ke dalam mangkuk makanan.

Selanjutnya dapat kita campurkan ke dalam mangkuk tersebut 150 gram yogurt, 1 sdm cuka anggur putih, ½ buah lemon, serta secukupnya kita taburkan garam dan merica [3].

Kita juga dapat menambahkan berbagai topping sesuai dengan kebutuhan kita, seperti biji-bijian, kacang segar atau olahannya, telur segar atau olahannya, susu segar atau olahannya, olahan serealia, sampai olahan daging ayam atau pun ikan panggang.

Aspek kehalalan

Salad siap santap yang didominasi oleh sayuran dan buah-buahan, tidak serta merta berstatus halal untuk dikonsumsi. Sayur dan buah segar tidak perlu diragukan kehalalannya, namun penambahan topping dan penggunaan dressing pada salad siap santap perlu menjadi perhatian.

Terkadang bahan yang ditambahkan bukan digunakan sebagai topping, melainkan untuk fungsi lain seperti penambahan whey protein dan vitamin untuk menu diet sehat atau program body building.

Apabila pada pembuatan salad siap santap ada penggunaan bahan turunan hewan, seperti daging hewan dan perasa hewani, perlu dipastikan bersumber dari hewan halal yang disembelih sesuai dengan tata cara syariah. Sementara untuk bahan yang berasal dari hewan laut dan tumbuh-tumbuhan, yang diperiksa adalah bahan tambahan pangan dan bahan penolong yang digunakan.

Sebagai contoh topping pada salad adalah keju cheddar. Keju jeni ini merupakan produk olahan susu yang dapat dibuat melalui proses fermentasi oleh bakteri asam, dengan bantuan enzim rennet untuk menggumpalkan susu.

Produk mikrobial dalam media pertumbuhannya memerlukan sumber karbon dan sumber nitrogen yang dapat berasal dari hewan haram maupun hewan halal yang tidak disembelih sesuai aturan Islam.

Diperhatikan juga kultur mikroba, bahan pemurnian, bahan penolong dan bahan lainnya yang digunakan.

Ezim rennet sendiri umumnya berasal dari lambung anak hewan ruminansia, perlu dipastikan sumber hewal halal dan telah disembelih secara syariah.

Sebagai contoh dressing simple pada salad adalah penambahan madu. Perlu diperhatikan, madu yang digunakan telah bebas pengotor, termasuk bersih dari bangkai lebah.

Contoh bahan dressing lainnya adalah yogurt, yang merupakan produk mikrobial sehingga perlu ditelusur kultur mikroba, media pertumbuhan, bahan pemurnian, bahan penolong, dan bahan lainnya yang digunakan.

Tambahan perasa, pewarna, dan penstabil juga sering digunakan pada yogurt sehingga menjadi titik kritis kehalalan yogurt. Minyak truffle termasuk contoh dressing yang populer, dapat dihasilkan dari rendaman jamur truffle dalam minyak nabati seperti minyak zaitun, aroma dan rasa jamur truffle akan terekstraksi oleh minyak tersebut.

Proses pengumpulan jamur truffle memanfaatkan babi betina dan anjing terlatih yang mampu mengendus keberadaan jamur ini, sehingga menjadi titik kritis kehalalan di mana sentuhan babi dan air liur anjing tergolong kontaminan najis berat. Fasilitas produksi dan penggunaan bahan penolong atau bahan tambahan juga turut diperhatikan.

Terkadang roti dengan porsi kecil juga menjadi pasangan yang baik bagi salad, sehingga didapat rasa kenyang dengan asupan kalori yang tetap terjaga. Apabila mencermati titik kritis dari roti, ada pada bahan baku, bahan tambahan, dan bahan penolong yang digunakan.

Meskipun gandum selaku bahan baku jelas kehalalannya, namun dalam proses pembuatannya dilakukan fortifikasi untuk menambah kandungan vitamin dan mineralnya.

Fortifikan seperti asam amino L-sistein sebagai pelunak gluten gandum, dapat berasal dari hasil ektraksi rambut manusia, ekstraksi bulu binatang, dan dari produk mikrobial.

L-sistein yang berasal dari rambut manusia jelas berstatus haram, berdasarkan FATWA MUI No. 2/MUNAS VI/MUI/2000 penggunaan bagian tubuh diharamkan. L-sistein dari bulu binatang perlu ditelurusi lebih lanjut, bulu domba dapat diambil saat masih hidup, namun unggas akan kesakitan apabila diambil bulunya sehingga harus disembelih terlebih dahulu, penyembelihan ini harus sesuai dengan aturan Islam.

Dengan penjelasan di atas, pecinta salad sebagai opsi clean eating memang harus sedikit bersabar untuk bisa menikmati salad siap santap yang dijajakan di berbagai pusat perbelanjaan kota besar di Indonesia tersebut sampai memperoleh sertifikat halal BPJPH.

Apabila ingin membuat sendiri, pastikan bahan-bahan yang digunakan telah terjamin kehalalannya, dengan melihat label halal pada kemasan atas setiap bahan yang digunakan.*/ Naomi Carissa Intaqta, auditor LPH LPPOM MUI

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:clean eatinghalalHeadlinemakanan halalPilihan RedaksiSalad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Brigade Al-Qassam Membunuh dan Melukai 25 Tentara ‘Israel’ di Rafah
Tulisan selanjutnya Pemimpin Baru Suriah Lakukan Kunjungan Diplomatik Pertamanya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Berita
31 Agustus 2026 21:23
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?