Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemimpin Baru Suriah Lakukan Kunjungan Diplomatik Pertamanya

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Januari 2025 06:00 6:00 am
Ahmad
Dipublikasikan 15 Januari 2025 05:57
Bagikan
Pemimpin pemerintahan baru Suriah, Ahmed al Sharaa menunggu kedatangan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menjelang pertemuan mereka di Damaskus, Suriah pada 22 Desember 2024. (Foto AA)
Bagikan

Hidayatullah.com—Ahmad Al-Sharaa, pemimpin pemerintahan baru Suriah, akna melakukan kunjungan internasional pertamanya ke Turki, menurut laporan dari Daily Sabah.

Meskipun Turki maupun Suriah belum secara resmi mengomentari kunjungan tersebut, Al-Sharaa diperkirakan akan bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membahas isu-isu utama, termasuk Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Presiden Erdogan telah menjanjikan dukungan untuk pemerintahan baru Suriah dalam upayanya untuk membangun struktur negara dan menyusun konstitusi baru saat negara tersebut berupaya pulih setelah lebih dari 13 tahun perang.

Setelah rezim Assad runtuh, Turki menjadi salah satu negara pertama yang menjalin kontak langsung dengan pemerintahan baru Suriah. Ibrahim Kalin, kepala Organisasi Intelijen Nasional (MIT) Turki, merupakan pejabat senior pertama yang mengunjungi Damaskus.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Hakan Fidan juga mengadakan pembicaraan tingkat tinggi dengan otoritas Suriah.

Baca Juga

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Pilihan Al-Sharaa atas Türkiye untuk kunjungan resmi luar negeri pertamanya menyoroti kemitraan strategis antara Ankara dan Damaskus

Negara Teluk

Pemimpin baru Suriah dan perdana menteri Lebanon hari Selasa membahas hubungan yang lebih kuat selama kunjungan pertama oleh kepala pemerintahan Lebanon ke Damaskus sejak perang saudara 2011.

Kunjungan Perdana Menteri Libanon Najib Mikati dilakukan setelah kelompok pejuang oposisi merebut Damaskus pada bulan Desember tahun lalu, mengakhiri kekuasaan rezim Bashar al-Assad.

Pemerintah Lebanon sebelumnya menolak mengunjungi Suriah karena ketegangan di negara itu menyusul dukungan Hizbullah terhadap Bashar selama konflik.

Pemimpin baru Suriah, Ahmed al-Sharaa, telah menyatakan komitmennya untuk memulai babak baru dalam hubungan kedua negara, beberapa hari setelah Lebanon yang dilanda krisis akhirnya dapat memilih presiden minggu ini, setelah dua tahun mengalami kebuntuan.

“Akan ada hubungan strategis jangka panjang antara kami dan Lebanon. Kedua belah pihak memiliki kepentingan bersama yang besar.

“Inilah saatnya memberi kesempatan kepada rakyat Suriah dan Lebanon untuk membangun hubungan yang positif,” katanya, seraya berharap bahwa Presiden Lebanon yang baru, Joseph Aoun, akan membawa era stabilitas ke negara tersebut.

Menurut Ahmed, era baru Suriah akan tetap netral atau tidak memihak pihak mana pun di Lebanon dan ia juga meyakinkan akan berusaha menyelesaikan masalah tersebut melalui perundingan dan dialog.

Di pihak Lebanon, Mikati menginginkan hubungan antara kedua negara didasarkan pada rasa saling menghormati, kesetaraan, dan kedaulatan.

Pihak berwenang baru di Suriah mengatakan Ahmed juga menelepon Joseph kemarin untuk memberi ucapan selamat.

Ada sekitar dua juta pengungsi Suriah yang menurut Lebanon telah mencari perlindungan di negara itu sejak perang Suriah dimulai.“Kembalinya mereka ke Suriah sekarang menjadi ‘masalah mendesak bagi kepentingan kedua negara’, kata Mikati.

Mikati juga menyatakan bahwa prioritas lainnya adalah ‘menentukan batas darat dan laut antara Lebanon dan Suriah’, sambil menyerukan pembentukan komite gabungan untuk membahas masalah tersebut.

Lebanon berharap untuk menetapkan batas laut guna memulai upaya eksplorasi gas lepas pantai setelah mencapai kesepakatan serupa dengan ‘Israel’pada tahun 2022.

Perdana Menteri Lebanon mengatakan kedua pihak menekankan perlunya ‘kontrol penuh terhadap perbatasan darat, terutama di titik perbatasan ilegal, untuk mengekang penyelundupan’.

Suriah berbagi perbatasan sepanjang 330 kilometer (km) dengan Lebanon, tanpa penanda resmi di beberapa area, sehingga rentan terhadap penyelundupan.  

Dana bantuan kemanusiaan

Sementara itu, Menteri Pembangunan Internasional Ahmed Hussen dan anggota parlemen Omar Alghabra telah melakukan kunjungan delegasi Kanada pertama ke wilayah perbatasan Turki dan Suriah sejak jatuhnya rezim Bashar Assad di Suriah.

Selama kunjungannya, Hussen mengumumkan $ 17,25 juta dana untuk bantuan kemanusiaan termasuk air bersih dan makanan, layanan perlindungan, sanitasi dan layanan kesehatan.

Pasangan ini juga pergi ke Qatar di mana mereka bertemu dengan menteri negara itu untuk kerja sama internasional untuk membahas peran mereka dalam membantu Suriah.

Di Arab Saudi, mereka bertemu dengan menteri luar negeri untuk urusan luar negeri dan sekretaris jenderal Dewan Kerjasama Teluk untuk membahas “tujuan bersama untuk perdamaian dan keamanan regional.”

Menurut PBB ada lebih setengah juta orang meninggal dalam konflik Suriah yang dimulai pada tahun 2011.

Hussen mengatakan Kanada berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Suriah dan orang-orang di negara-negara tetangga, dan bahwa pemerintahnya akan terus berupaya untuk mengatasi dampak konflik.

Alghabra menyebutnya sebagai “momen penting bagi Suriah, kawasan dan dunia,” menambahkan bahwa setelah konflik beberapa dekade, Suriah memiliki kesempatan untuk membangun masyarakat yang inklusif dan sejahtera.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmed al-Sharaahubungan diplomatikkerja samaNegara telukpemerintahan SuriahTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Salad dan Pilihan Halal Clean Eating
Tulisan selanjutnya Selebgram Asal Aceh Minta Maaf setelah Unggahan Baca Al-Qur’an Diiringan Musik DJ Disorot Publik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Berita

Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

3 Juni 2026 06:00
Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

2 Juni 2026 21:41
Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

2 Juni 2026 19:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?