Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Ebola Merebak di Uganda, 13 Orang Tewas

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Juli 2012 10:34 10:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Juli 2012 10:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Virus Ebola menyebar lagi di Uganda dan menewaskan 13 orang, upaya untuk menanggulangi demam yang disertai pendarahan itu sedang dilakukan, kata organisasi kesehatan dunia WHO Sabtu (28/7/2012), lansir Guardian.

Sampai saat ini belum ada obat untuk infeksi Ebola, yang penularannya lewat kontak langsung dengan penderita, serta bisa mengakibatkan kematian 90% orang yang terinfeksi virus tersebut tergantung jenisnya.

Staf WHO di Uganda Joaquim Saweka mengatakan, infeksi Ebola dicurigai sudah masuk sejak Juli lalu ke distrik Kibale, sekitar 170km dari ibukota Kampala. Namun, wabah itu baru dikonfirmasi Jumat kemarin.

“Keseluruhan ada 20 orang yang dicurigai terinfeksi Ebola dan 13 di antaranya sudah meninggal,” kata Saweka.

“Satu tim ahli dari pemerintah, WHO dan CDC (Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat) sudah berada di lapangan untuk menindaklanjuti kasus itu dan orang-orang yang melakukan kontak dengan para korban.”

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Saweka mengatakan, sumber bibit penyakit belum diketahui. Namun, diyakini 18 dari 20 kasus mengarah kepada satu keluarga.

Kibale terletak di dekat negara Republik Demokratik Kongo, di mana virus itu muncul tahun 1976 yang namanya diambil dari sungai setempat, Ebola.

Infeksi Ebola ditandai dengan gejala demam tiba-tiba, tubuh lemah, sakit otot, sakit kepala dan tenggorokan, diikuti dengan muntah-muntah, buang-buang air besar, ruam-ruam kulit, gagal ginjal dan liver, serta pendarahan di dalam dan luar tubuh.

Di Uganda, infeksi Ebola terakhir kali dilaporkan terjadi pada Mei tahun 2011, di mana ketika itu membunuh seorang anak perempuan berusia 12 tahun. Infeksi terbesar di Uganda terjadi tahun 2000 ketika 425 orang dilaporkan terjangkit vrus Ebola dan lebih dari separuh penderitanya meninggal dunia.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh Salafi Lulusan Al Azhar Dicalonkan Jadi Menteri Waqaf
Tulisan selanjutnya Obama Tambah $70 Juta Modal Israel Buat Senjata Roket

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?