Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Malapetaka Donor Sperma Denmark

Ama Farah
Terakhir diupdate: 26 September 2012 09:18 9:18 am
Ama Farah
Dipublikasikan 26 September 2012 09:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pejabat kesehatan Denmark memperketat peraturan tentang donor sperma setelah terungkap salah seorang pendonor menyebabkan penyakit menurun paling tidak pada lima dari 43 bayi, tulis BBC (25/9/2012).

Berdasarkan peraturan baru yang akan diterapkan mulai tanggal 1 Oktober, tidak ada seorang pun yang boleh melakukan inseminasi 12 kali dan pendonor akan dibatalkan bila diketahui memiliki penyakit genetik.

Kehebohan donor sperma di Denmark ini berasal dari seorang pria yang menjadi ayah dari bayi-bayi yang tersebar di 10 negara. Bayi yang dilahirkan dari hasil pembuahan sperma pria itu menyebabkan lima bayi terkena penyakit neurofibromatosis (Recklinghausen) yang dapat menyebabkan kebutaan dan epilepsi.

Badan penyiaran Denmark DR melaporkan, pemberi donor itu merupakah ayah dari 43 anak dengan inseminasi di 14 klinik.

Peter Bower, kepala klinik Nordisk Cryobank -tempat inseminasi dijalankan- mengatakan ia tidak bisa menyebutkan di mana bayi-bayi dari pendonor yang bersangkutan berada.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

“Saya bisa katakan bahwa sebelum Oktober 2009, pemberi donor ini memberikan sperma ke perempuan di 10 negara di dan di luar Eropa,” kata Bower kepada kantor berita AFP.

Para ibu yang menerima donor sperma dari pria itu tentu saja terkejut dan kesal.

“Mereka (klinik) mendapatkan banyak uang untuk ini. Dan mereka punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa produk (sperma) itu terjamin.” kata Sonja Pedersen, salah satu penerima donor sperma itu.

“Saya rasa kasus ini tidak etis dan tidak bermoral. Saya gemetar dan terkejut,” kata Mia Levring, seorang ibu lain.

Banyak pihak mengeluarkan kritikan keras terhadap klinik yang terlibat karena tidak memeriksa kondisi pendonor atau menghentikan penggunaan sperma buruk itu secara cepat.

Kepala Badan Kesehatan Denmark Anne-Marie Vangsted mengatakan klinik inseminasi di Kopenhagen tidak melakukan tindakan pada waktunya.

“Bank sperma itu tidak memberi tahu klinik inseminasi dan petugas kesehatan siapa yang menerima sperma dan itu berarti harus ada yang memberitahu langsung pihak penerima donor. Mereka (klinik) tidak melakukannya,” kata Vangsted.

Kebijakan terkait sperma di Denmark yang cenderung bebas menjadikan negara itu salah satu tujuan utama para pencari donor sperma.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rokok dan Riba…
Tulisan selanjutnya Satu Vonis Lagi Kasus Skandal Seks Militer AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?