Sambungan artikel PERTAMA
Orang yang terjangkit bakteri streptococcus dari babi sering terjebak dalam dua. Pada Mei, pasien dengan demam tinggi, sepsis, perdarahan dan nekrosis, peredaran darah, insufisiensi pernapasan, gangguan fungsi hati, ginjal dan kematian sangatlah cepat.
Untuk pasien meningitis dapat berupa demam tinggi, sakit kepala, muntah dan koma, jika tidak diobati dini, pasien akan memiliki gejala sisa neurologis seperti bodoh/dungu, demensia/berpikiran pendek, serta kelumpuhan.
Untuk mencegah streptococcus babi, orang sebaiknya tidak jual-beli babi, memotong babi dan memakan babi berpenyakit /mati. Benar-benar tidak makan sup daging babi. Ketika kontak dengan penyakit babi streptococcus perlu memakai masker, pelindung tangan dan memakai pakaian pelindung.
Baca: Inilah 12 Alasan Ilmiah dalam Islam Mengapa Babi Dinyatakan Haram
Ketika saatnya penyakit babi streptococcus perlu difasiltisasi oleh departemen kesehatan, untuk segera didiagnosa dan diobati. Perlunya pemeriksaan kaki dan mulut.
Penyakit umum berbahaya ketika memakan babi. Penyakit mulut dan kaki pada babi bisa menyebar ke orang melalui bersentuhan.
Penyakit kaki dan mulut pada babi bisa menyebar ke orang melalui terpaparnya makanan, virus menyebabkan infeksi yang dapat membakar lapisan mulut, sariawan, serta bibir orang-orang.
Biasanya pada potongan-potongan daging yang telah terpotong, orang tidak bisa mengetahui bahwa daging babi tersebut terjangkit penyakit mulut dan kuku. Jadi, yang terbaik adalah tetap memasak daging secara menyeluruh untuk menghilangkan patogen. Makan lebih banyak sup, dengan teknik memasak untuk risiko penyebaran penyakit mentah hingga mendekati 100%. Setelah membaca ini, masih mau makan babi yang penuh resiko penyakit? */Ummu Robi’ah