Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

BPOM: Izin Darurat Vaksin Sinovac akan Dikeluarkan Sebelum 13 Januari

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Januari 2021 22:34 10:34 pm
Ahmad
Dipublikasikan 8 Januari 2021 22:34
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan izin darurat penggunaan (emergency use authorization/EUA) vaksin Sinovac akan diterbitkan sebelum 13 Januari 2021. Rencana vaksinasi perdana yang ditetapkan pemerintah pada tanggal tersebut kemungkinan besar bisa tetap berjalan.

Artinya, rencana vaksinasi perdana yang ditetapkan pemerintah pada tanggal tersebut kemungkinan besar bisa tetap berjalan. “Bisa diperkirakan tanggal 13 [Januari] bisa melakukan vaksinasi. Artinya kami akan bisa mengeluarkan EUA sebelum tanggal tersebut. Cukup ada keyakinan untuk hal tersebut,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers virtual, Jumat (08/01/2021) dikutip laman Antara News.

Penny melanjutkan, penetapan tanggal tersebut oleh pemerintah bukan berarti memberi tekanan kepada BPOM untuk segera menerbitkan EUA.  Menurut dia, BPOM telah diajak berkomunikasi oleh pemerintah terkait penetapan jadwal tersebut berdasarkan data yang telah didapatkan secara bertahap.

“Keyakinan kami dikatikan dengan aspek keamanan, mutu tentunya sudah ya, keamanan sudah baik, juga efikasi yang bertahap dapat kami dapatkan datanya,” ujar Penny.

BPOM sejauh ini telah mendapatkan data efikasi vaksin Sinovac dari uji klinis tahap ketiga di Turki yang menyatakan efikasinya mencapai 91,25 persen berdasarkan data yang didapat dari 1.322 relawan dari total 7.371 relawan.  Sedangkan Brazil telah mengumumkan bahwa efikasi dari vaksin Sinovac mencapai 78 persen. Standar WHO untuk penerbitan EUA untuk vaksin di masa darurat ialah di atas 50 persen.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

BPOM saat ini masih menunggu data analisis interim dari uji klinis vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat.  Seluruh data yang telah masuk tersebut selanjutnya akan dianalisa dan dibahas bersama Komisi Nasional Penilaian Obat, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), akademisi, dan epidemiolog.

“Sudah ada keyakinan yang semakin besar sampai dengan hari ini, sehingga tanggal tersebut masih bisa dipastikan akan keluar sebelum tanggal 13 Januari,” ujar Penny.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan bahwa Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang disuntik vaksin pada Rabu, 13 Januari 2021.  Indonesia memprioritaskan 1,3 juta tenaga kesehatan di 34 provinsi untuk divaksinasi pada Januari-April 2021.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan 181,5 juta orang untuk divaksinasi dalam kurun 15 bulan untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity).  Sejauh ini, 3 juta dosis vaksin Sinovac telah tiba di Indonesia. Namun proses vaksinasi masih menunggu terbitnya EUA dari BPOM. Sebagian dari vaksin tersebut telah didistribusikan ke 34 provinsi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Pengawas Obat dan MakananBPOMSinovacvaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yaman: 6 Warga Sipil Tewas Ditembak Pemberontak Al-Houthi
Tulisan selanjutnya China dan Kebijakan ‘Kontrasepsi Paksa’ Membatasi Kelahiran Perempuan Uighur  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?