Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Gangguan Mental: Ancaman Masyarakat Modern

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 September 2022 16:34 4:34 pm
Ahmad
Dipublikasikan 20 September 2022 19:00
Bagikan
Bagikan

Lebih 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan/penyakit mental emosional, lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi

Daftar isi
  • Fakta
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Hidayatullah.com | GANGGUAN jiwa adalah penyakit yang menyangkut gangguan fungsi otak yang dapat menyebabkan perubahan pada proses berpikir, perasaan dan perilaku seseorang yang mengakibatkan gangguan untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan baik. Masalah mental menjadi salah satu ancaman utama bagi seluruh penduduk dunia dan penduduk Asia khususnya.

Dari data yang diperoleh, masalah gangguan jiwa di Indonesia masih menjadi masalah serius. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional, dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Dr Celestinus Eigya Munthe pernah menjelaskan, masalah kesehatan jiwa di Indonesia terkait dengan masalah tingginya prevalensi orang dengan gangguan jiwa. Untuk saat ini, Indonesia memiliki prevalensi orang dengan gangguan jiwa sekitar 1 dari 4 penduduk, yang artinya sekitar 20 persen populasi di Indonesia mempunyai potensi masalah gangguan jiwa. “Ini masalah yang sangat tinggi karena 20 persen dari 250 juta jiwa secara keseluruhan potensial mengalami masalah kesehatan jiwa,” kata Celestinus seperti dikutip Kompas.com.

Kelompok gangguan jiwa termasuk mereka yang gagal beradaptasi dengan ketegangan dan gagal mengatasinya. Seperti masalah rumah tangga, ekonomi dan tekanan pekerjaan.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Mereka yang gagal menghentikan kebiasaan merokok, minum alkohol, menggunakan narkoba dan berjudi juga termasuk orang yang sakit jiwa.

Fakta

Masalah gangguan jiwa dan mental mencakup semua usia mulai dari anak-anak hingga usia lanjut.  Bagi anak-anak misalnya malu makan dan ke toilet, takut ke sekolah dan hiperaktif juga termasuk dalam kelompok yang menderita gangguan jiwa.

Untuk orang tua, di antara penyakit mental dan gangguan jiwa yang terdeteksi adalah kepikunan dan depresi. Secara umum, gangguan jiwa dapat dibagi menjadi dua kelompok.

Pertama adalah psikosis. Pada tingkat yang parah, seseorang yang menderita penyakit mental psikosis dapat kehilangan kontak dengan dunia nyata.

Jenis penyakit ini termasuk skizofrenia dan psikosis manik depresif. Kelompok kedua adalah penyakit yang bukan psikosis atau neurosis.

Mungkin kita pernah mengalami perasaan sedih, cemas dan depresi. Pengalaman ini adalah pengalaman umum dalam hidup kita.

Ketika perasaan umum dan perilaku tertentu ini terjadi secara tidak terkendali dan bertahan sampai mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang dan memengaruhi hubungan dengan orang lain, mereka mungkin menderita salah satu jenis penyakit mental ini.

Di antara jenis penyakit ini termasuk ketakutan yang tidak berdasar (fobia), kecemasan (anxiety), depresi dan gangguan obsesif kompulsif. Seseorang yang memiliki penyakit mental memiliki gangguan fungsi mental.

Penyakit mental dapat bervariasi dalam hal durasi penyakit dan tingkat gangguan terhadap aktivitas sehari-hari. Penyakit mental dapat bersifat sementara dan dapat berulang sepanjang hidup seseorang.

Kebanyakan orang dengan penyakit mental hanya memiliki satu episode, tidak serius dan mereka pulih sepenuhnya setelah perawatan. Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya masalah mental.

Faktor pertama yang berkontribusi terhadap masalah mental adalah genetika dan keturunan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit mental memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini dibandingkan dengan populasi yang tidak memiliki riwayat penyakit tersebut.

Ada sebuah penelitian yang menunjukkan peluang 1:100 bagi seseorang dalam keluarga untuk terkena skizofrenia jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit tersebut dibandingkan dengan 1:10 pada masyarakat umum.

Faktor kedua adalah terganggunya zat kimia di otak, misalnya produksi dopamin yang berlebihan menyebabkan skizofrenia dan kadar serotonin yang terlalu rendah menyebabkan depresi.

Ketika bahan kimia di otak yang dikenal sebagai neurotransmitter tidak berfungsi dengan baik, gejala penyakit mental akan muncul. Faktor lainnya adalah infeksi virus, riwayat hidup yang keras dan status sosial ekonomi yang rendah.

Selain itu, untuk tujuan pengobatan, ada beberapa jenis penyakit jiwa yang memerlukan penanganan segera seperti neurosis, penyakit jiwa organik seperti pikun, gangguan kepribadian, autisme, hiperaktif, kecanduan narkoba dan percobaan bunuh diri.

Di antara pengobatan yang sering digunakan untuk mengobati penyakit tersebut adalah psikoterapi dan konseling, pengobatan psikotropika, pengobatan perilaku dan pengobatan electroconvulsive.

Perawatan konseling dapat membantu pasien memahami kondisi dan perasaannya lebih dalam dan perawatan ini diberikan secara rawat jalan. Pengobatan psikotropika menggunakan berbagai jenis obat yang tergolong psikotropika dan digunakan untuk pengobatan penyakit jiwa.

Obat antipsikotik dapat mengurangi atau menghilangkan gejala psikosis. Sedangkan obat jenis lain dapat mengurangi stres, depresi dan kecemasan sehingga pasien dapat mengelola gejala penyakitnya dengan lebih baik.

Perawatan perilaku berfokus pada membantu pasien mengubah cara berpikir atau perilaku tertentu yang mengganggu dan menyebabkan gejala penyakit. Teknik relaksasi adalah contoh dari jenis perawatan ini.

Pengobatan elektrokonvulsif diberikan dengan mengalirkan listrik bertegangan sangat rendah ke otak seseorang. Jenis perawatan ini aman, dan tidak berbahaya.

Saat ini masyarakat memandang penyandang gangguan jiwa sebagai ancaman terhadap keselamatannya mungkin karena media kerap memberitakan berbagai kasus amukan, pembunuhan dan gangguan yang dilakukan oleh mereka yang mengalami gangguan jiwa. Situasi ini menyebabkan masyarakat membuat kesan negatif pada mereka yang menderita masalah mental ini tanpa memeriksa alasan perilaku mereka.

Umumnya masyarakat kurang paham tentang penyakit mental. Masyarakat hanya melihat pasien gangguan jiwa sebagai orang ‘gila’.

Namun jika ditengok ke belakang, hanya sedikit orang yang memiliki pengetahuan tentang gangguan jiwa yang dapat menerima dan membantu orang yang sakit jiwa.  Peran masyarakat dalam menerima kelompok ini hanya dapat dicapai apabila setiap individu dalam masyarakat memiliki pengetahuan tentang penyakit jiwa secara umum.

Mungkin paparan ini dapat diberikan di tingkat sekolah mengingat sekolah adalah media terbaik dalam menghasilkan pengetahuan serta membina sikap siswa dan masyarakat. Penderita gangguan jiwa tidak boleh dipinggirkan oleh masyarakat karena mereka yang mengalami gangguan jiwa berpeluang untuk sembuh dan menjadi bagian dari masyarakat.

Mereka harus mendapat perhatian karena sebagian dari mereka mengalami tekanan hidup yang berat sehingga cenderung mengalami gangguan jiwa.  Tidak ada yang mau membantu meringankan beban hidup mereka.

Oleh karena itu, setiap individu perlu mengubah cara pandang negatifnya terhadap pasien gangguan jiwa dan memberikan dukungan yang diperlukan agar tidak merasa terpinggirkan dari masyarakat.*/Iluvislam

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gangguan jiwagangguan mentalKesehatan Jiwa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Media ‘Israel’ Sebut Delegasi Pakistan dan Indonesia Lakukan Pembicaraan Rahasia
Tulisan selanjutnya Hidup Sederhana dan Bersahaja

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?