Hidayatullah.com | “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah daripada itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, ‘Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?’ Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasiq.” (al-Baqarah [2]: 26).
Demam berdarah, penyakit yang dulu tidak dikenal, kini menjadi momok terutama di musim pancaroba. Nyamuk Aedes aegypti dinyatakan sebagai perantara penyebarannya, karena membawa virus dengue. Ada hal yang justu jarang tersampaikan mengenai nyamuk, padahal al-Qur’an menyebutnya seperti ayat di atas. Dijelaskan dalam tafsir al-Wajiz, melalui pemisalan itu manusia terbagi menjadi dua golongan. Yakni orang-orang Mukmin yang mengetahui bahwa itu kebenaran yang datang dari Rabbnya, sedangkan orang-orang kafir menolaknya.
Begitu banyak hewan di dunia ini, tetapi mengapa yang disebut adalah nyamuk? Makhluk kecil yang dianggap sepele. Tidakkah kita memperhatikannya? Terutama jika dikaitkan dengan perannya yang dianggap membawa virus dengue, cikungunya, dan zika.
Incaran Nyamuk
Ada sekitar 2500 jenis nyamuk yang tersebar di seluruh dunia. Ternyata nyamuk bukan binatang pemakan darah. Makanannya adalah nektar bunga serta sumber gula lainnya dari tanaman dan buah. Hanya nyamuk betina yang menghisap darah, tapi itu bukan untuk makan dirinya. Usai dibuahi oleh sang jantan, nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya.
Nyamuk memiliki organ bernama tarsi, terletak di kaki depannya. Dengan organ ini nyamuk dapat menemukan gelombang panas tubuh hingga dia akan sangat tepat mendatangi targetnya. Dengan organ tersebut, nyamuk dapat mendeteksi perbedaan suhu hingga 1/1000 derajat celsius. Artinya, seseorang atau bagian kulit tubuh yang lebih panas akan menjadi pilihan bagi nyamuk.
Seperti telur ayam, telur nyamuk juga perlu protein, zat besi, kolesterol, dan vitamin B yang berperan bagi pertumbuhan janin di dalamnya.. Namun nyamuk tak mampu memproduksi sendiri, maka nyamuk betina memerlukan darah untuk mendapatkan zat-zat tersebut.
Jerry Butler dari pusat penelitian entimologi Universitas Florida (Amerika Serikat) menyatakan, darah yang berbau asam, misalnya asam laktat dan asam urat, serta darah yang berbau kolesterol, menjadi primadona untuk dihisap oleh nyamuk.
Asam urat yang berasal dari darah manusia akan digunakan saat larva dan pupa nyamuk yang transparan butuh membentuk pigmen, seperti sebuah tabir surya yang melindungi dari sinar matahari yang menyengat.
Seorang yang mengeluarkan lebih banyak karbondioksida juga lebih rentan diincar nyamuk. Misalnya peminum alkohol, karena orang semacam ini banyak menghasilkan karbondioksida.
Nyamuk jenis Aedes aegypti bersifat diurnal atau aktif pada pagi hingga siang hari. Jadi, seseorang yang tidur di pagi hari akan menjadi sasaran empuk nyamuk tersebut.
Berdasarkan fakta di atas, sebaiknya bagi penderita asam urat dan hiperkolesterol disarankan rutin berbekam. Selain itu, lakukan pemanasan sebelum memulai kegiatan atau olahraga. Kurangnya suplai oksigen saat berolahraga akan membuat tubuh menghasilkan asam laktat, yang ditandai dengan rasa nyeri atau pegal.
Dianjurkan mandi setelah berolahraga pagi karena akan membersihkan sisa keringat dan menurunkan suhu tubuh. Minum sakanjabin atau air asam jawa setelah berolahraga juga disarankan, karena keduanya bersifat mendinginkan.
Herbal untuk Demam Berdarah
Demam berdarah dalam pengobatan Islam disebut humma dhanak. Berdasarkan pengamatan atas penyakit, maka demam berdarah dikelompokkan ke dalam humma dammwi ufniyah dengan tanda ruam kemerahan.
Pada era keemasan Islam, kedokteran tidak mengenal demam jenis ini. Laporan paling awal tentang kemungkinan epidemik dengue adalah dari tahun 1779 dan 1780.
Demam berdarah dibedakan atas tiga jenis, yaitu demam dengue klasik, demam dengue haemorogik, dan dengue syok sindrom. Penanganan penyakit disesuaikan dengan jenis, gejala, dan tanda yang terjadi serta keparahan penyakit.
Berikut ini tindakan yang dapat mencegah demam berdarah atau swamedikasi agar tidak terjadi keparahan:
- Herbal Aromaterapi dan Fumigasi
Rasulullah SAW senang dengan minyak wangi, juga sering membakar kemenyan gaharu (Aquilaria sp) dicampur camphor.
Dalam jurnal Development of Herbal Health Care Product from Gaharu and Selected Plant Extracts of Aquilaria Species, diketahui bahwa gaharu memiliki sifat pengusir nyamuk. Sementara jurnal Mosquitocidal Activities of Malaysian Plants, menyatakan bahwa minyak gaharu dari pohon Aquilaria malaccensis memilliki aktivitas larvasida dan repelan (pengusir nyamuk) yang diuji terhadap nyamuk Aedes aegypti.
Tanaman lain yang dapat mengusir nyamuk adalah kulit jeruk dan sereh wangi. Menanam sereh wangi di pekarangan rumah dapat menjadi upaya mengusir nyamuk dan mencegah mewabahnya demam berdarah. Menggunakan minyak kulit buah jeruk dan minyak sereh wangi juga dapat bermanfaat untuk tujuan tersebut.
- Terapi Nutrisi
Pada kasus demam berdarah, menurut ath-Thibbun–Nabawi, yang diserang adalah humor darah sehingga menjadi abnormal. Maka terapinya adalah dengan mencegahnya menjadi abnormal atau mengonsumsi nutrisi pembentuk humor darah.
Jus buah delima atau jus anggur dapat menjadi pilihan. Untuk membantu pencernaan dan mengurangi mual, dapat mengonsumsi jus jeruk atau air asam jawa.
Jika tidak terjadi perdarahan lambung, maka dapat mengonsumsi susu kambing saat demam turun, karena siklus demamnya naik-turun. Kehilangan cairan dan panas karena demam dapat dibantu dengan mengonsumsi jus melon.
- Herbal Pembantu Pengobatan
Beberapa herbal dapat berfungsi sebagai peningkat jumlah trombosit pada kasus demam berdarah, di antaranya:
Pepaya (Carica papaya)
Ambil 2 helai daun pepaya segar tanpa batangnya. Bersihkan lalu ditumbuk, kemudian peras dan ambil jusnya. Minum 2 sendok makan air jus daun pepaya ini sehari 1x.
Patikan Kebo (Euphorbia hirta)
Ambil 5 – 6 tanaman patikan kebo utuh, lalu potong akarnya. Bersihkan dan direbus dengan air selama 1 menit. Diamkan hingga dingin, kemudian minum 1 – 1,5 gelas air rebusan patikan kebo setiap 24 jam sekali. Ramuan ini dapat menghentikan perdarahan internal dan demam berdarah, insya’ Allah.*/Joko Rinanto, praktisi thibbun-nabawi/Suara Hidayatullah