Hidayatullah.com– Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), kembali dilanda banjir setelah hujan yang terjadi terus-menerus. Tim SAR Nasional Hidayatullah melaporkan saat ini ada dua orang dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian itu.
Diketahui, bencana banjir itu terjadi pada hari Jumat (22/01/2021) sekitar pukul 15.00 WITA Manado. “Lokasi bencana di Kelurahan Malendeng, Lingkungan VII, Kec. Paal 2 Manado, jumlah meninggal dua orang,” tulis keterangan SAR Hidayatullah, Sabtu, (23/01/2021).
SAR Hidayatullah beserta relawan kemudian terus memantau kondisi lapangan di sekitar banjir. “Saat ini kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bahan makanan,” kata Ilham Abdullah selaku Korlap yang bertugas.
Pantauan hidayatullah.com berbagai kalangan masyarakat turut mendoakan kebaikan bagi korban bencana banjir yang kembali terjadi di kota Manado itu.
“Mohon bantu dalam doa gaes, Manado sejak sore smpai saat ini hujan deras smpai menyebabkan banjir bandang lagi dan tanah longsor, dikabarkan seorang balita juga hanyut kebawa banjir,” tulis akun @LucuGmim di akun Twitter, Jumat (22/01/2021).
Baca: BMH-SAR Hidayatullah Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Kalsel
Sebelumnya, diketahui, pekan lalu, tepatnya, Sabtu (17/01/2021) banjir menerjang Manado, Sulut, Lima orang dinyatakan meninggal. Kejadian ini terulang kembali, pada Jumat (22/01/2021) sore, banjir dipicu hujan deras berjam-jam. Sejumlah titik tergenang. Mulai jalan, permukiman, hingga kampus.
SAR Hidayatullah bersama BMH dan masyarakat membuka posko di Jl Kampus IAIN No 1 kompleks Masjid Gordova.
Sementara pada Sabtu (23/01/2021), tim SAR Hidayatullah bersama Basarnas melakukan evakuasi mayat di lokasi pemakaman yang longsor.
“Evakuasi mayat karena kuburan longsor. Lokasi di Malendeng Link I bersama BASARNAS dan TRC RAPI Manado,” sebut SAR Hidayatullah.
Selain mengevakuasi mayat, tim SAR Hidayatullah juga melakukan pembersihan beberapa rumah warga di Desa Welong Perkamil yang sempat terendam banjir.*