Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Gula Lebih Memberi Resiko Hipertensi Dibanding Garam

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 11 Desember 2014 16:49 4:49 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 11 Desember 2014 16:49
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

BUKTI baru yang diterbitkan dalam jurnal online Open Heart menunjukkan bahwa kelebihan gula lebih memberi resiko terhadap hipertensi dan penyakit kardiovaskular daripada sodium (garam).

Penyakit jantung adalah penyebab nomor satu kematian dini di negara maju, dan hipertensi merupakan faktor risiko yang paling penting.

Hipertensi merupakan faktor utama sebagai penyebab lebih dari 348.000 kematian di Amerika Serikat pada tahun 2009, dan penyakit ini telah menyebabkan pengeluaran sebanyak lebih 50 miliar dolar (sekitar Rp 615 triliun) per tahun. Mengendalikan hipertensi kemudian menjadi fokus utama dari Departemen Kesehatan, dengan pendekatan secara historis berupa diet sodium.

Namun demikian, pengurangan sodium masih diperdebatkan manfaatnya; penelitian menunjukkan bahwa penurunan tekanan darah dengan cara membatasi garam kurang begitu banyak memberikan hasil.

Data terbaru meliputi lebih dari 100.000 pasien menunjukkan bahwa asupan sodium antara 3-6 g/hari dikaitkan dengan risiko lebih rendah dari kematian dan terkena kardiovaskular dibandingkan jumlah yang lebih tinggi atau lebih rendah dari asupan. “Dengan demikian, pedoman menasihati, pembatasan asupan sodium di bawah 3 g/hari dapat menyebabkan masalah,” tulis para peneliti, dimuat di Medical News Today, Kamis (11/12/2014).

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Makanan olahan sumber utamanya sebenarnya bukan hanya sodium, tetapi juga dari karbohidrat: yaitu, dari berbagai sumber gula dan sari yang dihasilkan dari pencernaan.

Para peneliti mengatakan, “Bukti kuat dari ilmu pengetahuan dasar, studi populasi, dan uji klinis melibatkan gula, dan terutama fruktosa monosakarida, memainkan peran utama dalam perkembangan hipertensi. Selain itu, bukti menunjukkan bahwa gula pada umumnya, dan fruktosa pada khususnya, dapat berkontribusi terhadap kardiovaskular melalui berbagai mekanisme.”

Sukrosa, atau gula meja, adalah disakarida yang terdiri dari dua monosakarida: glukosa dan fruktosa. Sukrosa adalah bahan yang umum dalam makanan olahan industri.

Asupan gula tinggi secara signifikan meningkatkan sistolik (6,9 mm Hg) dan tekanan darah diastolik (5,6 mm Hg) dalam uji coba selama lebih 8 minggu. Mereka yang mengkonsumsi 25% atau lebih kalori dari gula memiliki risiko hampir tiga kali lipat peningkatan kematian akibat penyakit kardiovaskular, menurut peneliti.

Bahkan penambahan dosis moderat untuk gula dalam jangka waktu singkat dapat menyebabkan kerusakan.

Medical News Today juga melaporkan, mengkonsumsi secara teratur minuman dengan kadar gula dan soda yang tinggi dapat menyebabkan penuaan dini terhadap sel imun, yang akan menyebab tubuh rentan terhadap penyakit kronis. Kondisi ini mirip dengan efek dari merokok.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hipertensi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setelah Salafy, Jamaah Al-Islamiyyah Berencana Keluar dari Aliansi Bentukan Al-Ikhwan
Tulisan selanjutnya PBB: Raja Arab Saudi Sumbang US$104 Juta untuk Makan Pengungsi Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?