Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Ponsel “Halal” Terbaru ala Yahudi Diluncurkan

Dija
Terakhir diupdate:
Dija
Dipublikasikan 21 Mei 2011 13:22
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Ratusan ribu telepon seluler (ponsel) yang diklaim kosher telah digunakan selama bertahun-tahun di komunitas Yahudi. Dan sebagaimana dilansir Reuters, bulan lalu provider seluler terbesar kedua Zionis-Israel, Partner, memperkenalkan ponsel kosher berbahasa Yiddish pertama buatan Alcatel-Lucent.

Marc Seelenfreund, CEO dari Accel Telecom yang mengimpor dan mendistribusikan telepon genggam ke seluruh operator Zionis-Israel memiliki tim penerjemah khusus yang bekerja untuk menerjemahkan bahasa pengantar di perangkat mereka ke dalam bahasa Yiddish.

Yiddish adalah bahasa campuran antara Hebrew dan bahasa Jerman abad pertengahan yang dulu dipakai oleh jutaan Yahudi Eropa selama berabad-abad, tapi kini kebanyakan hanya dipakai oleh Yahudi manula dan komunitas Yahudi ultra-ortodoks.

Kata-kata Yiddish seperti chutzpah, schmaltz atau schlep sudah diserap ke dalam bahasa Inggris, tapi kata Seelenfreund, kelompok ultra-ortodoks akan sangat menghargainya jika kata-kata seperti outgoing call, ringtone dan vibrate diterjemahkan ke dalam Yiddish di ponsel mereka.

Seelenfreund mengatakan, pasar ponsel kosher cukup besar. Di wilayah yang dikuasai Zionis-Israel saja jumlahnya tidak kurang dari 400.000, sementara di Amerika Serikat 500.000.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Telepon genggam dianggap kosher (halal menurut Yahudi) jika tidak menyediakan layanan yang membuat kening orang Yahudi ultra-orthodoks berkerut. Perangkat telepon genggam mereka tidak bisa digunakan untuk mengirim pesan singkat (SMS), tidak berkamera, tidak bisa digunakan untuk mengakses internet, dan panggilan ke nomor layanan seks diblokir.

Kata-kata “kosher” dan “disetujui oleh komite rabi untuk bidang telekomunikasi” muncul di layar ponsel saat perangkat itu dinyalakan.

“Banyak masalah dalam telepon zaman sekarang, banyak godaan,” kata rabi Barruch Shraga, seorang anggota komite. Alasan itu pula yang menjadi latar belakang mengapa organisasi rabi di wilayah pendudukan Zionis-Israel membenuk komite khusus bidang telekomunikasi. Komite itu mengurusi penggunaan internet dan telepon seluler di kalangan Yahudi.

Ultra-orthodoks jumlahnya mencapai 8-10% dari total 7,7 juta orang yang terdaftar sebagai warga wilayah pendudukan Zionis-Israel.

“Beberapa aturan melarang mendengar suara perempuan bernyanyi, jadi ringtone juga dibatasi,” kata Shraga.*

Redaktur: Dija
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrateponselyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konsulat AS di Pakistan jadi Sasaran Bom Mobil
Tulisan selanjutnya Indonesia Negara Terkaya Sekaligus Termiskin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?