Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Antibiotik Berkaitan dengan Risiko Kematian Jantung, Kata Peneliti

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2014 11:09 11:09 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 24 Agustus 2014 11:08
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

PENELITI Denmark melaporkan hubungan antara antibiotik yang umum digunakan dan risiko kematian akibat jantung, namun pengamat mendesak berhati-hati dalam menafsirkan hasil.

Dalam studi yang dipublikasikan secara online oleh jurnal medis Inggris The BMJ dan The Star Online belum lama ini, tim peneliti mengatakan, penggunaan klaritromisin dikaitkan dengan risiko 76% lebih tinggi dari kematian jantung, dibandingkan dengan penggunaan penisilin V.

“Perbedaan risiko absolut adalah 37 kematian jantung per 1 juta program dengan klaritromisin,” menurut laporan peneliti dari Departemen Epidemiologi Statens Serum Institute di Copenhagen. Risiko berhenti ketika pengobatan berakhir.

Klaritromisin diresepkan untuk jutaan orang setiap tahun, untuk mengobati infeksi bakteri seperti pneumonia, bronkitis, dan beberapa infeksi kulit.

Tim itu menganalisis data lebih dari lima juta program antibiotik yang diberikan kepada orang dewasa Denmark berusia 40-74 pada periode 1997 sampai 2011. Lebih dari 160.000 telah menerima klaritromisin, 590.000 roxithromycin, dan 4,4 juta penisilin V.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Klaritromisin dan roxithromycin adalah makrolida atau antibiotik yang mempengaruhi aktivitas listrik otot jantung dan diduga meningkatkan risiko masalah irama jantung yang fatal, kata peneliti. Tidak ada peningkatan risiko diamati dengan roxithromycin.

Sementara peningkatan mutlak resiko dengan klaritromisin kecil, tim mengatakan, itu adalah “salah satu antibiotik yang lebih umum digunakan di banyak negara, tetapi jumlah akibat kematian jantung mungkin tidak dapat diabaikan”.

Para peneliti menyerukan temuan mereka dikonfirmasi lebih lanjut dalam studi, walaupun sejumlah ahli lain menunjukkan bahwa studi ini tidak menjamin penghentian penggunaan klaritromisin.

Ada kekurangan di dalam laporan penelitian itu, termasuk para peneliti tidak memiliki data apakah pasien perokok atau memiliki obesitas  –yang dapat menjelaskan beberapa perbedaan dalam tingkat kematian, kata Kevin McConway, seorang profesor statistik diterapan pada Universitas Terbuka.

“Karena tingkat kematian jantung pada obat ini sangat kecil, ini bukan risiko yang mengkhawatirkan,” tulisnya yang dipublikasikan oleh Science Media Centre.

Mike Knapton dari Yayasan Jantung Inggris mengatakan, para dokter memang selalu berhati-hati ketika meresepkan klaritromisin untuk pasien dengan sindrom jantung tertentu. “Intinya adalah, jangan menggunakan antibiotik kecuali pasian harus menggunakannya dan dokter telah pertimbangan dengan cermat sebelum meresepkan untuk pasien,” katanya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vatikan: Tak Ada Prospek dan Uang Menarik Pemuda Suriah Bergabung ISIS/ISIL
Tulisan selanjutnya Sembunyikan Penderita Ebola, Warga Sierra Leone Terancam Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?