Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Tes Urin Bisa Digunakan untuk Pemeriksaan Kanker Serviks

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 17 September 2014 21:13 9:13 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 17 September 2014 21:13
Bagikan
Human Papillomavirus.
Bagikan

TES urin sederhana untuk mengetahui virus yang menyebabkan kanker serviks dapat menjadi alternatif yang bisa lebih terima dan kurang memberi gangguan dibanding tes konvensional smear serviks, kata para peneliti, Selasa (16/9/2014).

Dalam penelitian guna membandingkan akurasi antara tes sampel urin dengan smear, ilmuwan dari Inggris dan Spanyol mendapatkan hasil yang baik, bahwa menggunakan tes urin untuk mendeteksi human papillomavirus (HPV) bisa meningkatkan perempuan yang ingin diperiksa.

“Deteksi HPV dengan urin kurang menimbulkan gangguan, mudah dilakukan, dan dapat diterima perempuan, serta hasilnya cukup memberikan keyakinan,” kata para peneliti, dilansir laman The BMJ –versi online British Medical Journal– dan Reuters.

Penelitian, yang menganalisis 14 penelitian yang melibatkan 1.443 wanita yang aktif secara seksual, dipimpin oleh Neha Pathak dari Unit Penelitian Kesehatan Perempuan di Queen Mary University of London.

Dibandingkan dengan sampel smear serviks, tes HPV urin memiliki sensitivitas secara keseluruhan –proporsi kecermatan positif dalam mengidentifikasi– sebanyak 87 persen, dan spesifisitas –proporsi kecermatan negatif dalam mengidentifikasi– sebanyak 94 persen.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Tes urin untuk strain resiko tinggi HPV yang menyebabkan sebagian besar kasus kanker serviks, memiliki sensitivitas secara keseluruhan 73 persen dan spesifisitas 98 persen, dibandingkan dengan sampel serviks.

HPV adalah salah satu infeksi seksual yang paling umum ditularkan, dengan 80 persen wanita yang aktif secara seksual terinfeksi di beberapa titik dalam hidup mereka.

Infeksi dengan strain berisiko tinggi HPV dapat menyebabkan kanker serviks, yang membunuh sekitar 266.000 perempuan per tahun secara global, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Sebagian besar kematian akibat kanker serviks berada di negara-negara miskin, di mana akses ke metode pemeriksaan dan pencegahan kurang banyak tersedia.

Dalam tes smear, alat yang disebut spekulum dimasukkan ke dalam vagina untuk memungkinkan akses ke leher rahim, dan kuas digunakan untuk mengumpulkan sel dari permukaan leher rahim.

Di negara maju, pemeriksaan serviks untuk HPV telah dilakukan dan tersedia selama bertahun-tahun dan mampu mendeteksi banyak kasus kanker potensial, sebelum gejalanya berkembang.

Baru-baru ini program imunisasi nasional dengan menggunakan vaksin dari Merck dan GlaxoSmithKline telah diluncurkan untuk melindungi perempuan dari HPV.

Namun di negara-negara berkembang, di mana terdapat 445.000 kasus yang didiagnosis dan 230.000 perempuan meninggal karena kanker serviks pada tahun 2012, infrastruktur belum tersedia untuk menjalankan program pemeriksaan secara nasional dan vaksinasi HPV masih kurang dilakukan.

Mengomentari studi yang dilakukan Pathak, Henry Kitchener, profesor dan Kepala Onkologi Ginekologi di Universitas Manchester mencatat, bahkan di negara maju seperti Inggris, misalnya, cakupan pemeriksaan serviks telah jatuh di bawah 80 persen dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini sebagian disebabkan faktor emosional seperti rasa malu atau takut terhadap ketidaknyaman pemeriksaan speculum.

Dengan menggunakan tes urine bisa mendorong para wanita untuk melakukan pemeriksaan secara rutin, kata Kitchener. Sementara di negara-negara berpenghasilan rendah dan tidak memiliki infrastruktur, “dengan melakukan tes urin mungkin akan lebih memberi kenyamanan dan lebih murah bagi wanita yang ingin melakukan pemeriksaan,” sebutnya.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bangladesh Kurangi Hukuman Tokoh Jamaat-e-Islami
Tulisan selanjutnya Berburu Amal dan Berpacu dengan Waktu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?