Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Pada 2040 Indonesia Hadapi Masalah Penuaan Penduduk

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 Mei 2016 20:18 8:18 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 Mei 2016 20:18
Bagikan
Hasil Sensus Penduduk tahun 2010 menunjukkan Indonesia termasuk lima besar negara dengan jumlah penduduk lanjut usia terbanyak di dunia yakni mencapai 18,1 juta jiwa pada 2010 atau 9,6 persen dari jumlah penduduk.
Bagikan

Hidayatullah.com–Bank Dunia (World Bank) menyatakan Indonesia akan menghadapi masalah penuaan penduduk dengan semakin menyusutnya persentase jumlah usia angkatan kerja pada 2040.

“Indonesia tidak memperoleh dampak negatif penuaan sampai 2040. Penuaan di Indonesia tidak menghantam cepat seperti di Korea Selatan dan Jepang,” kata Ekonom Utama Bank Dunia Phillip O’Keefe pada laporan Masalah Penuaan di Asia Timur dan Pasifik di Jakarta, Senin (23/5/2016).

Philip mengatakan, sejumlah negara di Asia Timur dan Pasifik (ATP), termasuk Indonesia, saat ini mengalami tingkat penuaan yang sangat cepat, terutama Jepang, Korea, Hongkong dan Singapura yang memiliki penduduk usia di atas 65 tahun mencapai 14 persen dari total penduduk pada 2010.

Penurunan persentase usia kerja di Korea Selatan diperkirakan melebihi 5 persen, sedangkan Tiongkok diperkirakan mengalami penurunan hingga 90 juta penduduk usia kerja antara tahun 2010-2040

Sementara itu, Indonesia, Malaysia, Mongolia, Thailand dan Vietnam termasuk kelompok menengah dengan rata-rata enam persen penduduk lansia pada 2010 dan perkiraan pertumbuhan 24 persen penduduk lansia setelah 2040.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Negara-negara yang masih “muda” mencakup Kamboja, Laos, Myanmar, Filipina, PNG yang memiliki rata-rata 4 persen penduduk lansia pada 2010 dan pertumbuhan 13 persen lansia setelah 2060.

Philip menjelaskan, saat ini Indonesia masih menikmati bonus demografi. Namun sudah saatnya mempersiapkan strategi untuk menghadapi masalah penuaan penduduk yang dikhawatirkan menjadi beban demografi.

Adapun strategi tersebut adalah sistem pensiun yang harus dibenahi dan perbaikan layanan kesehatan ketika penduduk memasuki usia lansia.

“Risiko terbesar penuaan adalah risiko fiskal. Jika tidak ada sistem yang diubah, akan banyak kemiskinan terjadi di usia tua dan akhirnya pemerintah harus mengeluarkan anggaran belanja yang lebih besar,” kata Philip, seperti dilansir Antara.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kemiskinanpenduduk usia tua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Baitul Hikmah dan Tragedi Tatar [2]
Tulisan selanjutnya Saudi, Turki, Indonesia, dan IDB Dirikan Bank Infrastruktur Syariah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?