Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Berpuasa Membangun Sistem Kekebalan Tubuh

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 Juni 2016 20:32 8:32 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 Juni 2016 16:16
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SELURUH sistem kekebalan tubuh seseorang dapat diremajakan dengan berpuasa, sedikitnya tiga hari karena dapat memicu tubuh untuk mulai memproduksi sel-sel darah putih baru, studi menunjukkan.

Puasa dapat meregenerasi seluruh sistem kekebalan tubuh, bahkan pada orang tua. Para ilmuwan menyebutkan, penemuan ini merupakan terobosan “luar biasa”.

Meskipun diet berpuasa dikritik oleh ahli gizi karena dianggap tidak sehat, penelitian baru ini menunjukkan kondisi, berpuasa dapat membangkitan sel induk untuk memproduksi sel darah putih baru guna melawan infeksi.

Dilaporkan The Telegraph, para ilmuwan di University of Southern California mengatakan, penemuan ini bisa sangat bermanfaat bagi orang yang menderita gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti pada pasien kanker kemoterapi.

Hal ini juga bisa membantu orang tua yang sistem kekebalan tubuh sudah kurang efektif dengan bertambahnya usia mereka, sehingga sulit bagi mereka untuk melawan penyakit, bahkan pada penyakit yang umum.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Para peneliti mengatakan, puasa “menghidupkan saklar regeneratif”, yang mendorong sel-sel induk menciptakan kondisi baru sel darah putih, khususnya regenerasi sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan.

“Ini memberikan sinyal ‘OK’ agar sel-sel induk terus maju dan mulai berkembang biak, dan membangun kembali seluruh sistem,” kata Prof Valter Longo, Profesor of Gerontology dan Biological Sciences di University of California.

“Dan kabar baiknya bahwa tubuh menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak atau tua, bagian-bagian yang tidak efisien, selama puasa.”

“Sekarang, jika Anda mulai mengalami sistem yang rusak berat akibat kemoterapi atau penuaan, siklus berpuasa dapat menghasilkan, secara harfiah sistem kekebalan tubuh yang baru.”

Berpuasa yang lebih banyak memaksa tubuh menggunakan simpanan glukosa dan lemak, serta menyebarkan sebagian besar sel-sel darah putih.

Selama siklus berpuasa, penipisan sel darah putih menyebabkan perubahan yang memicu sel induk melakukan regenerasi atas sel-sel sistem kekebalan baru.

Dalam uji coba, sejumlah orang diminta untuk secara teratur berpuasa antara dua sampai empat hari selama periode enam bulan.

Para ilmuwan menemukan, puasa yang lebih banyak juga bisa mengurangi enzim PKA, yang terkait dengan penuaan dan hormon yang meningkatkan risiko kanker dan pertumbuhan tumor.

“Kita tidak bisa memprediksi bahwa puasa terus menerus akan memiliki efek yang luar biasa dalam mendorong regenerasi sel induk pada sistem hematopoietik,” tambah Prof Longo.

“Ketika Anda lapar, sistem mencoba untuk menghemat energi, dan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi adalah dengan mendaur ulang banyak sel kekebalan yang tidak diperlukan, terutama yang mungkin telah rusak,” kata Longo.

“Apa yang kita lihat, baik sistem manusia atau hewan, jumlah sel darah putih turun dengan puasa yang terus-menerus. Kemudian ketika kita kembali makan, sel-sel darah kembali lagi. Jadi kita mulai berpikir, bagaimana kok bisa begitu?”

Puasa selama 72 jam melindungi pasien penderita kanker dari dampak racun kemoterapi.

“Sementara kemoterapi menyelamatkan nyawa, tetapi hal itu juga menyebabkan kerusakan secara signifikan terhadap sistem kekebalan tubuh.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi beberapa efek berbahaya dari kemoterapi,” kata co-author Tanya Dorff, asisten profesor kedokteran klinis di USC Norris Comprehensive Cancer Center and Hospital.

“Diperlukan lebih banyak lagi studi klinis, dan setiap pelaksanaan diet tersebut sebaiknya hanya dilakukan di bawah bimbingan dokter.”

“Kami sedang menyelidiki kemungkinan bahwa efek ini dapat diterapkan pada berbagai sistem dan organ, bukan hanya sistem kekebalan tubuh,” tambah Prof Longo.

Namun, beberapa ahli Inggris skeptis terhadap penelitian tersebut. Dr Graham Rook, profesor emeritus imunologi di University College London, mengatakan bahwa penelitian tersebut terdengar “mustahil”.

Namun bagi umat Islam cukup yakin dengan kebenaran dari Rasulullah Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bahwa berpuasa itu menyehatkan.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berpuasaRamadhan 1437 Hsistem kekebalan tubuh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tunisia Gandakan Beasiswa untuk Pelajar Palestina
Tulisan selanjutnya Menjelang 10 Hari Terakhir Ramadhan, Bersiaplah Beri’tikaf (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Terbaru

  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?