Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

NASA Akan Beli Debu Bulan Seharga 1 sampai 15.000 AS Dollar

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 5 Desember 2020 11:17 11:17 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 5 Desember 2020 11:17
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — NASA akan membayar perusahaan-perusahaan paling sedikit 1 dollar AS untuk sampel bulan yang dijual kepada badan penerbangan dan antariksa itu. Dilansir Al Jazeera pada Jumat (04/12/2020), NASA mengumumkan pada Kamis pihaknya memberikan kontrak kepada empat perusahaan untuk mengumpulkan tanah yang diambil dari bulan seharga 1 hingga 15.000 AS dollar, harga terendah yang dimaksudkan untuk menjadi contoh bagi eksploitasi sumber daya ruang angkasa di masa depan oleh sektor swasta.

Kontrak tersebut diperuntukkan kepada Lunar Outpost of Golden, Colorado sebesar $ 1; ispace Jepang di Tokyo seharga $ 5.000; ispace Europe of Luxembourg seharga $ 5.000; dan Masten Space Systems of Mojave, California seharga $ 15.000.  “Saya pikir sungguh luar biasa bahwa kami dapat membeli regolith bulan dari empat perusahaan dengan total $ 25.001,” kata Phil McAlister, direktur Divisi Penerbangan Luar Angkasa Komersial NASA.

Perusahaan-perusahaan itu berencana untuk melakukan pengumpulan selama misi tak berawak yang sudah dijadwalkan ke Bulan pada tahun 2022 dan 2023.  Perusahaan akan mengumpulkan sejumlah kecil tanah bulan, yang dikenal sebagai regolith, dari Bulan dan memberikan citra kepada NASA tentang pengumpulan dan materi yang dikumpulkan.

Kepemilikan tanah bulan kemudian akan dialihkan ke NASA dan itu akan menjadi “satu-satunya milik NASA untuk digunakan oleh lembaga di bawah program Artemis”. Di bawah program tersebut, NASA berencana untuk mendaratkan manusia di Bulan pada tahun 2024 dan meletakkan dasar untuk eksplorasi berkelanjutan dan misi akhirnya ke Mars.

“Pengambilan sampel adalah bagian yang sangat penting dari apa yang kita lakukan hari ini,” kata Mike Gold, penjabat administrator asosiasi NASA untuk hubungan internasional dan antarlembaga.  “Kami pikir sangat penting untuk menetapkan contoh yang dapat diekstraksi oleh entitas sektor swasta, dapat mengambil sumber daya ini, tetapi NASA dapat membeli dan memanfaatkannya untuk mendorong tidak hanya aktivitas NASA, tetapi era dinamis baru dari pengembangan publik dan swasta serta eksplorasi pada bulan,” tambahnya.*

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir
Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:antariksabulanDebu BulanNASA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Babi, Metode Baru Rezim China Menggusur Muslim Uighur (1)
Tulisan selanjutnya Babi, Metode Baru Rezim China Menggusur Muslim Uighur (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?