Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Sedotan Emas-Perak Berusia Ribuan Tahun Ditemukan di Makam Rusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Januari 2022 16:29 4:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Januari 2022 16:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Seperangkat tabung panjang terbuat dari emas dan perak berasal dari sekitar 5.500 tahun silam yang ditemukan di daerah Kaukasus Utara di Rusia kemungkinan sedotan tertua yang pernah ditemukan arkeolog.

Delapan tabung berdinding tipis itu, masing-masing memiliki panjang lebih dari satu meter dengan lubang di ujungnya, ditemukan di dalam tiga peti terbesar berisi sisa-sisa jasad manusia yang digali dalam ekskavasi di sebuah gundukan tanah dekat Maykop pada musim panas 1897.

Tabung-tabung itu, sekarang disimpan di museum Hermitage di St Petersburg, berasal dari era milenium keempat sebelum Masehi. Tabung panjang itu dibuat dari beberapa potongan yang disambung. Empat di antaranya memiliki hiasan berbentuk banteng kecil terbuat dari emas dan perak.

Para pakar sebelumya menduga tabung-tabung itu kemungkinan digunakan sebagai penyangga kanopi yang digunakan dalam prosesi pemakaman atau tongkat kerajaan. Akan tetapi sebuah tim ahli di Rusia mengatakan bahwa benda-benda itu mungkin digunakan sebagai sedotan untuk minum bir dari sebuah wadah yang dipakai bersama.

“Apabila benar, benda-benda ini merupakan bukti material paling awal dari kebiasaan minum melalui tabung panjang – praktik yang umum dilakukan selama pesta di era milenium ketiga dan kedua sebelum Masehi di Timur Dekat kuno,” tulis para peneliti seperti dilansir The Guardian Rabu (19/1/2022).

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Dalam laporan penelitian yang dimuat di jurnal Antiquity, tim pakar menduga item tersebut adalah sedotan yang “dirancang untuk menyeruput jenis minuman yang memerlukan penyaringan saat dikonsumsi”.

Para peneliti mengatakan teori mereka didukung oleh sejumlah bukti termasuk gambar yang tertera pada segel dari Iran dan Iraq yang berasal dari milenium kelima hingga keempat SM tentang orang-orang yang menggunakan sedotan untuk minum. Sementara dari milenium ketiga SM, gambaran jamuan makan bersama – yang menunjukkan sekelompok orang menyedot bir melalui tabung panjang dari sebuah wadah – merupakan gambar populer dalam karya seni bangsa Mesopotamia.

Penulis laporan itu menambahkan bahwa batang buluh, yang dibungkus dengan lembaran emas, serta dua tabung minum logam, ditemukan di dalam makam seorang wanita yang dikenal sebagai Ratu Puabi di pemakaman keluarga kerajaan di Ur, berasal dari masa sekitar 4.500 tahun silam.

Tabung yang di bagian ujungnya terdapat lubang-lubang kecil, bentuknya konsisten dengan penyaring metal yang dipasang di bagian bawah sedotan yang biasa dipakai masyarakat di kawasan Levant (kawasan pesisir Mediterania sekarang Palestina, Libanon, Suriah) dan orang-orang di Mesopotamia (sekarang Iraq) pada masa dua milenium sebelum Masehi.

“Seperangkat delapan tabung minum di makam Maykop oleh karena itu kemungkinan merupakan peralatan pesta yang dipakai oleh delapan individu, yang dahulu kala duduk bersama menikmati minuman bir yang disedot dari satu wadah besar yang ditemukan juga di dalam makam tersebut,” tulis para peneliti.

Tim peneliti mengatakan bahwa mereka menemukan bukti jejak tepung barley di bagian ujung salah satu tabung, meskipun temuan itu bukan bukti konklusif bahwa minuman yang dulu dikonsumsi merupakan bir. Sebagaimana diketahui, barley biasa dipakai orang dari berbagai bangsa dulu dan sekarang untuk membuat bir dan minuman lain.

“Posisi di mana tabung-tabung itu ditemukan bersama jasad menunjukkan pentingnya pesta dalam upacara pemakaman dan peringkat sosial yang tinggi dari seseorang yang mengadakan perjamuan itu,” kata Viktor Trifonov, penulis pertama laporan itu yang merupakan ilmuwan dari Russian Academy of Sciences.

Prof Augusta McMahon dari University of Cambridge, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan hasil penelitian itu sangat meyakinkan.

“Bir di masa lampau kemungkinan mengandung “gumpalan” sedimen, dan penyaring sedotan merupakan alat yang diperlukan,” kata McMahon, seraya menambahkan bahwa benda semacam itu populer di kalangan masyarakat Mesopotamia pada masa milenium ketiga hingga kedua sebelum Masehi.

“Sedotan minuman ini mengungkap pentingnya kebiasaan jamuan makan dan minum bersama di masa lampau sebagai alat mumpuni untuk menjalin koneksi sosial, sebagaimana perayaan-perayaan dan pesta-pesta pada zaman sekarang,” kata McMahon.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MaykopMesopotamiarusiaSedotan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tegak Minuman Keras Dua Pemuda di Tasikmalaya Perkosa Anak Berkebutuhan Khusus
Tulisan selanjutnya Ridwan Kamil Mimya Arteria Dahlan Minta Maaf, PDI-P Sebut Hormati Suku Sunda

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?