Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Studi Terbaru, Ponsel dan Google Bikin Masyarakat Inggris “Amnesia”

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 8 Juli 2015 08:05 8:05 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 8 Juli 2015 07:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Kehadiran Google dan ponsel pintar yang mampu memudahkan kegiatan manusia ternyata memiliki dampak buruk. Keduanya membuat masyarakat di Inggris ‘hilang ingatan’.

Sebuah studi dari Kasperksy Lab mengungkapkan pengaruh ponsel pintar dan Google yang senantiasa selalu siap 24 jam mengerahkan informasi tentang hal apa saja tanpa dipertahankan sebagai memori oleh para pengguna.

Diberi nama istilah “digital amnesia”, ‘penyakit’ ini sedang dialami oleh masyarakat Inggris.

Dari responden yang berusia 16 hingga 24 tahun, mereka menyatakan telah bergantung pada ponsel pintar mereka dalam segal hal yang sekiranya perlu betul-betul diingat. Contohnya, mereka menyimpan informasi kontak orang lain dan rincian penting lainnya hanya di perangkat digital mereka saja.

Sementara ada sebanyak 71 persen orang dewasa yang tidak bisa mengingat nomor telepon anak-anak mereka karena terlalu mengandalkan ponsel pintar.

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

“Kita perlu paham terhadap implikasi jangka panjang mengenai cara kita mengingat sesuatu dan bagaimana kita melindungi ingatan tersebut,” ujar Principal Security Research Kaspersky Lab, David Emm, mengutip situs The Telegraph.

Ia menyambung, “kehadiran ponsel pintar dan mesin pencari Google yang tak butuh banyak usaha untuk diakses, adalah akar dari kebiasaan manusia dalam mencari dan menyimpan informasi. Saking praktisnya, maka kita merasa tak lagi penting untuk mengingat itu semua.”

Dokter Kathryn Mills dari UCL Institute of Cognitive Neuroscience mengibaratkan akses internet seperti listrik dan air yang mengalir di kehidupan manusia.

“Lupa akan sesuatu tentu bukan hal buruk. Manusia adalah makhluk adaptif dan kita tidak bisa mengingat semua hal. Namun, lupa bakal berujung bahaya apabila menyangkut hilangnya informasi yang seharusnya diingat,” terang Mills.

Adapun studi dari Microsoft yang menunjukan rentang waktu perhatian dari manusia telah merosot dari 12 detik menjadi delapan detik pada tahun 2000 silam di mana revolusi mobile dimulai.

Sebuah riset yang dibuat pada 2012 lalu juga menunjukan banyak pihak sekolah yang khawatir apabila rentang waktu perhatian para murid menjadi semakin singkat karena lebih gemar menghabiskan waktu di ranah online.

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anomali TeknologigadgetgooglepelajarPonsel dan Google Bikin Masyarakat Inggris "Amnesia"RisetsmartphoneStudiStudi Terbaru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Minta Pemudik Waspadai Penjahat Penghipnotis
Tulisan selanjutnya Agar 1 Syawal Bersamaan, Menag Berharap Umat Satukan Pandangan Tentang Hilal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?