Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tekno

Beginilah Zionis Mempersiapkan Remaja dan Pelajar jadi Generasi Tentara Siber

Ahmad
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2024 14:08 2:08 pm
Ahmad
Dipublikasikan 30 Agustus 2024 13:15
Bagikan
Israel menyiapkan siswa dan remaja dalam Israel Cyber Campus
Bagikan

Hidayatullah.com | DI TENGAH kesenjangan 3,4 juta pekerja keamanan siber di seluruh dunia, Zionis Israel mendirikan Israel Cyber Campus guna mengajarkan remaja Amerika Utara tentang siber dengan metode yang sama yang digunakan untuk melatih pasukan penjajha IDF yang selama ini diterapkan melawan pejuang Palestina.

Diketahui, keamanan siber merupakan prioritas utama bagi perusahaan-perusahaan terbesar di dunia termasuk Alphabet, Meta, Apple, Microsoft, dan Amazon, yang semuanya telah melakukan investasi besar dalam mengembangkan bidang tersebut.

Namun, bahkan dengan miliaran dolar yang dialokasikan untuk siber, semua perusahaan terbesar di dunia berjuang dengan masalah yang sama: ketidakmampuan untuk mempekerjakan karyawan keamanan siber yang terampil.

Faktanya, menurut sebuah studi oleh asosiasi keamanan siber nirlaba, (ISC)2, terdapat kesenjangan 3,4 juta pekerja keamanan siber di seluruh dunia dan kesenjangan tersebut tumbuh lebih cepat daripada tenaga kerja.

Kesenjangan ini secara signifikan mengurangi efektivitas upaya keamanan siber yang diperlukan untuk melindungi organisasi dari serangan.

Baca Juga

Sejumlah Kementerian Zionis Diserang Hacker Dunia  
Kecerdasan Buatan Tetap Terbatas Gunakan Sumber Daya yang Ada
Tak Dapat F-35, Turki Luncurkan KAAN, Pesawat Siluman Generasi ke-5
PP Muhammadiyah Luncurkan Aplikasi MASA
Google Sudah Lewat, Gen Z Cari Berita dan Informasi di TikTok

“Siber adalah peperangan,” kata Yigal Unna, Presiden Israel Cyber Campus dikutip Time of Israel, menjelaskan mengapa kampus ini didirikan.

“Karyawan siber adalah pejuang. Mereka perlu menghadapi kesulitan di dunia nyata dan berlatih menjadi pejuang seperti halnya pejuang berlatih judo,” katanya.

Karier yang menjanjikan

Didirikan pada tahun 2022, Israel Cyber Campus mempersiapkan para siswa untuk berkarir di dunia maya, baik sebagai pembela yang bertanggung jawab untuk mempertahankan diri dari serangan maupun sebagai pengembang.

Para siswa di Israel Cyber Campus akan mendapatkan pengalaman langsung dan belajar dari para pakar dunia maya terbaik di Israel dari unit dunia maya paling elit di IDF.

Kursus dan pelatihan tersebut dirancang untuk mempersiapkan para siswa untuk berkarir yang menjanjikan di industri yang berkembang pesat ini.

Menurut Time of Israel, kampus sekolah siber ini akan mengajarkan kursus tatap muka dan daring kepada orang-orang yang memasuki dunia kerja dan kepada para remaja yang ingin maju sebelum melanjutkan ke perguruan tinggi atau ketentaraan.

Salah satu program mereka yang paling menjanjikan adalah kursus intensif daring yang ditujukan untuk siswa sekolah menengah atas di Amerika Utara, Kanada, dan Australia, di mana para siswa menggunakan simulator AI yang dirancang untuk melatih pasukan penjajah Zionis, IDF.

“Kursus ini membuka jendela masa depan bagi para siswa,” kata Pendiri kampus Ronit Hasin Hochman. “Ketika orang-orang diperkenalkan ke dunia ini di usia muda, itu adalah kesempatan besar untuk karier yang kuat dan penting,” tambahnya.

Mengingat tingginya permintaan, tanggal pendaftaran September ditutup “Kami menambahkan tanggal baru untuk memastikan bahwa kami dapat memenuhi permintaan.” Hochman melanjutkan “dua tanggal pendaftaran tambahan akan tersedia dengan harga peluncuran.”

Saat ini, karier di bidang siber merupakan salah satu pekerjaan dengan bayaran tertinggi di pasaran, terutama bagi pembela yang sangat terlatih yang dapat secara efektif menghentikan serangan siber.

Keterampilan ini sangat langka, tetapi sangat berharga, sehingga perusahaan bersedia membayar mahal kepada orang yang tepat.

Namun, satu-satunya cara untuk memperoleh keterampilan yang sangat dicari ini adalah dari pengalaman di dunia nyata. Kampus Siber Israel telah merancang kursusnya untuk mensimulasikan serangan siber di dunia nyata, mempersiapkan siswa untuk karier yang sebenarnya.

Yang dibutuhkan siswa hanyalah laptop dan motivasi tinggi dan mereka akan belajar tentang keamanan internet, privasi data, pengodean, dan literasi digital.

Kursus ini juga mencakup cara mendeteksi dan bahkan melakukan serangan. Tujuh puluh persen kursus diajarkan melalui kerja praktik.

Meskipun siswa mempelajari teori, sebagian besar kursus melibatkan penggunaan simulator AI yang memungkinkan siswa menggunakan pengetahuan mereka untuk mendeteksi dan mempertahankan diri dari serangan, persis seperti yang dilakukan di dunia nyata. Siswa belajar dari kenyamanan rumah mereka, melalui model kelas hibrida.

Keahlian Israel

Kursus diajarkan oleh para pakar terbaik di bidangnya dari unit intelijen 8200 di IDF. Mahasiswa yang menyelesaikan kursus akan menerima sertifikat penyelesaian yang ditandatangani oleh Unna, yang mengembangkan kursus tersebut bersama para pakar dari IDF, akademisi, dan dunia profesional.

Unna memiliki 33 tahun pengalaman di dunia siber. Sebagai veteran unit 8200 IDF, Unna menghabiskan sebagian besar kariernya di Shabak, tempat ia mengepalai divisi siber.

Ia juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Israel National Cyber Directorate (INCD) dari tahun 2017-2022. INCD adalah organisasi nasional yang bertanggung jawab atas ekosistem siber, termasuk melindungi negara dari serangan siber dan mengembangkan tenaga kerja dan industri.

Setelah masa jabatannya di INCD, Unna beralih ke sektor swasta untuk bergabung dengan Hochman saat ia mendirikan Kampus Siber Israel. Inspirasinya datang dari pengalaman pribadinya sebagai CEO dan Pendiri Improvate, sebuah perusahaan yang didedikasikan untuk membawa inovasi Israel ke pasar internasional.

Hochman menyadari bahwa dalam industri siber, tidak ada cukup banyak orang yang terampil dan bahkan karyawan siber saat ini tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang luas.

Israel diklaim sebagai salah satu pusat inovasi keamanan siber dunia, dengan lebih dari 450 perusahaan dan perusahaan rintisan keamanan siber serta lebih dari $7,5 miliar dalam investasi keluar pada tahun 2023, menurut Startup Nation Central Israel.

Menurut Hochman, pelatihan dan pendidikan ini tidak hanya mempersiapkan siswa untuk karier yang menjanjikan, tetapi juga membantu mereka membangun hubungan dengan negara palsu ‘Israel’.

“Kursus ini memungkinkan remaja Yahudi untuk berinteraksi dengan profesional Israel terkemuka dan membangun hubungan dari jauh,” ujarnya.

Sampai detik ini Israel Cyber Campus telah menyelenggarakan lebih dari 30 kursus di ‘Israel’ dan sekitar tujuh kursus di luar negeri, dan menarget akan memberikan banyal pelatihan di masa depan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineIDFIsrael Cyber CampuspelajarRemaja Amerikatentara keamanan siberZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Bentuk Satgas Pemberantasan Judi Online
Tulisan selanjutnya 2 Tentara IDF Tewas oleh Penembak Jitu Pejuang Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Trump Bilang 1.000 Rudal akan Memusnahkan Iran Apabila Presiden AS Dibunuh
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

IptekesTekno

Ratusan Nomor Telepon Terindikasi Penipuan Online Diblokir Pemerintah

16 November 2023 14:32
IptekesTekno

Kemenag Kembangkan Layanan Chatbot Al-Qur’an dengan Teknologi Artificial Intelligence

21 September 2023 20:49
pinjaman online
Tekno

Masyarakat Digital Mandiri Berdaulat dengan Platform Komunitas

28 Februari 2023 12:37
Tekno

Teguhkan Kiprah di Dunia Digital, Muhammadiyah Luncurkan Wikimu

24 Oktober 2022 21:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?