Doa Mustajab Pembuka Rezeki yang Halal
Hidayatullah.com | SETIAP orang mendambakan dikaruniai harta yang melimpah dan berkah. Memiliki harta yang melimpah tidaklah dilarang asalkan diperoleh dengan cara-cara yang halal dan dibenarkan agama. Kemudian, harta itu dinafkahkan pada tempat-tempat yang diridai Allah.
Salah satu bentuk ikhtiar yang memungkinkan memperoleh harta yang melimpah adalah dengan berbisnis. Berbisnis dengan niat yang lurus untuk memenuhi kebutuhan keluarga, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat bagi orang lain, insya Allah merupakan ladang amal saleh.
Niat yang lurus akan menumbuhkan semangat juang dan mentalitas yang tangguh dalam menjalankan bisnis yang kita tekuni. Pebisnis yang memiliki semangat juang dan mentalitas yang tangguh tidak akan pernah menyerah saat bisnisnya menghadapi berbagai rintangan dan tantangan yang berat sekalipun.
Ia senantiasa bersemangat mencari jalan keluar terbaik untuk mengatasi rintangan dan tantangan yang dihadapinya. Ia akan menjadi seperti air yang tidak pernah lelah mencari jalan keluar meski di sana sini dibendung.
Lubang sekecil apa pun akan dimanfaatkan untuk jalan aliran kemudian, karena niatnya dalam berbisnis lurus, maka ia juga akan memperkuat ikhtiarnya dengan istiqamah berdoa kepada Allah.
Hal penting yang harus menjadi perhatian para pelaku bisnis adalah berbisnis dengan diridai Allah, sehingga keuntungan (baca: rezeki) yang diperoleh merupakan rezeki yang halal dan thayyib. Rezeki yang thayyib adalah rezeki yang diperoleh dengan cara-cara yang halal dan dibenarkan oleh Islam serta penuh berkah.
Berbisnis yang benar ketika dijalankan dengan cara-cara yang benar dan harus memberikan manfaat dan maslahat bagi orang lain. Inilah bisnis yang akan mendatangkan rezeki yang thayyib.
Perumpamaan rezeki yang halal dan haram
Rezeki yang thayyib ibarat air jernih yang menghilangkan dahaga. Sedangkan, rezeki yang haram ibarat air got yang penuh dengan bakteri Bisa dibayangkan jika air got (baca: rezeki haram) itu diminum, tentu akan mendatangkan banyak kemudharatan.
Demikian pula dengan rezeki yang haram. la hanya akan mendatangkan berbagai kemudharatan bagi diri kita. Oleh karena itu, jangan pernah tergoda untuk mengeruk keuntungan yang besar dalam bisnis, tetapi ditempuh dengan cara yang haram, karena, keuntungan yang diperoleh statusnya menjadi haram.
Jangankan terhadap rezeki yang haram, terhadap rezeki yang subhat sekalipun kita dianjurkan untuk menghindarinya. Dalam Islam, telah jelas antara yang haram dan yang halal. Dan, di antara haram dan halal itulah terdapat ketidakjelasan (subhat).
Menghindari yang subhat berarti kita telah memelihara diri kita dari tercebur kepada keharaman. Sedangkan, jika kita tidak risih dengan hal-hal subhat, sangat mungkin kita terpeleset ke dalam keharaman.
Inilah doa mustajab pembuka rezeki yang halal:
اللّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَ رِزْقًا طَيِّبًا وَ عَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa
“Ya Allah, aku memohon kepadamu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik-baik dan amalan yang diterima.” (HR. Ahmad 6/322 dan Ibnu Majah 925)
Doa memohon dilapangkan rezeki halal
“اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ”
Allahummakfini bi halalika ‘an haramika wa aghniniy bi fadhlika ‘amman siwaka.
Artinya, “Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dari-Mu dan jauhkanlah aku dari yang Engkau haramkan. Dan cukupkanlah (kayakan) aku dengan keutamaan rezeki-Mu sehingga tidak perlu aku kepada selain-Mu.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).
Doa agar menjadi orang kaya yang shaleh
الهم اغفرني خط به کل یہ نعشني وجبرني ، واهدني صالح الأعمال و اخلاق و انه لا هادي لصالحها ولايصرف
Allaahummagh firlii khathaaya kullahaa, allaahumman “isynii wajburnii, wahdinii lishaalihil a’maali wal akhlaaq, wa innahu laa yahdii lishaalihihaa walaa yashrifu sayyi-ahaa illaa anta
“Ya Allah, ampunilah segala kesalahanku. Ya Allah, cukupkanlah aku (kebutuhanku), dan jadikanlah aku kaya. Tunjukkanlah aku pada amal dan akhlak yang shaleh karena sesungguhnya tidak ada yang dapat menunjukkan kepadanya, kecuali Engkau. Dan udak ada yang menghindarkan keburukan kecual Engkal.” (HR: Tahabrani)
Doa memohon rezeki yang luas hingga akhir hayat dan usia sudah senja
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّي , وَانْقِطَاعِ عُمْرِي , وَقُرْبِ أَجَلِي
Allahmummaj’al Ausa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinniy wanqithaai ‘umriy wa qurbi ajliy
Artinya: ”Ya Allah jadikanlah keluasan rizki-Mu kepadaku pada umur senjaku, Disaat terputus umurku dan dekatnya ajalku”
Doa memohon rezeki yang melimpah dan negeri yang aman
Doa Nabi Ibrahim ini diabadikan dalam Al-Qur’an dalam Surat al-Baqarah ayat 126:
رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ
Rabbij’al hâdzâ baladan âminan warzuq ahlahû minats tsamarâti man âmana minhum billâhi wal yaumil âkhir
Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah [2]: 126)
Doa agar mendapatkan rezeki yang berlimpah
رَبَّنَآ أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِّأَوَّلِنَا وَءَاخِرِنَا وَءَايَةً مِّنكَ ۖ وَٱرْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Rabbanaa anzil ‘alainaa maa’idatam minas samaa’i takuunu lanaa’idal li’awwalinaa wa aakhirinaa wa aayatam minka warzuqnaa wa anta khairur raaziqin(a)
“Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang bersama kami ataupun yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau, berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”(QS: Al-Ma’idah 114).*
Selain Doa Mustajab Pembuka Rezeki yang Halal, baca juga kumpulan doa-doa lain di sini