Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Desa ‘Satu Ginjal’, Simbol Penderitaan Rakyat Afghanistan

Ahmad
Terakhir diupdate: 18 Maret 2022 15:59 3:59 pm
Ahmad
Dipublikasikan 18 Maret 2022 19:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Warga Afghanistan rela menjual ginjal mereka sendiri karena masalah utang, pengangguran dan kekurangan sumber makanan. Kegiatan seperti ini telah menyebar ke kota Herat di Afghanistan barat hingga sebuah desa di daerah tersebut dijuluki ‘desa satu ginjal’.

Seorang warga, Nooruddin mengaku tak punya pilihan lain dan melakukannya demi kelangsungan hidup anak-anaknya. Dia mengatakan dia menjual organ dalamnya untuk waktu yang singkat.

“Saya merasa menyesal sekarang karena saya tidak bisa bekerja lagi,” katanya dikutip AFP. “Saya merasa mual dan tidak mampu mengangkat benda berat,” tambahnya saat ditemui wartawan AFP di rumahnya.

Nooruddin dan keluarganya sangat membutuhkan sumber keuangan sehingga putranya yang berusia 12 tahun harus mengambil upah pembersih sepatu sebesar 70 sen sehari. Pria itu termasuk di antara delapan orang yang ditemui wartawan AFP yang bersedia menjual ginjal mereka seharga US$1.500 (sekitar Rr 21 juta).

Seorang mantan ahli bedah terkenal di sebuah rumah sakit di kota Mazar-i-Sharif, Mohammad Wakil Matin, mengatakan tidak ada hukum yang mengatur penjualan organ manusia di antara penduduk negara itu.  Bagi Mohamad Bassir Osmani yang merupakan ahli bedah di rumah sakit Herat yang melakukan operasi transplantasi organ, ‘persetujuan’ individu itu penting.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dia mengatakan ratusan operasi telah berhasil dilakukan di Herat selama lima tahun terakhir. “Kami mengambil persetujuan tertulis dan rekaman video dari setiap pendonor organ.

“Kami tidak pernah menyelidiki dari mana pasien atau donor itu berasal, karena itu bukan tugas kami,” katanya.

Biasanya, orang Afghanistan yang sangat membutuhkan uang akan dicocokkan dengan pasien kaya dari India dan Pakistan yang bersedia datang ke Herat. Sementara itu, karena dua dari tiga anak Azyta kekurangan gizi, wanita tersebut bertekad untuk menjual ginjalnya.

“Saya menjual ginjal seharga US $ 2.700 (Rp 38 juta),” katanya. “Saya terpaksa melakukannya karena suami saya tidak bekerja dan kami memiliki hutang yang harus dibayar,” tambahnya.

Karena itu, suami Azyta pun berencana melakukan hal yang sama untuk mencari uang. Dia mengatakan bahwa orang-orang menjadi lebih miskin sehingga mereka bersedia mempertaruhkan hidup mereka karena urgensi hidup.

Mohamad Bassir mengatakan pemerintah Imarah Islam berrencana mengekang perdagangan organ dan membentuk sebuah komite untuk mengatur masalah tersebut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanginjalImarah Islam AfghanistanTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya doa pembuka rezeki Doa Mustajab Pembuka Rezeki yang Halal
Tulisan selanjutnya Puluhan Paus Pilot Mati Terdampar di New Zealand

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?