Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Login Ulang Rona Hati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Mei 2023 09:35 9:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Mei 2023 09:45
Bagikan
Bagikan

Kita mesti memperhatikan rona hati kita yang sejatinya lebih penting ketimbang rona wajah, jagalah hati karena ia adalah panglima

Oleh: Ali Mustofa Akbar

Hidayatullah.com | APA KABAR hati kita, apakah ia masih berfungsi dengan baik, masih dapat mendeteksi kebaikan dan keburukan? Ataukah ia sedang mati sehingga butuh di-log in lagi? Rona artinya menutupi sehingga membutakan hati.

Coba kita croschek, bila berbuat taat terasa nikmat dan berbuat maksiat terasa rungkad (tumbang, red). Itu tanda hati kita masih hidup.

Namun sebaliknya, bila rajin maksiat, hati kok fine-fine saja, jangan-jangan hati sedang mati. Apa penyebab hati tidak lagi mampu berfungsi dengan baik?

Baca Juga

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

Dijelaskan dalam Al-Quran bahwa tiada lain adalah dosa-dosa kita.

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Sekali-kali tidak! Tetapi apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.” (QS. Al-Muthaffifiin: 14).

Mengenai ayat ini, Hasan Al-Bashri rahimahumullah mengatakan sebagaimana terdapat dalam tafsir Ibnu Katsir:

وقال الحسن البصْري :هو الذنب على الذنب، حتى يعمى القلب، فيموت

“(yang menutupi hati) itu adalah dosa bertumpuk dosa sehingga membutakan dan mematikan hati.”

Senada dengan Ibnul Qayyim rahimahullah menuturkan dalam tafsirnya:

هو الذنب بعد الذنب

“Itu adalah dosa setelah (dilanjutkan) dosa berikutnya.”

Begitu yang terjadi jika melakukan maksiat di awal-awal berbuat maka hati masih akan mampu merasakan ketidak nyamanan, timbul perasaan cemas disertai penyesalan, tapi jika dosa itu diulang-ulang, akhirnya rasa cemas itupun menjadi hilang.

Sebagai contoh saat kita meninggalkan sholat, meninggalkan halaqah (mencari ilmu), dan mengerjakan sesuatu yang dimurkai oleh Allah lainnya  kemudian hati kita ada perasaan cemas, maka kita layak bersyukur karena InsyaAllah hati kita masih hidup.

Demikian halnya dalam dimensi politik, terlebih menghadapi tahun-tahun politik. Manakala kita sebagai politisi meninggalkan menyerukan kembali kepada syariat Allah, meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, dan justru bertahkim dengan hukum sekulerisme, berkompromi dengan liberalisme, dengan sudah tidak ada lagi perasaan bersalah.

Maka perlu kita periksa lagi hati kita. Jika berbuat dosa hati sudah merasa nyaman, maka hati butuh di-charger dengan taubat, istighfar dan meninggalkan perbuatan dosanya itu.

Sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ اللَّهَ وَتَابَ، صُقِلَ قَلْبُهُ، فَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا، حَتَّى تَعْلُوَ عَلَى قَلْبِهِ (وَهُوَ الرَّانُّ) الَّذِي ذَكَرَ اللَّهَ فِي كِتَابِهِ: كَلَّا بَلْ رانَ عَلى قُلُوبِهِمْ مَا كانُوا يَكْسِبُونَ

“Sesungguhnya apabila seorang hamba berbuat dosa, terdapat satu bintik hitam di dalam hatinya. Kemudian jika ia beristighfar dan bertaubat kepada Allah, bersihlah hatinya. Namun, jika ia kembali berbuat dosa, maka bintik hitam tersebut akan semakin bertambah di hatinya, sehingga menutupi hatinya sepenuhnya. Inilah yang  disebut ‘ar-rann’ yang disebutkan oleh Allah dalam kitab-Nya: “Sekali-kali tidak! Tetapi apa yang mereka kerjakan itu menutupi hati mereka’ (QS. 83:14).“ (HR. Tirmidzi)

Karena itu, sudah selayaknya kita mesti memperhatikan rona hati kita yang sejatinya lebih penting ketimbang memperhatikan rona wajah. Jagalah hati karena ia adalah panglima. Rasulullah ﷺ bersabda:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah bahwa dalam jasad manusia ada segumpal daging, jika baik maka baiklah seluruh anggota dan jika maka rusaklah seluruh anggota, ketahuilah itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim).*

Mahasiswa Ash-Shofwa University Mesir

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hatiHeadlineloginrona hati
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tunisia Penjarakan Tokoh Oposisi Rached Ghannouchi
Tulisan selanjutnya (Video) Aparat Saudi Berhasil Menyita ‘Gunung Narkoba’  Berisi 8 Juta Tablet Amfetamin 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?