Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Waspadai 3 Arus Hedonisme di Sekitar Kita [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Maret 2016 08:03 8:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Maret 2016 08:25
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Boros

Contoh lain berlebih-lebihan adalah dalam hal penampilan. Menutup aurat adalah wajib hukumnya bagi seorang muslim.

Namun ia tak mesti hingga membeli pakaian seharga dua juta rupiah, misalnya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Allah tak mempersulit keadaan hamba-Nya. Sebab perintah itu sebatas menutup aurat dengan pakaian sepantasnya.

Tanpa perlu berlebihan dengan pakaian seharga gila-gilaan sekadar mengikuti mode atau trendy.

Seiring waktu, alat komunikasi atau hand phone menjadi hal yang penting. Meski demikian adalah hal berkebihan jika membeli hand phone seharga sepuluh juta rupiahmasih ada kebutuhan mendesak lainnya atau dipakai bersedekah.

Gaya hidup hedonisme yang mengajarkan kesenangan dan kemewahan semata telah menyeret manusia bersikap boros.

Orang itu seolah buta dalam mengeluarkan harta demi berfoya-foya. Membeli sesuatu bukan lagi berdasar kebutuhan tapi menuruti keinginan dan nafsu semata.

Dalam ayat yang lain, Allah juga melarang seorang Muslim untuk boros atau membelanjakan harta bukan di jalan Allah dan tak memberi manfaat.

Allah berfirman:

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيراً

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً

“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan. Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra: 26-27)

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً

“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.” (QS. Al Furqan: 67).

Mufassir Abdurrahman as-Sa’di berkata: Orang yang boros disebut temannya setan karena setan tidaklah mengajak selain pada sesuatu yang tercela. Setan mengajak manusia untuk pelit dan hidup boros atau berlebih-lebihan.

Padahal Allah memerintahkan kita untuk bersikap sederhana dan pertengahan (tidak boros dan tidak terlalu pelit).

Hendaknya setiap Muslim menjauhi perbuatan israf dan tabzir ini. Tanpa sadar keduanya menggerogoti keimanan dan menjadikan seseorang kufur nikmat.

Sedang di saat yang sama seluruh rezeki dan nikmat tersebut kelak dimintai pertanggung jawaban di hari Akhirat.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Al-Ghazali mengatakan, setan selamanya akan memalingkan pandangan manusia pada orang yang berada di atasnya dalam masalah dunia.

Memilih gaya hidup hedonisme tentu tidak pernah memberi kepuasan dan kebahagiaan hakiki. Ibarat meminum asin semakin diminum rasa haus itu justru kian terasa.

Makin ia mencari ketenangan dan kesenangan, maka semakin ia tak menemukannya.

Penyakit kronis ini justru membuat seseorang lupa pada tanggungjawabnya. Setiap waktu dilewati hanya untuk mengejar kesenangan, membuatnya lupa tugas dan kewajiban selama hidup di dunia.

Hidup sederhana, qanaah, sabar dan pandai bersyukur adalah di antara tuntunan Islam dalam mengobati serta melawan budaya hedonisme.

Belajar berempati dalam hal-hal sederhana juga bisa meredam keinginan manusia dalam menuruti gejolak hawa nafsu.

Sebab ajaran Islam tak hanya bicara urusan akhirat tapi juga memikirkan kepentingan dunia. Ia diturunkan untuk maslahat pribadi dan kepentingan sosial dan masyarakat (kaffatan lin nas wa rahmatan lil alamin).*/Arsyis Musyahadah, seorang pengajar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhlakberlebih-lebihanBoroshedonismeisraftabzir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PENA Adakan Pelatihan Jurnalistik di Jogjakarta dan Balikpapan
Tulisan selanjutnya FPKS Cermati Dua Hal Revisi UU ITE atas Inisiatif Pemerintah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?