Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Inilah Isi Khutbah Wada’ Nabi Muhammad ﷺ di Padang Arafah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Juni 2023 10:03 10:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juni 2023 10:03
Bagikan
Bagikan

Di Arafah Nabi ﷺ menyampaikan khutbah Wada’, menegaskan semua manusia sama di hadapan Allah SWT, dilarang membunuh dan riba juga perlindungan pada wanita, inilah isi khutbah wada’ Nabi

Hidayatullah.com | HARI Selasa (27/6/2023) ini, jamaah haji di Arab Saudi akan segera memasuki waktu puncak ibadah haji pada dengan melaksanakan ibadah wukuf. Waktu wukuf diperkirakan sekitar jam 12.30 siang waktu Indonesia.

Secara makna dan hakekat, wukuf artinya berhenti. Ini mengisyaratkan, segala yang semula bergerak, suatu saat akan berhenti.

Semua yang hidup akan mati. Arafah menjadi lambang Padang Mahsyar, saat manusia menghadap Allah dengan status yang sama.

Manusia diam, cemas, dan penuh harap saat menunggu keputusan Allah Swt, surga atau neraka. Arafah adalah lambang maqam ma’rifah billah. Semua perbedaan sirna.

Baca Juga

Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
Jihad Santri di Era Modern
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat

Semua berstatus sama, sebagai hamba Allah. Wukuf juga bermakna pengenalan.

Di Arafah inilah umat Islam diminta untuk berdiam, merenung, berintrospeksi dan bertaubat kepada Allah Swt. Di Arafah, seorang Muslim diharapkan bisa lebih mengenali dirinya dan Allah Swt sebagai Tuhannya.

Wukuf mengisyaratkan pentingnya berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan duniawi, agar dapat berpikir, menimbang, dan merencanakan agenda kehidupan jangka panjang.

Menurut sejarah, di Arafah, Nabi Muhammad tinggal di sebuah tenda kecil di lembah Arnah. Pada sore hari, beliau mengendarai unta betinya menyusuri setengah bagian lembah Arafah.

Di sini, beliau menyampaikan khutbah yang dikenal dengan khutbah Haji Wada’‘. Sekarang di tempat ini berdiri sebuah masjid yang bernama Nimrah atau Namirah, yang dibangun pada pertengahan abad ke-2 H oleh penguasa Abbasiyah.

Di atas gunung, di ketinggian 200 kaki (61 m), Jabal Rahmah, Nabi Muhammad duduk di atas punggung unta. Beliau menyampaikan khutbah kepada sekumpulan orang yang jumlahnya diperkirakan mencapai 140 orang pada 632 M.

Ada banyak versi khotbah Wada’ Baginda Nabi, tetapi umumnya inti khutbah-nya sarma. Berikut adalah pesan Rasullullah dalam khotbah Wada’‘ tersebut yang penulis kutip dari Ash-Shiddiqie (2005);

"Sesungguhnya darahmu dan hartamu adalah haram atasmu seperti haramnya harimu, di bulan ini. Ketahuilah, segala sesuatu yang berasal dari ajaran jahiliah diletakkan di bawah telapak kakiku. Segala darah yang tumpah di masa jahiliah tidak dituntut bela lagi. Permulaan darah yang aku bebaskan dari darah-darah kamu ialah darah lbnu Rabiah ibn Haris. Dia bersusu dalam kalangan Bani Saad, lalu ia dibunuh oleh Khuzaimah.
Riba yang dilakukan di masa jahiliah dipandang tidak berlaku lagi. Permulaan riba yang kubebaskan ialah riba yang dibuat oleb Abbas ibn Abdul Muthalib. Ribanya semua menjadi batal.
Takutlah kepada Allah mengenai perihal wanita, karena kamu mengambilnya dengan amanah Allah dan kamu memperoleh kehalalan terhadap diri mereka dengan kalimat Allah. Hakmu terhadap diri mereka, ialah mereka tidak memberikan seseorang duduk di tempat tidurmu yang kamu tidak menyenanginya.
Jika mereka berbuat demikian, maka kamu boleh memukulnya dengan pu kulan yang tidak merusakkan (tidak sampai cedera), kamu wajib memberi rezeki dan pakaian kepada mereka dengan makruf.
Aku telah tinggalkan untukmu suatu pegangan yang kamu sekali-kai tidak akan sesat selamanya, jika kamu berpegang kepadanya, yaitu  Kitabullah. Dan apabila ditanyakan tentang diriku, maka apa yang akan aku jawab?" Para jamaah menjawab, "Kami bersaksi, bahwa engkau telah menunaikan dan telah berlaku jujur:
Kemudian Nabi mengisyaratkan dengan telunjuknya, yang diangkatnya, sambil berisyarat kepada mereka, "Wahai Tuhanku, saksikanlah. Wabai Tuhanku, saksikanlah. Wabai Tuhanku, saksikanlah." (HR. Muslim dan Jabir)

Isi khutbah Wada’‘ Nabi Muhammad ﷺ di Padang Arafah pada Haji Wada’ sangat penting dan memberikan pengajaran yang sangat berharga bagi umat Islam. Khutbah tersebut menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, menjaga kebersihan hati, memperhatikan hak-hak wanita, melarang riba, melarang perpecahan dan tumpah darah dan memperhatikan hak-hak Allah SWT serta makhluk-Nya.

Khutbah tersebut juga menegaskan bahwa semua manusia adalah sama di hadapan Allah SWT dan tidak ada perbedaan antara Arab dan non-Arab, kecuali dalam hal ketaqwaan.

Setelah khotbah ini, Allah Ta’ala menurunkan ayat:

اليَومَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا

“…Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…” (QS. Al-Maidah: 3).

Saat ayat ini turun, Umar bin Khattab pun menangis. Lalu ditanyakan kepadanya, “Apa yang menyebabkanmu menangis?”

Umar menjawab, “Sesungguhnya tidak ada setelah kesempurnaan kecuali kekurangan.”

Dari ayat tersebut, Umar merasakan bahwa ajal Nabi ﷺ telah dekat. Ketika syariat telah sempurna, maka wahyu pun akan terputus.

Jika wahyu telah terputus, maka tiba saatnya Rasulullah ﷺ kembali ke haribaan Rab-Nya. Dan itulah kekurangan yang dimaksud Umar, yakni kehilangan Nabi ﷺ.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arafahHeadlineKhutbah Wada’padang arafahPilihan Redaksiwukuf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jadi Imam Sholat Jamaah, Pria Muslim India Ditangkap Polisi
Tulisan selanjutnya Mudahkan Ibadah, BMH Bangun Tempat Wudhu dan Toilet Masjid Baiturrahman Bandung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer

Berita
1 November 2026 16:49
BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
Macklemore Janji akan Menyuarakan Pembebasan Palestina Sampai Napas Terakhir

Terbaru

  • Tifatul Sembiring Desak Kapolda Jateng Dicopot Buntut Penggeledahan Pesantren Himalatul Qur’an
  • Liga Arab Desak Penyelidikan Internasional Usut Penyiksaan Tahanan Palestina oleh ‘Israel’
  • KH Cholil Nafis Raih Penghargaan Tokoh Syariah 2026
  • Muhammadiyah Tawarkan Pendampingan Hukum untuk Kasus di Ponpes Hamalatul Qur’an
  • Auditor Halal sebagai Mata Rantai Kebaikan dalam Pengabdian
  • LBH Hidayatullah Kecam Penggerebekan Sewenang-Wenang Aparat di Pesantren Hamalatul Qur’an Sukoharjo
  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika

Mungkin Anda Juga Suka

Lentera Hidup

Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!

30 September 2026 19:34
Sejarah

Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

29 September 2026 12:00
Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?