Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Cinta Allah,  Cinta Rasul dan Cinta Syariat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2023 09:13 9:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2023 08:58
Bagikan
Bagikan

Cinta kepada Allah swt dan Rasul-Nya, menempati posisi tertinggi dalam hati seorang hamba,  mengalahkan kecintaannya pada dunia dan isinya 

Hidayatullah.com | PERASAAN cinta adalah perasaan yang naluriah dan fitrah adanya. Ia ada dan bersemayam dalam hati.  Perasaan cinta akan mendorong seluruh anggota badan untuk menampakannya dalam sikap, perkataan dan perbuatan. 

Demikianlah cinta, ia ada dalam setiap diri manusia.  Cinta tertinggi adalah cinta kepada Allah swt,  Al-Kholiq – Al-Mudabbir. Dan bukti cinta kepada Allah swt adalah dengan ittiba (mengikuti) Rasulullah ﷺ tentang bagaimana mengekspresikan cintanya kepada Allah swt,  yaitu dengan sami’na wa ato’na (kami dengar dan kami taat).

Pun begitu,  bukti kita cinta kepada Allah swt dan Rasul-Nya,  adalah dengan cinta kepada syariat-Nya.  Sebab hanya dalam syariat-Nya saja terdapat seluruh petunjuk untuk seluruh umat manusia,  sebagai bukti cinta Allah swt kepada hamba-Nya,  dan sebagai petunjuk bagi seorang hamba bagaimana membuktikan cintanya kepada Allah swt.

Sebab Allah Swt dan Rasul-Nya mencintai seluruh umat manusia,  maka manusia diberikan petunjuk dalam menjalani kehidupannya agar selamat didunia dan diakhirat. Selamat dari kedzoliman dan mendzolimi manusia.

Baca Juga

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

Semua petunjuk inilah yang disebut sebagai syariat-Nya.  Maka siapapun yang mencintai Allah swt dan Rasul-Nya,  ia akan mencintai syariat-Nya. 

Dan akan nampak dalam perkataan, sikap dan perbuatannya yaitu sesuai dengan tuntunan syariat.  Ia akan menjalankan seluruh perintah Allah swt  dan Rasul-Nya.  Dan ia akan meninggalkan seluruh larangan Allah swt dan Rasul-Nya.

Ia akan sigap dalam beribadah, sholat,  puasa, haji, zakat.   Ia pun akan berdakwah menyampaikan risalah Islam kepada manusia. 

Ia akan berjihad dengan harta bahkan dengan jiwanya. Dan ia akan melaksanakan seluruh perintah Allah swt dan Rasul-Nya tanpa nanti dan tanpa tapi.

Ia akan meninggalkan minuman khamr,  ia akan meninggalkan riba,  ia akan meninggalkan zina,  dan ia akan meninggalkan seluruh apapun yang dilarang oleh Allah swt dan Rasul-Nya.

Demikianlah bukti cinta kita kepada Allah swt dan Rasul-Nya adalah dengan cinta kepada syariat-Nya.  Saat cinta kepada Allah swt dan Rasul-Nya, menempati posisi tertinggi dalam hati seorang hamba,  ia akan mampu mengalahkan kecintaannya kepada dunia dan seisinya. 

Ia akan menempatkan kecintaan kepada dunia dan seisinya  dibawah kecintaannya kepada Allah swt dan Rasul- Nya. Dan ia akan menjadikan kecintaannya kepada dunia dan seisinya untuk merealisasikan kecintaannya kepada Allah swt dan Rasul-Nya. 

Kecintaannya kepada Allah swt dan Rasul-Nya,  akan menuntunnya untuk meniti jalan dakwah seperti jalan dakwah Rasulullah ﷺ,  tanpa melenceng sedikitpun. Ia akan menempuh thoriqoh dakwah Rasulullah ﷺ,  seberapun sulitnya.

Ia akan menjadi seorang ahli ibadah di malam hari dan bagaikan singa disiang hari  yang akan  menjadi seorang yang selalu siap membela Allah swt dan Rasul-Nya. 

Sebab bukti cinta adalah mengikuti yang dicintainya.  Dan akan selalu menjaga setiap amanah dari yang dicintainya. Bukti cinta adalah taat tanpa nanti tanpa tapi. 

Ia akan mengikuti jalan yang ditempuh seperti yang dicintainya. Maka wajar jika para sahabat begitu  taat dan patuhnya kepada syariat-Nya,  sebagai bukti cintanya kepada Rasulullah ﷺ. 

Sebab cintanya kepada Rasulullah ﷺ akan mengantarkan pada kecintaannya kepada Allah swt.

Hingga Abu Bakar Ash-Shiddiq ra,  sahabat Nabi ﷺ yang mulia,  selalu berusaha melakukan dan melaksanakan apapun yang dilakukan dan dilaksanakan oleh Baginda Rasulullah ﷺ. Hingga beliau selalu berusaha agar sama persis perilakunya seperti yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah ﷺ.

Hingga Rasulullah ﷺ mengabarkan padanya jika Abu Bakar Ash-Shiddiq ra akan masuk surga melalui pintu manapun yang disukainya.

Hingga Umar bin Khattab ra pun  merasa iri dengan amal sholih yang dilakukan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq ra dalam mengikuti Rasulullah ﷺ,  yang tidak pernah bisa diunggulinya.

Demikianlah bukti kecintaan para sahabat kepada Rasulullah ﷺ, taat syariat tanpa nanti dan tanpa tapi.

Hingga setelah wafatnya Baginda Rasulullah ﷺ,   pata sahabat betul-betul menampakan kecintaannya kepada Rasulullah ﷺ yang dapat mengantarkannya pada kecintaannya kepada Allah swt,  dengan melanjutkan amanah dakwah menyerukan kebenaran Islam kepada seluruh umat manusia,  hingga Islam menyebar luas, dikenal dan dipeluk sebagai keyakinan mayoritas penduduk bumi. Islam menjadi agama mayoritas masyarakat dunia.

Walaupun hari ini terjadi sekulerisasi agama,  hingga Islam hanya diambil sebagai agama ritual saja,  namun hal demikian tetaplah menjadi bukti telah sampainya risalah Islam kepada seluruh umat manusia.

Walaupun hari ini terjadi sekulerisasi agama, hingga Islam dijauhkan dari aspek politik yaitu pengurusan urusan umat manusia,  sehingga umat manusia menjadi sempit kehidupannya sebagai efek dari sekulerisasi agama ini.

Namun tetaplah keberadaan Islam yang dijauhkan dari aspek politik Islam menjadi bukti tersampaikannya Islam kepada seluruh umat manusia.

Walaupun terjadi sekulerisasi agama,  namun ajaran Islam yang diterima umat manusia yang tidak lagi utuh, tetaplah menjadi bukti bahwa risalah Islam telah sampai kepada seluruh umat manusia.

Artinya amanah dakwah yang dipikul Baginda Rasulullah ﷺ telah tertunaikan secara sempurna.  Hanya saja menjadi tugas bagi setiap muslim untuk melengkapi apa yang menjadi kewajibannya sebagai muslim sejati hari ini,  yaitu menyempurnakan pengetahuannya tentang risalah Islam yang sempurna, yang mampu mengatur seluruh aspek kehidupan.

Islam mengantarkan pada kebaikan dan keberkahan hidup seluruh umat manusia,   sehingga pernah menerangi kehidupan umat manusia dalam ketinggian akhlaq dan ajarannya,  selama empat belas abad lamanya. Dan menjadi rahmatan lil alamiin. Wallahualam.*/ Ayu Mela Yulianti binti Djuhdi

Yuk bantu dakwah media melalui BCA 1280720000 a.n. Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cinta Allahcinta duniacinta nabiHeadlineSyariat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pertemuan 100 Tokoh Dunia di Kuala Lumpur, Din Syamsuddin: Asia Tenggara Episentrum Peradaban Islam
Tulisan selanjutnya Jerman Tolak Klaim Peta ‘Timur Tengah Baru’ Penjajah ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan

Palestina Terkini
3 Juli 2026 21:08
BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Terbaru

  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
  • Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
  • UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
  • MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
  • Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
  • Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

13 Juni 2026 04:49
Kajian

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

26 Mei 2026 09:00
Kajian

Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya

26 Mei 2026 08:30
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?