Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Baca al-Quran Dibanding Buka Gadget?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Desember 2012 09:55 9:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Desember 2012 09:55
Bagikan
Bagikan

IMAM Ibnu Katsir berkata, “Allah menceritakan perihal Rasul dan Nabi-Nya, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau berkata: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Qur’an ini sebagai sesuatu yang diabaikan.” Hal itu dikarenakan kaum musyrikin tidak mau memperhatikan al-Qur’an, tidak juga mendengarkannya, sebagaimana firman Allah:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَا تَسْمَعُوا لِهَذَا الْقُرْآنِ وَالْغَوْا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَغْلِبُونَ

“Dan orang-orang kafir berkata: ‘Janganlah kamu mendengar dengan sungguh-sungguh akan al-Qur’an ini dan buatlah hiruk-pikuk terhadapnya, supaya kamu dapat mengalahkan mereka.” (QS. Fushshilat: 26).

Bila al-Qur’an dibacakan, mereka membikin banyak keributan dan membicarakan hal-hal lain, sehingga tidak bisa mendengar bacaannya. Ini termasuk mengabaikan al-Qur’an. Tidak mau mengamalkan dan menghafalnya, juga termasuk mengabaikannya. Tidak mau mengimani dan membenarkannya, juga termasuk mengabaikannya. Tidak mau merenungkan dan memahaminya, juga termasuk mengabaikannya. Tidak mau mengamalkannya, mematuhi perintah-perintahnya, dan menjauhi larangan-larangannya, juga termasuk mengabaikannya.
Kita justru sering condong kepada selain al-Qur’an, seperti syair, perkataan orang, nyanyian, permainan, ungkapan, atau tata-cara yang diambil dari selain al-Qur’an, juga termasuk mengabaikannya.

Kami memohon kepada Allah yang Maha Mulia, Maha Pemberi, dan Berkuasa atas segala sesuatu, agar menyelamatkan kita dari hal-hal yang mengundang murka-Nya, memperjalankan kita di dalam hal-hal yang mendatangkan ridha-Nya, seperti menghafalkan dan memahami Kitab-Nya, serta menegakkan konsekuensi-konsekuensinya sepanjang siang maupun malam, menurut cara yang Dia cintai dan ridhai. Sungguh Dia Maha Pemurah lagi Maha Pemberi,” demikian kata Ibnu Katsir.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Menurut al-Hafizh Ibnul Jauzi, banyak ulama lain yang berpandangan bahwa kalimat tersebut diucapkan oleh Rasulullah pada Hari Kiamat, ketika mendapati kenyataan sebagian umatnya yang tersesat, padahal Allah telah menurunkan bimbingan yang jelas, mudah, dan lengkap. Seolah-olah Allah bertanya kepada beliau, “Mengapa mereka masih bisa tersesat?” Jawaban beliau pasti, “Karena mereka tidak memperdulikan petunjuk-Mu, ya Allah.”

Oleh karenanya, Ibnu Mas’ud berpesan: “Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah sajian hidangan dari Allah (ma’dubatullah), maka ambillah darinya semaksimal yang kalian mampu. Sungguh, aku tidak melihat sesuatu yang lebih remeh dibanding sebuah rumah yang di dalamnya tidak ada sedikit pun bagian dari Kitabullah. Sungguh hati yang di dalamnya tidak ada sedikit pun bagian dari Kitabullah pastilah roboh, seperti robohnya rumah yang tidak berpenghuni.” (Riwayat ad-Darimi. Para perawinya terpercaya).

Lebih sering mana dengan smartphone

Mari mengevaluasi diri sendiri. Berapa banyak bagian dari Kitabullah yang ada di rumah kita? Tentu saja, bukan hanya Mushhaf dan terjemahannya, namun nilai-nilai, ajaran, dan bacaannya. Ketika al-Qur’an menyuruh menegakkan shalat, bagaimana di rumah kita? Saat al-Qur’an menyeru kaum wanita agar menutup aurat, seperti apa perilaku para wanita dari keluarga kita? Tatkala al-Qur’an menyuruh menjauhi perzinaan, bagaimana sikap kita? Di antara berbagai suara yang biasa terdengar dari rumah kita, apakah di antaranya terdapat bacaan aAl-Qur’an? Apakah ada bagian dari al-Qur’an yang bersemayam di hati dan pikiran kita? Bandingkan, lebih ringan mana: melantunkan nyanyian atau ayat-ayat Allah? Jika jawaban dari seluruh renungan ini negatif, maka pengaduan Rasulullah diatas sangatlah pantas, dan anjuran Ibnu Mas’ud pun amat tepat.

Renungan seperti ini sangat relevan sekarang. Kita hidup di zaman yang memberi kesempatan seluas-luasnya untuk berbagai hal, termasuk mengkaji aneka ide, gagasan, dan agama. Dengan perangkat-perangkat berteknologi mutakhir yang membanjiri pasar, sekaligus didukung kemampuan software dan operating system yang canggih, ditambah harga yang cukup terjangkau, sesungguhnya pilihan telah berada di ujung jari kita.

Dulu, seseorang harus mendatangi perpustakaan besar untuk mengkaji tafsir-tafsir otoritatif, namun kini justru kitab-kitab itu yang mendatanginya dalam bentuk digital contents yang praktis, ringan, dan seringkali gratis.

Demikian pula kitab-kitab hadits, akidah, siroh, sejarah, adab, akhlak, dsb. Pilihan bahasanya pun sangat luas, mulai dari bahasa internasional seperti Arab dan Inggris, atau berbagai bahasa yang kebanyakan hanya kita kenal namanya seperti Swahili, Malayalam, Amharic, dst.
Anda pasti tahu, bahwa sebuah perangkat elektronik yang amat tipis dan bobotnya tidak lebih dari satu kilogram, kini sanggup memuat ribuan kitab yang jika dicetak harus diangkut oleh beberapa truk trailer!

Banyak pula sofware yang bisa dengan mudah kita membaca al-Quran, mendalami isinya atau juga hadits-hadits.

Sayangnya, kemampuan gadget semacam itu lebih banyak diarahkan kepada yang negatif dan sia-sia. Mayoritas laptop, BB, i-Pad, smartphone, dsb. justru dipadati games dan sarana hiburan.

Bertanyalah kepada bocah-bocah SD yang sekarang ini sudah menenteng HP kemana-mana, untuk apa alat itu mereka pergunakan? Anda pasti sudah bisa menduga jawabannya. Yang jelas, bukan untuk mengakses ayat al-Qur’an, hadits Nabi, referensi standar, atau kisah teladan.

Sesungguhnya, ketika kitab-kitab standar bisa mendatangi kita dengan hanya memencet tombol, pada kenyataannya buku dan artikel “sampah” atau materi pornografi, juga sama mudahnya untuk mendatangi kita melalui alat-alat itu. Mengapa kita tidak memilih yang berguna, agar alat-alat yang kita beli dengan harga mahal itu tidak sulit dipertanggungjawabkan di akhirat?

Sebagai seorang Muslim, ada baiknya kita mewaspadai watak setiap peradaban. Boleh menggunakan alat-alat sebagai bagian produk peradaban, namun seharusnya bersikap hati-hati. Seperti tubuh, kita akan mati jika menolak mengonsumsi apa saja, tetapi kita juga akan mati jika mau memakan apa saja. Ada bahan yang baik bagi tubuh, ada juga yang buruk.

Perangkat-perangkat itu, yakni contents di dalamnya, semestinya kita sikapi seperti makanan bagi jiwa dan pikiran. Jangan ditolak semuanya, tetapi jangan diterima semuanya. Kita harus memakainya secara bijak, termasuk mengajari anak-anak kita bagaimana menggunakannya.
Inti dakwah Rasulullah adalah menyampaikan Al-Qur’an kepada segenap umat manusia; dan beliau tidak pernah bergeser darinya. Maka, sikap manusia pun terbelah secara nyata. Dan, betapa sering beliau harus menghadapi kenyataan-kenyataan getir, sampai-sampai beliau mengadu kepada Allah tentang perilaku mereka:

وَقَالَ الرَّسُولُ يَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُوراً

Berkatalah Rasul: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan al-Qur’an ini sebagai sesuatu yang diabaikan.” (QS. al-Furqan: 30).

Apakah maksud pengaduan beliau ini?

Kita patut khawatir, jangan-jangan zaman inilah penyumbang terbesar pengaduan Rasulullah kepada Tuhannya di akhirat nanti, padahal kita berada di dalamnya. Yakni, ketika lebih banyak orang yang tidak lagi perduli kepada Kitabullah, dan justru khidmat menyimak wejangan penyanyi, khusyu’ mengejer level game-game, manggut-manggut pada bualan peramal, dan penuh takzim pada saran dari para budak materi dan penyembah dunia. Jika kelak Rasulullah mengucapkan kalimat itu di hadapan Allah, apakah kita termasuk di dalamnya? Na’udzu billah.*/Alimin Mukhtar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengapa Yahudi-Israel Serakah dan Lupa Sejarah?
Tulisan selanjutnya Bismillaah… Kami Memasuki Jalur Gaza Lagi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?