Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Tiga Faktor Penyebab Gangguan Kepribadian Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 2 Desember 2014 05:39 5:39 am
Ahmad
Dipublikasikan 2 Desember 2014 05:39
Bagikan
Bagikan

MENJADI Muslim di era global seperti sekarang memerlukan keteguhan hati dan kesungguhan upaya untuk tetap eksis hidup di atas landasan iman dan takwa. Jika tidak, boleh jadi status kita masih sebagai Muslim, namun dalam konteks cara berpikir dan tindakan, semua justru jauh dari nilai-nilai Islam itu sendiri.

Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap Muslim mengerti tentang kepribadian Muslim yang benar agar terhindar dari pengaruh-pengaruh destruktif di era modern yang secara cepat atau lambat akan menggerus kepribadian kita sebagai seorang Muslim.

Pertama, lingkungan. Menurut Fathi Yakan dalam bukunya Musykilat Dakwah wa Ad-Duatyah penyebab gangguan kepribadian yang paling dominan adalah lingkungan. Terutama lingkungan tempat proses pembentukan kepribadian tidak Islami.

Lingkungan yang seperti itu jelas berpengaruh signifikan terhadap setiap orang yang hidup di dalamnya, baik disengaja maupun tidak.

Kedua, persahabatan. Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu anhu, bahwsannya dia mendengar Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam bersabda, “Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang mukmin dan jangan ada yang menyantap makananmu kecuali orang yang bertakwa.” (HR. Tirmidzin dan Abu Dawud).

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Kemudian, Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu memiliki prinsip hidup yang kuat dalam soal (persahabatan) ini. “Allah akan memberikan rahmat kepada seseorang yang mampu memberikan petunjuk kepadaku untuk mengetahui kejelekan-kejelekanku.”

Dengan kata lain, sahabat adalah penentu dominan baik tidaknya seseorang. Seorang Muslim yang salah dalam persahabatan atau lebih luasnya pergaulan, maka ia akan sulit untuk memahami dan mangamalkan ajaran-ajaran Islam. Terlebih sekarang kita berada di zaman yang internet telah membuang batas-batas komunikasi dan informasi. Jika sampai salah pilih teman, maka itu akan sangat mengganggu kebaikan keimanan kita sendiri.

Sekedar sebagai contoh, dalam kontek media sosial, katakanlah twitterland, jika kita mem-follow akun tertentu dengan tanpa pertimbangan kebaikan iman, Islam dan ilmu, maka kita akan setiap hari dicekoki dengan tweet-tweet yang tidak akan menambah keimanan, ketakwaan dan keilmuan kita.

Dengan kata lain, dalam kontek dunia maya saja (media sosial) kita harus selektif untuk menentukan pilihan mem-follow sebuah akun.

Sebab jika tidak, cara berpikir kita akan terpengaruh dengan tweet yang diikuti baik cepat atau lambat, sadar atau pun tidak. Apalagi dalam kontek persahabatan yang lebih nyata dalam keseharian kita.

Pada lingkup ini, setiap Muslim mesti memiliki kesadaran tinggi, utamanya yang sudah memiliki anak usia remaja. Sebab, mereka sangat rentan tertarik pada segala hal yang menyenangkan mereka. Dan, ini tentu sangat tidak baik bagi masa depan mereka, terutama dalam membentuk pola pikir, sikap dan perilaku anak. Jadi, masalah sahabat, bukan masalah ringan dan biasa-biasa saja.

Ketiga, sombong. Sifat (sombong) ini sangat hina dan tercela. Dan, sifat ini adalah sifat yang ada pada diri Iblis yang terkutuk. Oleh karena itu, sebagai Muslim kita mesti mewaspadai sifat ini bersarang dalam benak kita. Apalagi, hal ini kadang kala bisa datang dengan tanpa kita sadari, terutama kala emosi memuncak atau muncul ketidakpuasan dalam diri atas suatu kejadian atau pun ketetapan yang harus dilalui.

Sebagaimana yang Allah gambarkan dalam Al-Qur’an perihal sifat Iblis. Ketika Allah perintahkan Iblis memberi sujud (penghormatan) kepada Nabi Adam Alayhissalam, Iblis malah menjawab, “Saya lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (QS. 7: 12).

Artinya, sifat merasa diri lebih baik dari orang lain adalah wujud nyata dari kesombongan. Jika ini tidak diwaspadai, bukan saja akan berdampak buruk bagi diri kita secara fisik, tetapi juga akan menghancurkan pondasi iman yang semestinya kita pelihara dengan segenap daya. Karena sombong akan membuat manusia jauh dari kebaikan pikir dan kebijaksanaan ketetapan.

Secara naluriah, manusia baik dia beriman atau tidak akan sangat benci kepada pribadi sombong. Apalagi, Allah Ta’ala. Jadi, perkara (sombong) ini harus benar-benar diwaspadai agar ke-Islam-an kita tidak terciderai dan ternodai.

Sebab, sombong adalah hak Allah Ta’ala. “Sombong adalah selendang-Ku, dan keagungan adalah selimut-Ku. Barang siapa menyaingi-Ku di dalamnya, aku pasti akan menghukumnya” (HR. Abu DAwudd, Ibnu Majah & Ibn Hibban).

Dengan demikian, tiga hal dalam uraian ini sangat penting untuk menjadi perhatian utama setiap Muslim. Karena, siapa lalai, akan sangat mungkin iman dalam dirinya akan tergerus terus menerus, sementara kita masih merasa diri sebagai Muslim yang baik. Padahal, kita sudah nyata-nyata berada dalam bahaya, kehilangan kepribadian agung sebagai pribadi Muslim. Wallahu a’lam.*

 

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimsombongtwitter
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jaringan Ulama Asia dan Pentingnya Pemetaan Dakwah
Tulisan selanjutnya Ormas Islam Konsolidasi Tolak Kriminalisasi Dai Mentawai

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?