Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

3 Langkah Menjadi Muslim yang Super

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juli 2015 15:58 3:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2015 15:58
Bagikan
Percaya diri menjadi muslim unggul dan kuat.
Bagikan

SERINGKALI karena derasnya arus informasi yang tidak diimbangi dengan pemahaman yang kuat terhadap ajaran Islam, tidak sedikit anak-anak muda, bahkan sarjana dan akademisi yang tidak percaya diri (PD) dengan ke-Islam-annya. Padahal, Rasulullah telah memberikan penegasan, “Al-Islamu ya’lu walaa yu’la ‘alayh,” yang artinya, “Islam itu unggul dan tidak ada yang mengunggulinya.”

Keunggulan Islam itu terbukti dalam berbagai aspek, mulai dari kebenaran ajarannya, kebahagiaan para pelakunya (Nabi dan Rasul), sampai pada aspek saintifik berupa terbangunnya peradaban yang menginspirasi dunia hingga hari ini.

Sebelum dunia sekarang gaduh soal toleransi, Islam di Madinah telah memprakarsai bagaimana toleransi dibangun. Umat Islam bisa berdampingan hidup bersama non-Muslim. Tentu dengan kesepakatan-kesepakatan yang telah disepakati bersama (Piagam Madinah).

Dalam konteks kemanusiaan, jangankan dalam kondisi damai. Dalam perang pun Islam melarang tentara Muslim membunuh anak-anak, kaum wanita, dan lansia. Bahkan, dalam sejarah, Sholahuddin Al-Ayyubi tidak mau berperang jika pemimpin pihak musuh sedang sakit. Jadi, ketika menang, memang kemenangan itu diraih secara terhormat, bukan dengan kelicikan yang sering digunakan para penjajah dalam mengelabuhi penduduk pribumi.

Kemudian dalam ketertiban sosial, Islam melarang yang namanya khamr (minuman memabukkan, termasuk narkoba), sehingga tidak akan terjadi yang namanya kerusuhan, pembunuhan karena narkoba, kecelakaan mobil karena mabuk, dan lain sebagainya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Prinsipnya, seperti yang dikatakan oleh Imam Ghazali, Islam dengan syariatnya itu menghendaki yang namanya maslahat. Yakni melindungi agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Jadi, segala sesuatu yang termasuk upaya melindungi kelima pokok ini adalah maslahat.

Pemahaman di atas sebenarnya sudah cukup banyak diketahui oleh umat Islam sendiri. Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana supaya pengetahuan di atas merasuk dalam jiwa sampai membentuk kerangka berpikir dan sistem kesadaran diri?

Pertama, iqra’ bismirabbik. Perbedaan umat Islam dengan umat lainnya adalah pada metodologinya dalam menggali ilmu pengetahuan, termasuk pada pengamalan paling sederhana, yakni membaca. Dalam Islam, membaca harus disertai dengan bismirabbik, yang artinya “Dengan nama Tuhanmu.”

Sebagai contoh kasus, ketika kita melihat hujan, maka hujan ini tidak sebatas penjelasan teori fisika. Tetapi kita masuk lebih dalam bahwa hujan ini adalah bagian dari rekayasa-Nya untuk menciptakan keseimbangan kehidupan alam, sehingga hujan akan dipandang sebagai rahmat.

Lantas, bagaimana tatkala hujan ternyata menimbulkan banjir? Perlu analisa terlebih dahulu. Pertama tentang bagaimana manusia memperlakukan alamnya. Kedua, bagaimana sikap manusia terhadap pepohonan dan tata lingkungannya. Ketika pembangunan sudah tidak lagi memperhatikan alam dan lingkungan, sudah pasti banjir adalah konsekuensi dari perbuatan tangan manusia itu sendiri.

Demikian pula dalam memandang lelaki dan perempuan. Keduanya diciptakan untuk berpasangan. Jadi, bagaimana mungkin ada gagasan yang membolehkan praktik homoseksual dan lesbian. Jika pun itu dirasionalisasikan, maka itulah dampak membaca tanpa bismirabbik.

Kedua, memahami Rasulullah. Pernah ketika masih mahasiswa, saya mengikuti training organisasi kemahasiswaan yang salah satu materinya membahas tentang kebenaran. Menurut instrukturnya kala itu, kita tidak boleh percaya begitu saja dengan apa yang orang katakan sebagai sumber kebenaran, meskipun itu adalah apa yang diyakini kita sebagai kitab suci. “Kebenaran itu dari titik nol, titik,” tegasnya.

Saya lantas bertanya, “Apakah titik nol itu, di manakah titik nol itu, dan siapakah yang mengatakan bahwa kebenaran itu dari titik nol? Kemudian, “Terus, siapa ibu dari yang mengatakan bahwa kebenaran itu dari titik nol, siapa ayahnya, siapa keluarganya, siapa sahabat-sahabatnya, dan bagaimana kesehariannya dalam pergaulan bersama sesama?”

Instruktur itu terdiam. Dan, tak lama kemudian menangis. “Saya merasa bersalah, sebab gara-gara materi ini, dulu saya sempat tidak shalat dan lepas jilbab,” ucapnya sembari mengusap air mata.

Rasulullah itu manusia biasa, tetapi beliau membawa risalah wahyu. Dirinya terjamin, jelas asal-usulnya, lengkap sejarahnya, mulia akhlaknya, bermakna setiap ucapan dan tindakannya. Lantas, bagaimana mungkin kita lebih memilih sumber kebenaran lain daripada apa yang Rasulullah dakwahkan dengan penuh kasih sayang?

Ketiga, komparasi sejarah. Terakhir, kita mesti memahami bahwa Islam itu adalah agama yang menghendaki kemenangan bagi siapapun. Bukan penjajahan, seperti yang selama ini dipraktikkan oleh peradaban Barat.

“Ketika Islam datang ke Indonesia, maka kekayaan alam Indonesia tidak diangkut ke Makkah dan Madinah. Sebaliknya, ketika Portugis dan Belanda datang ke Indonesia, maka kekayaan alam Indonesia diangkut sekuat mereka mengangkut ke negerinya masing-masing.

Jadi, Islam itu mulia dan memuliakan. Oleh karena itu, penting bagi seluruh umat Islam, terutama generasi mudanya untuk kembali mengkaji Islam secara serius, sehingga tidak kehilangan jati diri, apalagi kehilangan adab. Sungguh, Islam ini mulia dan akan mulia siapa yang hidup istiqomah bersama ajaran Islam. Wallahu a’lam.*/Imam Nawawi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ajaran benarmuslim unggul
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Video, ISIS/ISIL Ancam akan Menghabisi Hamas
Tulisan selanjutnya Perkawinan Sejenis Langgar Konstitusi Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?