Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Jadilah Muslim yang Pandai Mengambil Hikmah

Ahmad
Terakhir diupdate: 8 Maret 2017 10:59 10:59 am
Ahmad
Dipublikasikan 8 Maret 2017 10:59
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

“SESEORANG akan terus menghadapi ujian yang sama jika setiap kali ujian datang, ia tak pernah lulus dari ujian tersebut,” demikian ungkapan seorang pengusaha kala memberikan motivasi.

Ia pun menyontohkan, “Misalnya ada orang tiba-tiba sakit perut. Ia terus mencari obat, reda. Dan, tidak lama lagi, sakit perut lagi. Loh, kenapa jadi sering sakit perut,” urainya.

“Orang yang seperti itu tidak mengambil hikmah. Sebenarnya ketika sakit perut pertama, ia mestinya mengambil hikmah, cek kebiasaan makannya. Apakah makanannya berdasarkan kebutuhan atau nurutin selera, sambel yang banyak misalnya. Jika dia tidak mengambil hikmah, sampai kapanpun, sekalipun ia minum obat, sakit perut itu akan terus menimpanya. Kenapa, ia bersandar pada obat dan tidak benar-benar ingin sehat. Kalau mau sehat, ambil hikmah dan berhenti makan secara tidak sehat,” jelasnya.

Pandangan tersebut patut memantik kesadaran kita untuk melihat hidup ini dengan menemukan atau mengambil hikmah dari setiap kejadian yang mewarnai kehidupan ini.

 Baca:  Hikmah

Allah Ta’ala pun memerintahkan kita untuk berpikir dengan kisah-kisah, perumpamaan yang Allah jabarkan di dalam Al-Qur’an.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

“Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar merepa berpikir.” (QS. Al-A’raf: 176).

Dalam bahasa umum hikmah dipahami sebagai kebijaksanaan atau bijaksana. Dan, di dalam Al-Qur’an istilah ‘hikmah’ yang merupakan langsung dan asli dari Al-Qur’an itu disebut sebanyak 20 kali. Hamid Fahmy Zarkasy dalam artikelnya yang berjudul “Hikmah” menjelaskan bahwa Hikmah juga berkaitan dengan berpikir yang logis dan mendalam. Karena itu Ibn Rusyd menerjemahkan ‘hikmah’ dengan filsafat dan hakim dengan filosof.

Tentu saja, makna praktis yang bisa kita ambil adalah bagaimana kita senantiasa mau mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang mengitari kehidupan sekaligus mengambil ibrah (pelajaran) dari kisah-kisah yang ada di dalam Al-Qur’an. Dengan demikian, perubahan mindset dan perilaku bisa secara perlahan diupayakan di dalam diri kita.

Sebagai contoh, mari kita pelajari mengapa Abu Bakar diberi gelar Ash-Shiddiq. Aisyah Raiyallahu ‘Anha mengatakan, “Ketika Nabi Shallallahu alayhi wasallam dalam perjalanan ke Masjid Aqsha saat Isra Mi’raj, banyak orang membicarakannya.

 Baca: Dua Komitmen Menjadi Muslim

Beberapa orang yang telah beriman pun berbalik tidak percaya, lalu mendatangi Abu Bakar dan berkata, “Apa pendapatmu tentang cerita temanmu itu? Dia mengaku telah diperjalankan ke Baitul Maqdis semalam. Dia mengaku telah diperjalankan ke Baitul Maqdis semalam.”

Abu Bakar balik bertanya, Dia mengatakan demikian?” Mereka menjawab, “Ya.” Abu Bakar menimpali, “Kalau begitu dia benar.”

“Jika dia pergi ke Baitul Maqdis semalam dan kembali sebelum pagi hari ini, apa engkau akan membenarkannya juga?” tanya mereka lagi.

Abu Bakar menjawab, “Seandainya dia mengatakan lebih jauh lagi dari itu, aku akan membenarkannya, baik yang telah lalu maupun yang akan datang.” Hal inilah yang menjadikan Abu Bakar dijuluki dengan Ash-Shiddiq.

Kisah di atas memberikan petunjuk bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah dan segala kebenaran yang belum bisa dijangkau oleh rasio dan cara berpikir saat itu sama sekali bukan penentu untuk mengukur kebenaran dan keabsahan kerasulan Muhammad. Toh, dalam praktik keseharian, Nabi Muhammad adalah orang yang berkahlakul karimah, menghendaki hidayah bagi umatnya dan tidak pernah berpikir bagaimana mendapatkan keuntungan-keuntungan pribadi. Dengan logika sederhana bisa dipahami, “Jadi apa untungnya Nabi Muhammad berbohong dan itu sangat mustahil.” Oleh karena itu, keimanan Abu Bakar tidak pernah goyah dengan ketidaktahuan masyarakat Arab pada umumnya.

Secara lebih utuh, kisah Nabi Yusuf adalah kisah terlengkap di dalam Al-Qur’an yang terurai secara keseluruhan di dalam satu surah, yang tentu saja memudahkan kita untuk mengambil pelajaran (hikmah) di dalam kisah tersebut.

Sampai-sampai Allah Ta’ala menegaskan

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ الْقَصَصِ بِمَا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ هَـذَا الْقُرْآنَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِ لَمِنَ الْغَافِلِينَ

“Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al-Qur’an ini kepadamu dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan)nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui.” (QS. Yusuf [12]: 3).

Baca:  Empat Panduan Hidup Seorang Muslim

Di antara hikmah terbesar dari kisah Nabi Yusuf adalah kesabarannya dalam menghadapi cobaan hidup dan bahkan Nabi Yusuf berlapang dada dan memaafkan saudara-saudaranya saat dirinya menjadi orang yang Allah angkat derajatnya.

Secara eksplisit Allah nyatakan mengenai kisah Nabi Yusuf ini.

لَّقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِّلسَّائِلِينَ

“Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.” (QS. Yusuf [12]: 7).

Bagi orang-orang yang bertanya menunjukkan bahwa apa yang ditegaskan oleh Hamid Fahmy Zarkasy bahwa hikmah bermakna pemikiran yang mendalam sangatlah relevan. Oleh karena itu, Allah banyak sekali memerintahkan umat Islam untuk senantiasa berpikir, terutama untuk memahami kekuasaan Allah Ta’ala.

Di antara hikmah dari kisah Nabi Yusuf adalah jangan pernah putus asa dari rahmat Allah, sekalipun rasa-rasanya hidup diterpa kesulitan secara bertubi-tubi. Kemudian, jangan pernah kompromi dengan kebatilan, sebab sekalipun harus menghadapi kesulitan karena konsisten di dalam kebenaran, Allah lah yang akan berikan jalan keluar terbaik dan membalikkan keadaan.

Baca: Bangga Sebagai Seorang Muslim

Selanjutnya, jangan pernah dendam, sekalipun terhadap mereka yang telah membuat hidup kita sengsara. Maafkan dan terimalah mereka kembali. Di sana ada kebahagiaan luar biasa.

Dengan demikian, sebenarnya hidup seorang Muslim tidak perlu dilanda stress dan frustasi. Sebab, apapun yang kita alami, hakikatnya solusi sudah ada di dalam Al-Qur’an.

Pertanyaannya adalah, apakah diri kita telah benar-benar mengambil pelajaran dengan sungguh-sungguh mentadabburinya atau sekedar tahu tanpa pernah melakukan perenungan dan pendalaman dari setiap ayat-ayat Allah yang terpapar di dalam Al-Qur’an.

Padahal, mengambil hikmah itu adalah perlu karena itulah sejatinya kekuatan dari setiap pembacaan yang kita lakukan. Dan, tentu saja hikmah itu datangnya dari Allah, bukan kemampuan kita semata.

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ

 “Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al-Baqarah [2]: 269).

Semoga Allah bimbing kita senantiasa mampu mengambil hikmah, sehingga dapat mengambil pelajaran dan istiqomah di dalam keimanan dan kebenaran. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hikmahMengambil HikmahmindsetmotivasiMuslimperilakuujian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuatkan Dakwah Pelosok BMH Sebar 21 Dai Sarjana
Tulisan selanjutnya Saksi Meringankan Terdakwa Akui, Dengar Utuh Pidato Ahok Singgung Al-Maidah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an

Berita
12 Juni 2026 21:40
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia
Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz

Terbaru

  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
  • Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
  • Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
  • Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
  • Prosesi Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dimulai 4 Juli
  • UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran
  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?