Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Mukmin Hebat, Bukan Bermental Kerdil

Ahmad
Terakhir diupdate: 19 Juli 2017 18:32 6:32 pm
Ahmad
Dipublikasikan 19 Juli 2017 18:32
Bagikan
Percaya diri menjadi muslim unggul dan kuat.
Bagikan

DUNIA semakin modern, fasilitas kian canggih. Kini, semua seakan bisa dicover oleh yang namanya smartphone, tetapi benarkah ke-Islam-an kita semakin membaik dengan gadget yang banyak menarik perhatian anak Adam di seluruh jagad ini?

Di antara ciri sempurnanya iman adalah meninggalkan perkara yang sia-sia, demikian ditegaskan oleh Rasulullah Shallallahu alayhi wasallam.

Pertanyaannya, bagaimana seseorang akan jauh dari kesia-siaan jika hidup tanpa cita-cita. Padahal, umat Islam pada masa awal adalah umat yang terdepan di dalam kebaikan dan kemaslahatan.

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga  yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At-Taubah [9]: 100).

Demikian itulah cita-cita orang mukmin, yakni menggapai ridha Allah. Dan, sejarah telah memberikan bukti bagaimana kemudian kebaikan dan kemaslahatan itu akhirnya Allah berikan kepada siapa yang ingin ridha-Nya dan Allah ridha kepada mereka.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Baca: Jadilah Muslim yang Pandai Mengambil Hikmah

Dalam “Qishshatul Andalusia” Ragib As-Sirjani mengatakan, “Kira-kira 40 tahun sebelum peristiwa jatuhnya Andalusia yang terakhir, terjadi sesuatu yang sangat ajaib. Sesungguhnya Konstantinopel ditaklukkan pada tahun 857 H/ 1453M, yakni 40 tahun sebelum runtuhnya Andalusia. Tenggelamnya matahari Islam di pojok Eropa Barat bertepatan dengan terbitnya matahari Islam di pojok Eropa Timur. Allah mengganti orang-orang yang telah menjual agama, dan para penguasa Granada yang telah berkhianat di Andalusia, dengan orang-orang dari Dinasti Bani Utsmani yang ikhlas berjuang. Merkea inilah yang sukses menaklukkan Konstantinopel dan negara-negara lain. Di Eropa Timur Islam mulai mengalami perkembangan yang sangat cepat dan pesat daripada yang terjadi di negara-negara Andalusia dan Prancis.”

Baca: Jadilah Muslim Paling Kuat

Hal tersebut memberikan bukti bahwa tidak ada alasan untuk umat Islam yang beriman tidak memiliki cita-cita, hanyut dalam derasnya aliran informasi yang absurd, kemudian menjadi pribadi kerdil yang hidup sebatas memikirkan diri sendiri. Sungguh, perangai demikian bukanlah sifat utama seorang mukmin.

Seorang mukmin yang memiliki cita-cita akan memiliki keberanian luar biasa. Tengoklah Khalid bin Walid radhiyallahu ‘anhu, kala mengirim surat kepada pembesar Persia. “Sekarang saya datang melawanmu, dengan satu kumpulan pasukan yang ingin menghadapi mati, sebagaimana keinginanmu menghidupkan cangkir khamar.”

Seperti gigihnya Khalid bin Walid mengejar cita-citanya, seperti itu pula Syafi’ bin Ali Al-Kinani (w. 730 H). Al-Hafidz Ibn Hajar dalam Ad-Durar Al-Kaminah menyebutkan bahwa Al-Kinani gemar mengoleksi buku. Ketika beliau meninggal dunia ada sekitar dua puluh lemari yang penuh dengan buku bermutu yang beliau tinggalkan.

Syeikh Ali Thanthawi berkata, “Aku hari ini adalah aku yang kemarin. Sebagaimana dahulu ketika aku masih kecil, aku menghabiskan hari-hariku di dalam rumah untuk membaca. Dahulu aku pernah membaca 300 lembar dalam sehari. Sedangkan kalau dirata-rata aku membaca 100 lembar setiap harinya, yaitu sejak tahun 1340 hingga 1402 H atau sepanjang 60 tahun, coba hitung ada berapa hari di dalamnya, lalu kalikan 100. Kalian lebih tahu berapa halaman yang telah kalian baca. Sedang saya membaca seluruh tema, hingga tema-tema ilmu pengetahuan.”

Lebih jauh, ketika kita menengok apa yang dilakukan Nabi Ibrahim, maka itu jauh lebih heroik lagi. Beliau rela membawa istri dan putranya, Ismail, ke sebuah kawasan yang tidak ada tanaman tumbuh di dalamnya. Semua itu agar keluarganya bisa menjauhkan diri dari menyembah berhala dan mendirikan sholat.

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan sholat.” (QS. Ibrahim [14]: 37).

Beberapa contoh di atas membuktikan bahwa ada cita-cita yang fokus untuk diwujudkan dalam kesempatan hidup di muka bumi ini. Bukan sekedar cita-cita yang berdimensi duniawi, tetapi melampaui apa yang dapat dijangkau oleh akal dan indera, cita-cita mereka melampaui ruang dan waktu dan membakar dada siapapun yang mendambakan kemuliaan dari sisi Allah Subhanahu Wata’ala.

Baca: Muslim Harus Miliki Cita-Cita Tinggi

Buya Hamka dalam Falsafah Hidup menuliskan, “Cita-citalah yang menjadikan manusia berjuang mencapai apa yang lebih sempurna. Manusia tidak mau mencukupkan keadaannya yang ada sekarang saja. Ia bercita-cita ingin mencapai sesuatu yang lebih tinggi. Sebab itu hanya manusialah yang senantiasa beroleh kemajuan; binatang tidak.”

Lebih lanjut, penulis Tafsir Al-Azhar itu menekankan, “Cita-citalah yang membedakan sebagian manusia dari yang sebagiannya. Kita berusaha mencapai cita-cita jadi orang mulia, orang berpangkat, pemimpin, pengarang dan orang alim. Tegasnya menjadi seorang yang terhormat. Kita bercita-cita dan berusaha agar cita-cita tercapai sebelum kita wafat.”

Oleh karena itu, di dalam hidup yang singkat ini, terlebih dalam situasi dimana dunia dihujani data yang begitu deras setiap detiknya, akan sangat merugi seorang mukmin yang membiarkan waktunya tergerus tanpa ada cita-cita yang menyala di dalam dada yang menuntun dan menata hidupnya menuju titik mulia di sisi Allah Ta’ala.

Terkait cita-cita ini, Presiden pertama RI, Ir. Soekarno pernah berkata, “Barangsiapa ingin mutiara harus berani terjun di lautan yang dalam.” Artinya, bercita-citalah dan habiskan 24 jam yang tersedia untuk mewujudkannya, bukan sibuk dengan segala hal yang tak jelas ujung pangkalnya. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AndalusiaBermental Kerdilcita-citamentalmukminMukmin Hebat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serdadu Penjajah Zionis Tembak Syeikh Ikrimah Sabri dan Jamaah Shalat Isya
Tulisan selanjutnya Turki-Rusia Sepakat Mengenai Teknis dalam Pembelian Rudal S-400

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?