Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Mendengarlah untuk Kecerdasan dan Keberuntunganmu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 September 2015 09:35 9:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 September 2015 09:35
Bagikan
Bagikan

MENDENGAR ternyata memerlukan kekuatan iman dan kecerdasan. Pantas jika kebanyakan orang lebih suka berbicara dan berdebat daripada memikat maslahat. Sebagai Muslim tentu amat penting dalam keseharian menerapkan perilaku mendengar ini dengan sebaik-baiknya.

Sebab, secara empiris, mereka yang cerdas mendengar untuk hal-hal keduniawian saja bisa mendapatkan banyak keuntungan. Oprah Winfrey contohnya. Ia sukses jadi pembicara karena antusias mengindahkan orang lain. Sekadar fakta, ia dibayar setengah milyar dollar dengan penonton 33 juta orang setiap pertunjukannya.

Namun, mendengar bisa menjangkau keuntungan yang lebih besar dari sekadar hitungan besaran angka duniawi. Mendengarkan Al-Qur’an misalnya, jelas ada pahala luar biasa.

“Sesungguhnya orang yang membaca Al-Qur’an mendapatkan satu pahala dan orang yang mendengarkannya mendapatkan dua pahala.” (HR. Darimi).

Kemudian, “Barangsiapa yang mendengarkan satu ayat dari Kitabullah, maka ayat itu akan menjadi cahaya baginya.” (HR. Darimi).

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Menariknya, lebih dari sekadar pahala, bagi janin yang berada dalam rahim sang ibu, mendengarkan Al-Qur’an bisa membuatnya semakin terjaga fitrah kesuciannya. Sebuah penelitian menyebutkan, bahwa saat sang bayi mendengarkan suara Al-Qur’an, dia tampak terlihat lebih tenang, seakan-akan dia ikut mendengarkan dengan seksama lantunan ayat-ayat suci, berbeda ketika dia mendengarkan suara yang lain.

Dengan demikian, mendengarkan pendapat orang lain yang baik dan benar pemikirannya lagi kuat imannya, terlebih mendengarkan Al-Qur’an akan memberikan keberuntungan besar. Bahkan, jauh dari sekadar mendengar bagi seorang individu, mendengar bagi seorang pemimpin akan memungkinkan dirinya sukses membawa kemajuan bagi rakyat yang dipimpinnya.

Seorang Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu misalnya, beliau menjadikan Ibn Abbas Radhiyallahu anhu sebagai orang yang paling penting untuk didengarkan. Demikian dengan Sultan Muhammad Al-Fatih, mendengarkan nasehat dan bimbingan sang guru, Aaq Syamsuddin adalah suatu perkara yang selalu diutamakan olehnya.

Sebaliknya, orang atau pemimpin yang tidak mau mendengar pendapat dan nasehat orang yang tulus dan kuat imannya, akan terjerembab pada kesombongan dan kemunkaran yang menimbulkan banyak kesengsaraan bagi kehidupan rakyat yang dipimpinnya.

Manfaat Langsung

Mendengar juga memiliki dampak langsung yang sangat fantastis. Dalam hal ini setidaknya ada dua manfaat langsung dari sikap mendengar yang efektif.

Pertama, hubungan baik. Seorang yang pandai mendengar sangat disukai orang. Ia diterima kelompok mana saja, karena sikapnya yang tidak sombong dan rendah hati.

Mau mendengar berarti menghargai orang lain. Mana ada orang yang tidak suka dihargai? Sebaliknya, mana ada orang yang suka tidak dihargai?

Penghormatan melaui sikap mau mendengar ini merupakan cermin akhlaqul karimah yang dicontohkan para Nabi. Bahkan Sulaiman, seorang raja sekaligus Nabi, mau mendengar suara semut, binatang kecil yang oleh manusia diabaikan suaranya.

Kedua, melalui mendengar seorang bisa belajar. Bagi pembelajar seperti ini, apa pun pembicaraan orang lain adalah ilmu baginya. Dalam skala duniawi, tadi sudah disinggung tentang Oprah Winfrey.

Tradisi Nabi

Hebatnya, mendengar ternyata ajaran atau tradisi yang diamalkan para Nabi. Nabi Ibrahim Alaihissalam contohnya, seorang bapak yang pandai mendengar. Sebelum mengeksekusi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau meminta pendapat anaknya terlebih dahulu. Allah Ta’ala mengabadikan dialog indah tersebut dalam Al-Qur`an (QS. Ash-Shaffat [37]: 102).

Demikian pula dengan Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam. Beliau amat suka mendengarkan istri dan sahabat-sahabatnya. Ketika terjadi perang Khandaq, Rasulullah mendengar dengan baik dan menyetujui pendapat dari Salman Al-Farisi untuk membuat parit.

Mendengarkan pendapat istri juga menjadi salah satu tradisi Nabi yang dalam beberapa hal langsung memberi dampak positif. Ini terlihat ketika beliau meminta pendapat Ummu Salamah dalam perjanjian Hudaybiyah. Kala itu beliau memerintahkan para sahabat untuk mencukur rambut dan menyembelih hewan kurban, namun mereka tidak mau melakukannya.

Melihat respon para sahabat tersebut, Baginda Nabi masuk ke tenda Ummu Salamah. Nabi pun berbagi cerita kepada Ummu Salamah tentang respon para sahabatnya. Ummu Salamah pun langsung mengajukan pendapatnya.

“Keluarlah, ya Rasulullah, kemudian engkau bercukur lalu potong hewan kurban lebih dahulu!”

Mendengar pendapat tersebut, Rasulullah langsung keluar dari tenda, bercukur lalu memotong kurban. Hal tersebut mendorong para sahabat bangkit; mereka serempak bercukur lalu memotong hewan kurban.

Sahabat yang Banyak Mendengar

Sebelum menjadi orang yang patut didengarkan ternyata langkah yang mesti ditempuh adalah banyak mendengar. Hal itulah yang dilakukan oleh Ibn Umar.

Saudara Hafsah binti Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu itu meriwayatkan banyak sekali hadits Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam.

Imam Malik dan az-Zuhri berkata: “Sungguh, tak ada satupun dari urusan Rasulullah dan para sahabatnya yang tersembunyi bagi Ibnu Umar.”

Ia meriwayatkan hadits dari Abu Bakar, Umar, Utsman, Sayyidah Aisyah, saudari kandungnya Hafshah dan Abdullah bin Mas’ud. Yang meriwayatkan dari Ibnu Umar banyak sekali, diantaranya Sa’id bin al-Musayyab, al Hasan al Basri, Ibnu Syihab az-Zuhri, Ibnu Sirin, Nafi’, Mujahid, Thawus dan Ikrimah.

Subhanalloh, berkat kecerdasan mendengar para sahabat Nabi, terutama dalam soal Qur’an dan hadits, kita yang hidup di abad yang Barat menghegemoni dunia ini masih bisa menikmati kebenaran iman dan Islam. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:mendengar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Siklus Paceklik dan Celah-celah Berkah [1]
Tulisan selanjutnya Siklus Paceklik dan Celah-celah Berkah [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?