Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Muslim itu Bicara Baik atau Diam

Ahmad
Terakhir diupdate: 7 Desember 2017 16:25 4:25 pm
Ahmad
Dipublikasikan 7 Desember 2017 16:25
Bagikan
Bagikan

“Berkata benar akhlak yang mulia, sifat terpuji, semua orang suka. Berbohong menipu, sifat yang tercela, di dunia lagi terima balasannya,” demikian bait nasyid yang dinyanyikan oleh Umam yang berjudul “Berkata Benar.”

Seperti jamak dipahami, tak satu pun orang mau apalagi rela dibohongi. Oleh karena itu, pantas dan tepat jika Islam memasukkan urusan bicara ini sebagai bagian dari ajaran yang setiap Muslim mesti memperhatikan dan mengamalkanya.

Namun demikian, sekalipun perintah ini terlihat sederhana dan semua orang memahaminya, tidak menutup kemungkinan ada saja orang yang dalam kehidupannya menjadikan kebohongan sebagai jalannya mengais rezeki.

Bahkan, karena potensi ini bisa menghantam siapa saja, awam sampai alim, rakyat hingga pejabat, dan pekerja takat pengusaha, Umar bin Khaththab pun mewanti-wanti umat Islam.

“Sesuatu yang paling aku khawatirkan dari kalian adalah munafiq alim (yang berpengetahuan).”

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Baca: Jaga Lisan, Dengan Hati-hati Berbicara!

Kemudian ditanyakan, “Bagaimana mungkin munafik memiliki sifat alim?”

Umar menjawab, “Ia berbicara dengan penuh hikmah namun melakukan kezaliman atau kemungkaran.”

Dengan demikian, penting bagi setiap Muslim berhati-hati dalam berbicara. Jangan asal alias tanpa ilmu dan data, apalagi secara sengaja ingin memutarbalikkan fakta, mempropagandakan kebohongan agar diterima sebagai kebenaran, dan lain sebagainya.

Jika itu sampai dilakukan, maka akan berdampak serius bagi kesempurnaan iman di dalam hati.

Sebab Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam” (HR. Bukhari).

Baca: Tak Perlu Malu Berkata “Tidak Tahu”

Dr. Aid Abdullah Al-Qarny dalam bukunya “Beginilah Zaman Mengajari Kita” menuliskan, “Sebenarnya kita membutuhkan latihan yang panjang untuk berbicara dengan orang lain, serta butuh pengalaman yang luas dalam menyampaikan dan memberi pengaruh.”

Hal tersebut bisa dipahami, mengingat berbicara tanpa ilmu apalagi di depan publik akan semakin memelorotkan wibawa diri.

Tidak masalah jika itu dilakukan oleh orang kafir (orang yang menutup diri dari beriman kepada Allah dan Rasul-Nya). Tetapi, bagaimana jika itu adalah seorang Muslim.

Mohammad Fauzil Adhim melalui aku twitternya @kupinang mencuit, “Cara terbaik mempertontonkan kebodohan adalah membantah tanpa ilmu. Tetapi yang lebih fatal lagi apabila melecehkan tanpa data, unjuk kebolehan pada sisi yang ia paling lemah. Padahal kekuatan terbesar orang yang dibantah justru di bagian itu.”

Dengan demikian, mulailah berlatih dengan penuh komitmen untu bertanggungjawab dengan kata-kata atau pembicaraan yang kita lakukan, baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Sebab Islam merupakan sistem nilai, yang sudah semestinya difungsionalisasikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Baca: Rasulullah Ceria Selalu Murah Hati, Lembut dan Tak Banyak Bicara

Andai kata, setiap Muslim mampu menjaga lisannya, tidak berkata kecuali yang baik, tentu negeri ini akan berada dalam kesejukan. Dan, setiap upaya profokasi yang hendak memecah belah umat dan mendiskreditkan ajaran Islam, secara langsung bisa digagalkan.

Suharsono dalam bukunya “Mencerdaskan Anak” menegaskan bahwa setiap orang tua sangat perlu mencermati, apa-apa saja yang sering dikatakan oleh buah hati.

“Apakah kata-katanya cukup sopan, tidak jorok atau sekadar trendy. Anak-anak yang berpotensi sebagai anak cerdas, tidak mudah dipengaruhi hal-hal semacam itu.”

Pertanyaannya bagaimana generasi Muslim bisa seperti itu bisa hadir, tentu saja ketika para orang tua konsen memperhatikan pembicaraan yang setiap orang melakukannya dari waktu ke waktu sepanjang hayat.

Semoga Allah menjaga lisan kita dari berkata tidak baik, banyak bicara yang sia-sia, berujar yang provokatif dan gemar sekali memancing terjadinya pertikaian dan pertengkaran, apalagi sampai mengais rezeki dengan menjadi pembuat dan penyebar kebohongan. Na’udzubillah min dzalik. Wallahu a’lam.*/Imam Nawawi

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adu dombaakhlakbanyak bicarabicaradiamgaya hidupJaga Lisanmemecah belahperkataan yang baikUkhuwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kronologi Penahanan Mahasiswa Indonesia di Mesir versi PPMI
Tulisan selanjutnya Hidup Bersama Pasangan Mengurangi Risiko Dimensia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?