Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Hukuman Para Pembohong, Dicabutnya Kesadaran Dirinya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 November 2018 11:24 11:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 November 2018 11:24
Bagikan
Bagikan

DANTARA sikap yang harus diperjuangkan oleh seorang Muslim adalah menjauhi dusta atau bohong. Hal ini harus dilakukan oleh seluruh umat Islam, terutama ketika mendapat amanah memegang tampuk kepemimpinan. Sebab beban yang dipikul tidak ringan dan sekali menyimpang, berat memperbaikinya.

Dalam Islam, bohong bukanlah perkara ringan. Konsekuensi yang sangat jelas dan dimensi hukumannya tidak saja di dunia tetapi juga di akhirat. Kondisi ini sudah semestinya membuat kita memilih untuk menjauhi berperilaku bohong.

Sebuah catatan menyebutkan bahwa di dalam Al-Qur’an ada 250 ayat yang membahas tentang dusta. Sedangkan kata bohong dalam Al-Qur’an terdapat pada 25 ayat. Jika ditotal maka bahasan tentang bohong atau dusta di dalam Al-Qur’an ada 284 ayat.

Hal itu menunjukkan bahwa bohong di dalam Islam sama sekali tidak dibenarkan apapun alasannya. Oleh karena itu di dalam Islam seseorang dibimbing untuk tidak banyak berjanji, terlebih jika tidak didasari oleh kalkulasi bahwa apa yang dijanjikan itu dapat diwujudkan atau dibuktikan.

Jika tidak, maka janji-janji itu akan menjadi hutang dan selama tidak dapat dipenuhi kebohongan akan melekat di dalam diri kita.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Dalam konteks keseharian Rasulullah memberikan panduan bahwa akan sangat baik jika seorang Muslim yang memilih berdagang untuk tidak banyak bersumpah di dalam bertransaksi.

Baca:  Bohong Itu Bikin Capek, Sist!

Rasulullah ﷺ bersabda;

إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِى الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ

“Hati-hatilah dengan banyak bersumpah dalam menjual dagangan karena Ia memang melariskan dagangan namun malah menghapuskan keberkahan.” (HR. Muslim).

Lebih jauh dari itu, Al-Qur’an memberikan pedoman kepada kita:

وَلا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَّهِينٍ

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina.” (QS. Al-Qalam: 10).

Ayat di atas memberikan arahan kepada kita agar benar-benar mengenal dengan siapa kita bergaul. Jangan sampai orang yang sudah terbukti kebohongannya, dan dilakukan berulang-ulang, masih juga menjadi sahabat dekat kita. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin, tanpa sadar kita pun akan tertular sikap yang mengundang murka Allah tersebut.

Dengan demikian seorang Muslim harus hati-hati dalam menyampaikan ucapan, terlebih janji kepada siapapun. Dan, bagi mereka yang memilih untuk masuk ke dalam kontestasi pemilihan umum, baik pemilihan legislatif maupun pemilihan presiden, harus betul-betul mengukur bahwa apa yang dijanjikan saat kampanye itu benar-benar bisa direalisasikan, secara baik dan tepat waktu.

Baca:  Jangan Berbohong, Meski Untuk Melucu

Menghilangkan Kesadaran

Hukuman pertama bagi pembohong adalah hilangnya kesadaran dalam dirinya bahwa kebohongan itu telah menjadi tabiatnya.

Orang yang suka berbohong dan terus-menerus melakukan kebohongan, kemudian hidup nikmat di atas kebohongan. Jika itu diteruskan, maka lambat laun dia akan kehilangan kemanusiaannya. Ia akan lupa pada dirinya bahwa kebohongan itu adalah sifat yang paling dominan di dalam dirinya. Tanpa rasa malu, dia akan hidup dengan penuh kesombongan dan meremehkan orang lain serta menolak kebenaran.

Cecil G. Osborne dalam bukunya “The art of getting along with people” menjabarkan bahwa orang yang terbiasa berbohong tidak akan sadar bahwa ia berbohong.

Dan kerugian seperti apa lagi yang lebih buruk daripada hilangnya kesadaran seseorang akan sikap dan perilakunya yang sesungguhnya banyak merugikan, namun tanpa sadar terus ia lakukan? Ini adalah hukuman sangat buruk atas diri seorang manusia.

Pada akhirnya, orang yang suka berbohong akan membunuh akal pikirannya dan dan mengubur hati nuraninya, sehingga ia tidak hidup melainkan menjadi beban masyarakat, biang kerusakan, dan sumber dari segala kegaduhan.

Lihatlah hari ini bagaimana orang-orang yang enggan bahkan terbukti gagal memenuhi janjinya, sementara mereka terus ingin mendapatkan kekuasaan, maka kebohongan demi kebohongan terus dilakukan demi mendapatkan apa yang diinginkan.

Mungkin kita bertanya mengapa mereka tidak sadar?

Mereka tidak akan pernah sadar, sebab ketidaksadaran itulah yang hidup di dalam jiwa dan pikirannya, sehingga ia akan terus berbohong. Hanya mereka sendiri yang dapat menghentikan kebohongan itu. Itupun dengan catatan ia kembali kepada Allah, lantas mengakui kesalahannya, bertaubat, kemudian mengubah sikap dan perilakunya.

Baca: Tegakkan Kejujuran, Meski (Hati) Ikut Hancur! 

Tetaplah Jujur, Insya Allah Selamat

Rosulullah ﷺ menekankan kepada kita,

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبِرِّ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَصْدُقُ(وفى رواية لمسلم: إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ) حَتَّى يَكُوْنَ صِدِّيْقًا. وَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِى إِلَى الْفُجُوْرِ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِى إِلَى النَّارِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَكْذِبُ(وفى رواية لمسلم: وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ) حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّاباً. رواه البخاري ومسلم

“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga dan apabila seseorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai Pendusta alias pembohong.” (HR. Bukhari).

Dengan demikian dapat kita simpulkan, jika memang kita mengharapkan kehidupan yang lebih baik maka jauhilah kebohongan sebab kebohongan tidak akan mengantarkan melainkan pada kesengsaraan.

Dari sejarah para penguasa yang selama berkuasa banyak menjalankan korupsi, menyakiti rakyatnya dan banyak menindas umat beragama, mereka akhirnya harus berpisah dengan kekuasaan dalam kondisi yang sangat hina lagi mengenaskan.

Sebaliknya mereka yang berlaku jujur, sekalipun harus menghadapi situasi yang sangat buruk, mesti rela mengorbankan jiwa dan raga, pada akhirnya mereka menjadi orang yang berbahagia, tersenyum ridho dan tidak ditemukan kekhawatiran dan ketakutan di dalam kehidupannya. Itulah buah dari kejujuran yang terus diperjuangkan. Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bersumpahdustajujurKesadaran DiripalsuPembohong
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya China Tolak Desakan Barat untuk Menutup Kamp Penjara Massal di Uihgur
Tulisan selanjutnya Pakistan Membebaskan dan Sembunyikan Asia Bibi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakai Toilet Umum Kaum Hawa Disuruh Bayar Kaum Adam Gratis, Wanita Austria Ini Menggugat

Berita
16 Agustus 2026 10:55
Uni Emirat Tetapkan Libur Maulid Nabi 1448 Hijriyah Tanggal 28 Agustus
Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu
MUI Kecam Promosi Miras Pakai Tantangan Hafalan Surat Ad-Dhuha
PDRM Buru Sindikat Narkoba Terkait Pilot Malaysia yang Ditangkap di Bandara Soetta

Terbaru

  • Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
  • Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar
  • Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
  • Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
  • Raja Yordania akan Melawat ke China
  • Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone
  • HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
  • Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama
  • Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
  • Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?