Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Kegiatan Harian Rasulullah Muhammad ﷺ

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Januari 2019 13:04 1:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Januari 2019 13:07
Bagikan
Bagikan

SAAT ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha diminta Sa’ad bin Hisyam menginformasikan akhlak keseharian Rasulullah ﷺ, Ummul Mu`minin pun menjawab, “Sesungguhnya akhlak Nabi ﷺ adalah al-Qur`an.” (HR. Muslim). Berikut ini adalah gambaran global keseharian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang merupakan cerminan riil dari al-Qur`an.

Saat azan subuh berkumandang, beliau mengerjakan shalat sunnah qabliyah (sebelum subuh), lalu keluar rumah untuk menunaikan shalat subuh di masjid secara berjamaah. Usai menjalankannya, beliau biasa berdiam diri (i’tikaf) di masjid hingga matahari terbit.

Jabir bin Samurah Radhiyallahu ‘anhu pernah menceritakan kebiasaan baik ini, “Rasulullah ﷺ tidak beranjak dari tempat shalatnya –bakda subuh- sampai terbitnya matahari. Ketika matahari sudah terbit beliau melaksanakan shalat dua rakaat.” (HR. Abu Daud). Secara global waktu ini digunakan beliau untuk dzikir pagi, dan taqarrub kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Pada waktu dhuha sudah masuk, beliau menunaikan shalat dhuha sebanyak empat rakaat [dua kali salam] atau lebih. Aisyah meriwayatkan, “Rasulullah ﷺ shalat dhuha sebanyak empat rakaat, kadang ditambah sesuai dengan kehendaknya.” (HR. Muslim).

Meski pada riwayat lain disebutkan bahwa beliau terkadang juga tidak menjalankannya, tapi alasannya jelas yaitu khawatir menjadi beban dan diwajibkan kepada umatnya.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Sekembalinya dari masjid, ada beberapa kegiatan yang dilakukan beliau di rumah –sebagaimana riwayat Aisyah Radhiyallahu ‘anha-, seperti: turut membantu pekerjaan istri seperti memerah susu kambing, menembel baju, melayani diri sendiri, menjahit sandal. (HR. Ahmad).

Sikap rasul pada istri, anak, bahkan pembantu ketika di rumah begitu lembut. Tidak pernah terjadi KDRT di dalamnya. ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhu bercerita: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. tidak pernah memukul dengan tangannya, baik terhadap seorang wanita ataupun pelayan, melainkan di waktu beliau ﷺ sedang berjihad fi-sabilillah.” (HR Muslim).

Pada pertengahan hari beliau biasa menyempatkan tidur qoilulah agar bisa membantunya bangun menunaikan shalat malam. Diriwayatkan, “Tidurlah pada waktu qailulah, karena sungguh setan tidak tidur qailulah.” (HR. Thabrani).

Ketika sudah tiba waktu shalat beliau keluar ke masjid untuk melaksanakan shalat sebagaimana yang diriwayatkan al-Aswad dari Aisyah, beliau biasa membantu pekerjaan rumah tangga. Ketika waktu shalat sudah datang, beliau segera ke masjid. (HR. Bukhari).

Di masjid ini bukan saja dijadikan beliau sebagai tempat ritual belaka, tapi juga menjadikannya sebagai wahana untuk mengobrol, taklim, nasihat, menyimak pengaduan, memperbaiki hubungan yang rusak, memecahkan solusi, bahkan strategi militer dan politik.

Saat di rumah, terkait soal makanan, beliau tidak pernah mencelanya. Jika ingin, beliau makan, jika tidak, beliau tinggalkan (HR. Bukhari, Muslim).

Hal lain yang biasa dilakukan beliau dalam masalah ini ialah mengawali dengan basmalah, mengambil makanan yang terdekat; memulainya dengan tangan kanan; terkadang makan secara berbarengan.

Selain di masjid dan di rumah, kegiatan harian Rasulullah ﷺ juga menjangkau ranah sosial. Di antara kegiatan yang dilakukan beliau dalam segmen ini: memantau dan memeriksa kondisi riil masyarakat, menjalin pergaulan simpati, memeriksa praktik kecurangan di pasar (HR. Muslim), dan tidak gengsi ketika berkumpul dengan mereka.

Jauh sebelum menjadi Nabi, saat berumah tangga dengan Khadijah, aktivitas sosial seperti: menyambung tali persaudaraan, membantu orang yang sengsara, mengusahakan barang keperluan yang belum ada, memuliakan tamu, dan menolong orang yang kesusahan karena menegakkan kebenaran (HR. Bukhari) adalah kebiasaan harian yang dilakukan oleh beliau.

Aktivitas lain yang dilakukan seperti: menjenguk orang sakit baik Muslim maupun non-Muslim sebagaimana yang pernah beliau lakukan kepada pelayannya yang beragama Yahudi (HR. Bukhari).

Sore hari, pasca shalat ashar, beliau melakukan dzikir sore. Dalam catatan hadits, untuk istighfar saja, beliau sehari minimal melantunkannya sebanyak 70 sampai 100 kali (HR. Tirmidzi).

Ini baru istighfar, belum lagi dzikir-dzikir lain yang beliau dawami dan diajarkan kepada umatnya baik di waktu pagi dan sore. Semua ini beliau lakukan tidak lain karena perintah yang ada dalam al-Qur`an (QS. Al-Ahzab [33]: 41, 42).

Memasuki waktu malam, beliau menunaikan shalat (maghrib dan isya) jika ada keperluan terkait umat Islam beliau berembuk dengan para pemuka sahabat (HR. Ahmad, Tirmidzi), jika tidak ada maka beliau bercengkrama dengan keluarga di rumah.

Imam Ibnu Katsir Rahimahullah menggambarkan dengan sangat baik bagaimana keseharian beliau. Rasulullah sangat bagus dalam menjalin pergaulan, murah senyum, bercengkrama dengan keluarga, bersikap lemah lembut terhadap mereka, memberikan nafkah, bahkan mengajak bercanda.

Terkadang di malam hari sesekali istri beliau kumpul makan malam bareng di tempat Rasulullah menginap, kemudian setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing. Beliau tidur satu ranjang dengan istri. Bakda shalat isya beliau ngobrol dengan keluarganya sebentar sebelum tidur. (Tafsīr al-Qur`ān al-‘Adzīm , II / 212).

Kalau tidak ada keperluan, ada dua hal yang dibenci Rasulullah ﷺ di waktu sebelum maupun sesudah isya, yaitu: tidur sebelum isya dan ngobrol setelahnya (H.R. Bukhari).

Setelah itu beliau tidur di awal malam, selanjutnya bangun kemudian bersiwak dan berwudhu (HR. Abu Daud) untuk menunaikan shalat malam sesuai dengan yang dikehendakinya sampai Bilal mengumandangkan azan subuh kemudian keluar untuk shalat berjamaah. Kegiatan ini pernah disaksikan langsung oleh Ibnu Abbas (HR. Bukhari, Muslim).

Dari kegiatan harian Rasulullah ﷺ yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan keseharian beliau tidak jauh dari kegiatan di masjid, rumah, dan sosial. Semua bisa beliau harmonikan dengan sangat baik. Beliau disiplin dalam ibadah, sangat perhatian kepada keluarga, dan begitu respons terhadap problematika sosial.*/ Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhlak NabiAl Qur’ankeseharian RasulullahNabi MuhammadrasulullahSahabat Nabisejarah Nabi Muhammad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahathir Mohammad: ‘Israel’ Negara Penjahat yang Perlu Dihukum
Tulisan selanjutnya Fahira: Dalang Tabloid “Indonesia Barokah” Harus Terungkap

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?