Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Hidup Ini Bukan untuk Ditangisi

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 April 2022 14:50 2:50 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 April 2022 17:30
Bagikan
Bagikan

Terimalah takdir Allah, yang menjadi bagianmu pasti datang, yang tidak pasti pergi, karena hidup bukan untuk ditangisi

Hidayatullah.com | NAPOLEON Bonaparte berkata di Saint Helena, “Saya tidak pernah mengenal kebahagian sepanjang enam hari dalam hidupkku.”

Khalifah Hisyam bin Abdul Malik pernah mengatakan, “Aku menghitung hari- hari bahagiaku, ternyata hanya tiga belas hari saja.”

Sedangkan ayahnya, Abdul Malik, mengeluh, “Seandainya aku tidak pernah memangku jabatan khilafah.”

Said Ibnul Musayyib berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan mereka lari kepada kami dan bukan kami yang lari kepada mereka.”

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

lbnu Sammak, seorang yang jago memberi nasehat menemui Harun al Rasyid. Saat itu Harun sedang merasa haus dan meminta segelas air. Maka

Ibnu Sammak bertanya, “Seandainya Anda dicegah untuk minum air itu apakah Anda akan menebusnya dengan separuh kerajaanmu?” Harun menjawab, “Ya.” Setelah selesai minum lbnu Sammak bertanya lagi, “Jika Anda dicegah untuk mengeluarkan air yang telah Anda minum dari perutmu apakah Anda rela membayar dengan separuh kerajaanmu yang lain?” Harun menjawab, “Ya.” Ibnu Sammak pun berkata, “Tidak ada artinya sebuah kerajaan yang nilainya tidak lebih berharga dari segelas air.”

Jika dunia ini tak ada keimanan di dalamnya maka dunia tidak berguna tidak berharga, dan tanpa makna.  Iqbal, seorang penyair asal Pakistan-mengatakan, “Jika iman telah tiada maka tidak ada lagi rasa aman, dan tidak ada dunia bagi siapa saja yang tidak menghidupkan iman. Barangsiapa rela dengan kehidupan tanpa agama, dia telah menjadikan kehancurannya sebagai teman karibnya.”

Emerson dalam akhir makalahnya tentang kepercayaan terhadap diri sendiri mengatakan, “Kemenangan politik, naiknya upah, kesembuhan penyakit yang Anda derita, atau kembalinya hari-hari bahagia, akan membayang di hadapan Anda. Tapi jangan pernah mempercayainya karena kenyataan yang terjadi tidaklah demikian. Tidak ada yang akan mendatangkan ketenangan dalam diri Anda kecuali diri Anda sendiri.”

Allah berfirman;

يٰۤاَيَّتُهَا النَّفۡسُ الۡمُطۡمَٮِٕنَّةُ

ارۡجِعِىۡۤ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرۡضِيَّةً

“Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas dari diridhai-Nya.” (QS: Al-Fajr: 27-28).

Filosof dan penulis cerita, Epiktetos, memperingatkan, “Bahwa keharusan menghilangkan pemikiran yang salah dalam pikiran kita jauh lebih penting daripada menghilangkan bisul dan tumor dari tubuh kita.”

Cukup mengherankan, bahwa peringatan terhadap penyakit pemikiran dan akidah, dalam al-Qur an, lebih banyak dibandingkan peringatan terhadap penyakit jasmani. Allah berfirman:

فِىۡ قُلُوۡبِهِمۡ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًا ‌ۚ وَّلَهُمۡ عَذَابٌ اَلِيۡمٌۙۢ بِمَا كَانُوۡا يَكۡذِبُوۡنَ‏

“Di dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.” (QS: Al-Baqarah: 10)

رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا وَرَبُّ الۡمَشَارِقِ

“Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran) Allah memalinglkan hati mereka.” (QS: Ash-Shâffat: 5).

Filosof Prancis, Michel de Montaigne, menjadikan kata-kata berikut sebagai moto dalam hidupnya, “Manusia itu seharusnya tidak terpengarun oleh peristiwa yang terjadi sebagaimana ia terpengaruh oleh pendapatnya terhadap peristiwa tersebut.”

Dalam sebuah atsar disebutkan: “Ya Allah jadikan aku rela dengan qadha-Mu hingga aku tahu bahwa apa yang menjadi bagianku pasti akan datang dan yang bukan bagianku tidak akan pernah menimpaku. ” |(Dr. ‘Aidh al-Qarni, dalam La Tahzan).

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ditangisihidupqadhatakdirtangisan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Semarak Ramadhan di Hyderabad Rusak Akibat Ulah Gerombolan Pencuri Ponsel
Tulisan selanjutnya RUU TPKS Undang-undang RUU TPKS Disahkan jadi Undang-undang, Fraksi PKS Jadi Satu-satunya Yang Menolak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?