Hidayatullah.com – Entitas Zionis ‘Israel’ dan Maroko sepakat untuk membuka kedutaan besar di masing-masing negara. Keputusan itu setelah permbicaraan antara diplomat kedua negara dan Dubes AS untuk PBB.
Pemerintah Maroko menjalin hubungan diplomatik resmi pada tahun 2020 sebagai bagian dari Abraham Accords yang ditengahi oleh AS. Pada Perjanjian Abraham sejumlah beberapa negara Arab menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’.
Melansir Kementerian Luar Negeri ‘Israel’, dalam pertemuan itu kedua negara sepakat untuk “meningkatkan hubungan diplomatik dan meningkatkan misi diplomatik.”
Status Diplomatik
Perwakilan AS untuk PBB lantas menerbitkan pernyataan atas nama ketiga negara bahwa “pembentukan hubungan diplomatik antara Maroko dan Israel merupakan kepentingan bersama kedua negara.”
Pernyataan itu juga mengklaim bahwa hal itu dilakukan “akan mendorong upaya perdamaian.”
Tidak ada satu pun pernyataan yang memberikan jadwal pasti mengenai pembukaan kedutaan besar tersebut.
Israel sebelumnya telah menyampaikan komitmen serupa pada bulan Juni 2022 saat kunjungan resmi ke Maroko oleh Menteri Luar Negeri saat itu, Yair Lapid.
Pejabat dari kedua pemerintah mengonfirmasi setelah diskusi hari Rabu bahwa serangkaian perjanjian ekonomi akan dirampungkan sebelum akhir tahun.*




