Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Tiga Hal Tingkatkan Keharmonisan Rumah Tangga, Mandi Bareng Juga Perlu

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Juni 2015 07:27 7:27 am
Ahmad
Dipublikasikan 12 Juni 2015 12:00
Bagikan
Rasulullah juga suka makan dan minum berdua dari piring dan gelas istri-istrinya
Bagikan

ADA kalimat sangat penting yang disampaikan oleh Fudhail bin Iyadh. “Seorang berilmu belumlah beranjak dari kebodohan atas apa yang diilmuinya, hingga dia mengamalkannya.”

Sebagai umat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam idealnya setiap Muslim hidup bahagi dalam segala sisinya, termasuk urusan rumah tangga. Tetapi apa yang terjadi? Masih tidak sedikit rumah tangga Muslim yang hidup tidak bahagia, tidak harmonis dan cenderung hubungan suami-istri tidak benar-benar memancarkan cahaya Ilahi. Mengapa bisa terjadi?

Kalau ditinjau dari berbagai sudut pandang keilmuan, boleh jadi banyak faktor. Tetapi, jika kita utamakan apa yang disampaikan Fudhail bin Iyadh, boleh jadi, masih belum adanya komitmen tinggi untuk meneladani Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam yang seluruh hidupnya sangat bahagia, terutama rumah tangganya.

Dengan kata lain, ada yang sudah dipahami dari sosok Nabi namun belum benar-benar mau diamalkan, utamanya dalam hal interaksi dengan suami istri. Padahal, jika mau meneladani Nabi, bahagia itu sederhana dan bisa digapai setiap saat. Tinggal kemauan hati sendiri.

Bercanda Ria

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Belakangan ini, sering muncul berita suami istri bertengkar hebat hingga terjadi tindakan-tindakan di luar akal sehat. Sekali lagi, banyak faktor yang menjadi pemicunya. Tetapi, kalau itu terjadi pada keluarga Muslim sudah sangat jelas bahwa hubungan pasangan tersebut tidak seperti yang Nabi contohkan.

Nabi tidak pernah memarahi istri, apalagi sampai memaki-maki. Lebih-lebih memukul, tidak ada sejarahnya Nabi melakukan itu. Bahkan, dalam hal memanggil istri pun Nabi penuh dengan keromantisan. “Ya Khumaira,” panggilnya kepada Aisyah Radhiyallahu ‘Anha yang artinya “Wahai yang kemerah-merahan.”

Sekiranya, para suami memanggil istrinya dengan panggilan kasih sayang, penuh keromantisan, agak sulit rasanya sebuah pertengkaran bisa tersulut apalagi sampai terjadi dan membesar. Hebatnya, Nabi bukan sekadar memanggil istrinya dengan panggilan kasih sayang, tetapi beliau juga menyediakan waktu untuk bercanda ria bersama istri.

Satu di antaranya bisa kita simak dari apa yang dituturkan oleh Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, “Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alayhi Wasallam dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).

Artinya, Nabi mampu dan mau memanfaatkan moment-moment tertentu yang secara syariah merupakan kewajiban dengan disertai komunikasi dan interaksi yang intens bersama sang istri. Setidaknya, hadits di atas menggambarkan bahwa betapa Nabi tidak kaku, monoton, apalagi monopoli dalam membangun komunikasi dan interaksi bersama istri. Tentu, canda ria ada di dalamnya.

Pertanyaannya kemudian adalah, seberapa sering para suami mengajak bercanda istrinya, sebagaimana Nabi melakukannya?

Pernah suatu ketika, seorang dai bertutur mengenai pengalamannya mengatasi perilaku istri yang sedang kurang mood alias ngambek. Setiap kali didekati wajahnya cemberut. Lalu sang dai itu pun berkata, sembari mencubit pipi istrinya, “Apakah engkau akan terus marah sementara marah itu Allah dan Rasul-Nya larang wahai istriku yang sesungguhnya sangat baik dan mulia akhlaknya seperti Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘Anha?” Mendengar ucapan tersebut, sang istri langsung tersipu malu.

Selalu Mencium Istri

Subhanalloh, indah sekali ajaran Islam ini. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam tidak pernah ketinggalan apalagi sampai lupa untukmencium istri-istrinya setiap hari, bahkan saat hendak keluar ke Masjid mendirikan sholat.

“Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu.” (HR Ahmad).

Tetapi, fenomena sekarang berbeda. Para suami saking sibuknya tak sempat lagi pamit secara langsung apalagi sampai mencium istrinya kala hendak berangkat kerja atau menunaikan suatu urusan yang katanya sangat penting.

Padahal, kalau mau dikalkulasi, jika setiap mau sholat Nabi Shallallahu ‘Alayhi Wasallam selalu mencium istrinya, maka dalam 24 jam, lima kali ciuman sudah pasti buat sang istri.

Makan Berdua

Selain sudah pasti, mencium istrinya setiap hari, Rasulullah juga suka makan dan minum berdua dari piring dan gelas istri-istrinya.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, ia berkata: “Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam.“ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod).

Kemudian, “Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.).

Jika dengan tiga hal ini Nabi mampu membangun keluarga sakinah mawaddah warahmah, mengapa tidak kita selaku umatnya juga meneladainya. Sungguh, amalan dari Nabi di atas sudah terbukti ampuh menjauhkan prahara buruk dalam rumah tangga. Tidakkah kita ingin mengamalkannya? Wallahu a’lam.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:istrimandimenciumNabi Muhammadrumah tanggarumah tangga bahagiasuami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PAS, SePILIS dan Dakwah Jalur Politik [2]
Tulisan selanjutnya Mengenal Bapak Biologi Muslim, Al-Jahiz

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh

Berita
15 Juni 2026 18:37
Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT

Terbaru

  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi
  • Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
  • Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu
  • Orang Tua Malaysia akan Dijerat Hukum Bila Anaknya Melakukan Perundungan
  • Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?