Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hadits Harian

Doa Memohon Keteguhan dalam Setiap Urusan

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Desember 2020 17:00 5:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Desember 2020 17:00
Bagikan
membaca al fatihah berdoa
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com | DARI Syadad bin Aus radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika manusia menyimpan emas dan perak, maka simpanlah doa-doa di bawah ini;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala perkara, dan kemauan kuat untuk berbuat sesuatu yang benar, aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah dengan baik kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau mengetahuinya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau mengetahuinya. Dan aku memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosaku) yang Engkau mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib’.” (Hadits Hasan. HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Hibban. Lafadh dari Ahmad)

****

Hadits di atas menunjukkan beberapa hal:

Baca Juga

Keutaamaan Menghormati Orang yang Lebih Tua  
Hadits: Puasa Asyura di Bulan Muharram adalah Sebaik-baik Puasa
Begini Keadaan Penduduk Surga
Mandi di Hari Jumat
Doa Berlindung dari Utang

Pertama: doa di atas termasuk harta simpanan di akhirat kelak, dan ini lebih baik dari simpanan emas dan perak (riwayat Ahmad).

Kedua: Rasulullah ﷺ membaca doa ini di dalam shalatnya (Riwayat An-Nasai) .

Ketiga: Rasulullah ﷺ selalu mengajarkan doa ini kepada para sahabatnya (riwayat at-Tirmidzi).

Adapun keterangan dari isi doa di atas adalah sebagai berikut:

Pelajaran pertama: Teguh dalam Semua Perkara

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala urusan.”

Lafadh “al-Amr” pada hadist di atas menunjukkan keumuman, sehingga doa tersebut bisa diartikan memohon keteguhan dalam segala urusan dunia, agama dan akhirat.

Sedangkan keteguhan di sini diartikan dalam tiga makna, yaitu: (1) mendapatkan taufik dan hidayah dari Allah dalam setiap urusan, (2) bisa menjalankan urusan tersebut secara terus menerus dan istiqamah, (3) ditunjukkan pada yang benar dalam setiap urusan.

Dan yang paling penting adalah memohon keteguhan di dalam memegang agama dan taat terhadap ajaran-Nya selama hidup hingga akhir hayat, khususnya ketika menghadapi sakaratul maut. Allah berfirman,

يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ

 “Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh di dunia dan Akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS: Ibrahim: 27)

Yang dimaksud dengan “ucapan teguh di dunia” adalah ketika sakaratul maut, dan yang dimaksud “ucapan teguh di akhirat” adalah ketika berada di alam kubur, tepatnya ketika ditanya Malaikat Munkar dan Nakir.

Dari Syadad bin Aus radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika manusia menyimpan emas dan perak, maka simpanlah doa-doa di bawah ini,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

‘Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala perkara, dan kemauan kuat untuk berbuat sesuatu yang benar, aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah dengan baik kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. Aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau mengetahuinya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau mengetahuinya. Dan aku memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosaku) yang Engkau mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib’.” (Hadits Hasan. HR. Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Hibban. Lafadh dari Ahmad)

Pelajaran kedua: Kemauan Kuat

وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ

“Aku memohon kepada-Mu kemauan kuat untuk berbuat sesuatu yang benar.”

Doa ini mirip dengan doa yang diucapkan oleh Ashabul Kahfi, ketika mereka masuk dalam gua untuk menyelamatkan aqidah mereka. Allah berfirman,

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“Ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, ‘Ya Rabb kami, berikanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu dan sediakan untuk kami petunjuk yang benar dalam segala urusan kami’.” (QS: al-Kahfi: 10)

Lafadz (al-‘Azimah) artinya kemauan kuat dan tekad bulat untuk mengerjakan sesuatu. Allah berfirman,

فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka jika engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkalah kepada Allah.  Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakkal.” (QS: Ali Imran: 159).

Lafadz (ar-Rusydu) mempunyai tiga arti:

Pertama; (ar-Rusydu) artinya baik, benar dan beres.

Sebagian orang mengetahui sesuatu yang baik dan benar, tetapi tidak mampu mengerjakannya. Oleh karenanya, kita meminta pertolongan Allah untuk bisa melaksanakan kebaikan tersebut. Hal ini mirip dengan firman Allah,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu lah kami menyembah dan hanya kepada-Mu lah kami memohon pertolongan.” (QS: al-Fatihah: 5)

Kedua; (ar-Rusydu) juga berarti ketaatan kepada Allah dan Rasul.

Allah berfirman,

وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS:al-Hujurat: 7)

Ketiga; (ar-Rusydu) berarti juga lawan dari sesat dan lengah.

Sebagaimana firman Allah,

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS: al-Baqarah: 256).*

Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA, Pusat Kajian Fiqih Indonesia (PUSKAFI)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doaketeguhanmemohon keteguhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya bisnis pcr KAMI: Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat Makar yang Nyata, Pemerintah Jangan Gaib
Tulisan selanjutnya Sindrom Havana yang Dialami Diplomat AS Kemungkinan Akibat Frekuensi Radio

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

dukun
Hadits Harian

Larangan Mendatangi Dukun, Peramal dan Meminta Pesugihan

5 September 2021 16:33
suami pelit
Hadits Harian

Mengambil Uang Suami yang Pelit

2 September 2021 15:00
Hadits Harian

Perumpamaan Dunia dan Akhirat seperti Air Laut dan Jari

20 Agustus 2021 05:49
Hadits Harian

Sebaik-baik Sahabat di Sisi Allah

30 Juli 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?