Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sindrom Havana yang Dialami Diplomat AS Kemungkinan Akibat Frekuensi Radio

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Desember 2020 21:08 9:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Desember 2020 21:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Frekuensi radio yang “dikendalikan” adalah dugaan yang paling mungkin untuk menjelaskan gejala misterius yang dialami sejumlah diplomat yang ditempatkan di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Havana dan lainnya, kata laporan pemerintah yang dirilis hari Sabtu (5/12/2020).

Gejala yang muncul kelihatan “konsisten dengan efek yang diarahkan, getaran energi frekuensi radio,” kata laporan yang dibuat National Academics of Sciences, Engineering. 

Diplomat AS yang ditugaskan di sejumlah tempat mengaku menglami mual, sakit kepala, pusing, dan gejala yang tidak dapat dijelaskan. “Sindrom Havana” sejak lama menimbulkan teka-teki dan spekulasi, mengingat sifat gejala, lokasi tugas diplomat dan sikap diam pemerintah AS dalam masalah itu.

Laporan hari Sabtu itu merupakan penjelasan resmi pertama dari Washington tentang hal misterius yang dialami lebih dari 40 pegawai pemerintah di perwakilan diplomatik antara tahun 2016 dan 2018.

Pada Juni 2018, Departemen Luar Negeri AS mengatakan pihaknya telah membawa pulang beberapa diplomat dari Guangzhou, China, berkaitan dengan gejala yang sama.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Selain “frekuensi radio yang diatur”, para  ilmuwan menduga gejala di atas disebabkan oleh faktor lain, termasuk faktor psikologis dan sosial, lansir Reuters.*

 

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatdiplomatfrekuensi radioSindrom Havana
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya membaca al fatihah berdoa Doa Memohon Keteguhan dalam Setiap Urusan
Tulisan selanjutnya Mengasingkan Diri ke Inggris , Rekening Mantan Aleg Hong Kong Dibekukan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?