SYEIKH ASH SHANDAFAWI terkadang amat ingin menjumpai saudara dan orang-orang dekatnya dan hal itu berlangsung satu atau dua tahun ia menahan berkunjung, sebelum mendapati dirinya dalam keadaan memiliki niat yang lurus dalam hal itu.
Hingga suatu saat seorang saudaranya mencelanya karena lama ia tidak berkunjung. Maka Syeikh Ash Shandafawi pun berkata mengenai alasannya,”Hingga aku mendapatkan niat yang shalih untuk kunjungan itu.”
Saudaranya itu pun berkata,”Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.” (Lawaqih AL Anwar Al Qudsiyyah, hal. 438)