Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Antusias Mencari Ilmu Hingga Akhir Hayat

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Januari 2022 10:50 10:50 am
Ahmad
Dipublikasikan 20 Januari 2022 12:00
Bagikan
mencari ilmu
Bagikan

Hidayatullah.com | DALAM  kitab Manaqib Abu Hanifah (1/481) karya Muwaffiq al-Makky disebutkan sebuah kisah seorang ulama yang antusias mencari ilmu meskipun sedang menghadapi sakaratul maut. Ulama tersebut merupakan salah satu murid utama Imam Abu Hanifah, dan menjadi hakim di masa dinasti Abasayiah di Baghdad.  Nama beliau adalah Abu Yusuf rahimahullah atau dipanggil “Al-Qadi Al-Qudah” (Hakim Agung).

Kisah ini dikisahkan dan dialami sendiri oleh muridnya. Nama beliau Syeikh Ibrahim ibnu  Jarrah rahimahullah. Ibrahim ibnu Jarrah mengisahkan, Imam Abu Yusuf al-Qadhi rahimahullah menderita sakit menjelang kematiannya.

“Saya datang untuk menjenguknya. Saya mendapati beliau dalam keadaan pingsan,” kata Imam Abu Yusuf.

Ketika sadar beliau bertanya, “Apa pendapatmu tentang masalah ini dan ini?”

Saya (Imam Abu Yusuf) menjawab, “Wahai Imam, dalam keadaan seperti ini –yakni dalam sakaratul maut- engkau masih mendiskusikan ilmu?”

Baca Juga

Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli
Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

“Tidak mengapa kita belajar, semoga hal itu bisa menyelamatkan seseorang,” jawab beliau.

Kemudian beliau bertanya, “Wahai Ibrahim, mana yang lebih utama ketika melontar jumrah waktu haji, dilakukan dengan berjalan kaki atau naik kendaraan?”

Saya menjawab pertanyaan yang beliau lontarkan itu. Setelah itu saya meninggalkan beliau. Belum sampai di pintu rumahnya saya mendengar suara tangisan. Ternyata beliau sudah meninggal. Semoga Allah merahmatinya.”

Kisah lain disebutkan dalam kitab Kunuzul Ajdad yang disusun Muhammad Kurdi Ali. Kisah ini dialami seorang imam mujtahid yang ahli dalam tafsir, hadits, fikih, ushul dan beberapa keilmuan Islam lainnya.

Nama beliau adalah  Abu Ja’far Muhammad ibnu Jarir Ath-Thabari. Beliau memiliki banyak sekali karya ilmiah, salah satunya kitab Tafsir Ath-Thabari.

Kisah ini dikisahkan Al-Mu’afa ibnu Zakariya rahimahullah, yang mempunyai nama kecil Abu al-Farh. Selain sebagai seorang ulama yang ahli tafsir, fiqh, sastra dan tata Bahasa Arab, beliau juga seorang hakim dan penyair.

Suatu ketika beliau berada di samping Abu Ja’far ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah sesaat sebelum beliau wafat.  Ibnu Jarir diingatkan dengan sebuah doa dari Ja’far ibnu Muhammad rahimahullah. Beliau meminta pena dan kertas, lalu beliau menulis doa tersebut.

Beliau ditanya, “Wahai Imam, apakah engkau masih mau menulis ilmu dalam keadaan seperti ini –yakni dalam keadaan sakaratul maut-?”

Beliau menjawab, “Seharusnya seseorang tidak meninggalkan menuntut ilmu sampai ia meninggal dunia.”

Kisah ketiga disebutkan dalam kitab Syarafu Ashhabil Hadits (hal 116) yang ditulis Khatib al-Baghdadi. Kisah ini dialami seorang ulama hadits dari Bashrah, Irak.

Beliau merupakan imamnya para imam, yakni, Syu’bah ibnu Hajjaj rahimahullah. Dari beliaulah Abdullah ibnu al-Mubarak – seorang ahli fikih dan ahli hadits- mengambil riwayat hadits.

Suatu ketika Syu’bah ibnu Hajjaj datang menemui Khalid al-Hadza’ rahimahullah, yang merupakan guru dari Abdullah ibnu al-Mubarak. Lalu Syu’bah ibnu Hajjaj berkata, “Wahai Abu Munazil (Khalid al-Hadza’), engkau memiliki hadits tentang ini dan ini, tolong ajari aku!”

Ketika itu Khalid sedang sakit dan dia berkata, “Saya sedang sakit.”

“Hanya satu hadits saja, tolong ajarkan padaku,” jawab Syu’bah ibnu Hajjaj.

Kemudian Khalid membacakan hadits tersebut.  Setelah selesai Syu’bah berkata kepadanya, “Sekarang engkau boleh meninggal dunia, kalau mau.”

Demikian tiga contoh dari sekian banyak kisah hidup para ulama yang antusias dalam aktivitas mencari ilmu hingga akhir hayat mereka. Semoga kita bisa mengambil ibrah dari kisah hidup mereka, dan menjadikan mereka uswah bagi kita dan anak cucu kita, khususnya  antusias mencari ilmu .*/Abdullah Al-Mustofa

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kisahulamaulama mencari ilmu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Wakil Ketua MUI: Buzzer Menjadikan Kehidupan Demokrasi Tidak Sehat dan Hambar
Tulisan selanjutnya Bekas Kanselir Jerman Angela Merkel Menolak Tawaran Kerja di PBB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (4) : Lebaran, Menjilat Sultan, dan Urusan Kavling Surga

24 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?