Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Syeikh al-Manúfi Melihat Dunia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 November 2022 14:29 2:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 November 2022 17:30
Bagikan
Bagikan

Syeikh Abdulah al-Manüfi memandang dunia seperti jasad, sehingga ia tak mengambilnya kecuali sekadar amat ia perlukan

Hidayatullah.com | Syeikh Abdulah al-Manüfi dikenal ahi ilmu dan amal, seorang ahli ibadah dan zahid. Al-Manif adalah nisbah pada asal kotanya, Manuf di  Delta Mesir.

Imam al-Munawi melukiskan “Abdulah al-Manüfi beliau memandang dunia seperti jasad (mayat sehingga ia tak mengambilnya kecuali sekadar yang amat ia perlukan.” la sangat warak dalam ucapan, perbuatan, minum, makan, dan berpakaian.

la hanya mengenakan baju hasil tenunan saudara perempuannya, karena ia sangat percaya terhadap kewarakan saudara perempuannya. la mencukupkan diri dengan baju lusuh dan kasar, dan surban yang kurang dari sepuluh hasta.

la biasa duduk di atas lap keset atau alas pengemis. la biasa mengenakan mantel yang harganya kurang dan empat dirham.

Baca Juga

Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli
Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

la pernah ditawari mengepalai sejumlah sekolah tapi ia menolak. la juga menolak bertemu dengan raja la tidak melirik dan tidak hirau pada ahli dunia.

Baginya. sama saja antara raja dan seorang fakir, antara pujan dan celaan. la juga ditawari banyak ja- batan, tapi ia menolak.

la pergi meninggalkan dunia, sebagaimana ia datang pertama kali ke dunia, dalam keadaan tangannya hampa dari dunia. la biasa sedikit tidur, sedikit bicara, berhari-han tidak makan dan minum.

Setiap waktunya makmur oleh ibadah, mengajar, dan mengerahkan upaya kebaikan untuk manusia. la sosok ayat tentang tawadhu dan menghinakan nafsu.

Hari itu Syeikh al-Manúfi diundang menghadiri sebuah jamuan. Ia bersama murid-murid dipersilahkan tuan rumah duduk di tempat menyimpan sandal.

“Jangan makan dulu sebelum orang-orang selesai makan,”  begitu pesannya.

Beberapa saat kemudian, ia bersama muridnya disuguhi sisa-sisa makanan para budak dan anak kecil. Syeikh dengan  senang menyendok bejana itu dan berkata, “Ambillah berkah (sisa-sisa makanan) orang-orang yang sudah makan. Dan belajarlah untuk berbaik berbaik sangka kepada mereka. Sebab, seandainya mereka tidak berbaik sangka kepada kita dan tidak memandang kita termasuk orang-orang saleh yang telah mati nafsunya, tentu mereka tidak akan mendudukkan kita di belakang sandal ini, dan tidak akan menjamu kita dengan sisa makanan ini!”

la biasa menyapu (membersihkan) kamar mandi dengan tangannya, mengisi bak mandi dengan air yang ia angkut dari tangki air (atau kolam) untuk janda-janda dan orang jompo.  Ketika ia duduk mengajar, ia tak pernah memandang dirinya ahli membaca, dan ia biasa berkata kepada murid-muridnya:  “Kita ini tak lain adalah saudara yang saling mengingatkan.”

la biasa pergi jauh berjalan kaki di bawah terik matahari ke daerah-daerah. Ketika putranya, Muhammad, berkata kepadanya: “Kami sediakan keledai untukmu.” Syekh lalu berkata,  “Keledai tak sepatutnya menunggang keledai.”

Ketika beliau menjelang ajal, dikatakan kepadanya: “Kami akan memakamkanmu di pemakaman Qiráfah karena keberkahan dan banyaknya orang salen (yang dimakamkan di sana). Ia lalu menolak dan berkata, “Tidak, kecuali orang-orang tidak keberatan membawa bangkaiku ke sana,” ujarnya.*(Raf’ A’lam an-Nashr bi-Dzikri Auliya’ Mishr, karya Khalid Muhammad Tsabit, dari buku Qisasul Auliya’)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:duniajasadSyeikh Abdulah al-Manüfi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ganja Sitaan 200 Kg Musnah Polisi India Salahkan Tikus
Tulisan selanjutnya Khutbah Jumat: Belajar dari Penyelenggaraan Piala Dunia Qatar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (4) : Lebaran, Menjilat Sultan, dan Urusan Kavling Surga

24 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?