Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Menyapa Para Bujangan: Menikah Yuk!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Januari 2012 08:26 8:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Januari 2012 08:26
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ali Akbar Bin Agil

BUNYI status di wall saya beberapa waktu lalu menyedot banyak perhatian dari sahabat-sahabat yang masih berstatus “perjaka” atau “gadis” alias bujang mania. Bunyi lengkapnya, “Menyapa para bujangan, sudah 2012. Ayo lamar calon istri shalihahmu. Lamar juga calon suami shalihmu. Mintalah bantuan orangtua atau gurumu, sahabat boleh juga jika mampu. Genapkan setengah dari agamamu, insya Allah dimudahkan. Barakallahu fikum ajmain! *;-).”

Tidak kurang 70 komentar dan 176 jempol memberikan apresiasinya. Mereka seolah tersentak dan terbangun dari tidur pulasnya. Sebelumnya, saya menulis artikel di media ini dengan judul, “Menikahlah, Anda Akan Lebih Kaya!”

Sebagian mungkin merasa dikompori dan diprovokasi untuk segera melangsungkan pernikahan, menikah dengan suami atau istri yang budiman. Membaca komentar yang mereka tuangkan, tergambar semangat membara, keinginan yang kuat, dan komitmen yang sangat. Yah, mereka begitu “bernafsu “ untuk segera menikah.

Sudah barang tentu, niat kuat dan semangat saja belumlah dapat merubah status mereka sebagai “jomblomania” kecuali mereka betul-betul “nekad” untuk menikah lewat pilihan orang tuanya atau pilihannya sendiri. Semangat teman-teman itu patut dihargai, mereka bertekad untuk memiliki pendamping hidup yang setia berbagi suka dan duka, dalam bahagia maupun sengsara, yang bersedia untuk membangun biduk rumah tangga.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Siapakah di antara kita yang ingin dikatakan sebagai bujangan yang tak kunjung menikah? Rasanya, tidak ada, kecuali ada yang “tidak beres” pada dirinya.

Jangankah mereka yang masih setia berstatus perjaka atau gadis, Imam Ahmad bin Hanbal sendiri tak kuasa hidup sebagai duda meski hanya satu hari. Tepat satu hari setelah kemangkatan istrinya, beliau menikah kembali. Kata orang sekarang, “Lho, kok beliau menikah lagi padahal makam istrinya masih belum kering?”

Imam Ahmad berkata, “Aku tidak ingin dikatakan orang sebagai duda tanpa istri, karena berarti aku telah meninggalkan sunnah Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) .”

Dalam sebuah anekdot ada seorang istri terus-menerus menangis di pusara suaminya yang masih basah. Karena merasa kasihan, seseorang berkata kepadanya; “Sudahlah. Ikhlaskan saja kepergian suamimu. Bersabarlah.” Lalu, si wanita dengan air mata yang masih membasahi pipinya ini mengatakan, “Bagaimana saya tidak menangis, saya pengen nikah lagi, tapi sebelumnya telah terlanjur berjanji kepada mendiang suami saya untuk tidak menikah sebelum pusaranya kering. Nah, sekarang ini kan lagi musim hujan, terus kapan keringnya?”

Para bujangan, ketahuilah bahwa pernikahan adalah sunnah para Rasul, sebagaimana yang Allah firmankan;

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجاً وَذُرِّيَّةً وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ

“Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan.” (QS. 13 : 38).

Dan Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam (صلى الله عليه و سلم) juga bersabda, “Empat perkara yang termasuk sunnah para Rasul, yaitu rasa malu, memakai wangi-wangian, bersiwak, dan menikah.” (HR. Tirmidzi).

Islam memandang bahwa menikah sebagai suatu amal ibadah yang mempunyai banyak maslahat dan kebaikan. Hikmah menikah antara lain: panggilan fitrah manusia dalam memenuhi kebutuhan biologis, sarana untuk meraih ketentraman jiwa, sarana untuk mengembangkan keturunan, dan sebagai sarana untuk menghindari terjadinya dekadensi moral.

Pernikahan merupakan salah satu faktor penting dalam meraih kebahagiaan. Aktris terkenal. Brigette Bourdot, berpandangan, “Puncak kebahagiaan manusia adalah pernikahan. Ketika kulihat seorang wanita bersama suami dan anak-anaknya, aku bertanya-tanya dalam hati, mengapa aku tidak memperoleh anugerah seperti ini?”

Seorang penyair berkata, “Bagaimana rasanya kehidupan tanpa kekasih yang menenangkan dan menemtramkan?” Hidup membujang, bisa seperti lirik sebuah lirik lagu, “Masak… masak sendiri, Makan…makan sendiri, cuci baju sendiri, tidurku sendiri..” Seorang filosof terkenal Socrates memberi nasihat kepada muridnya yang takut menikah karena melihat kesengsaraan rumah tangga sang guru. Socrates mengatakan, “Dalam kondisi apapun, engkau tetap harus menikah. Jika engkau mendapatkan istri yang baik, engkau akan berbahagia. Jika engkau mendapatkan istri yang menjengkelkan, engkau akan menjadi orang yang bijaksana.” Singkatnya, keduanya menguntungkan kamu.”

Ingat baik-baik pesang Bang Haji Rhoma Irama yang satu ini, “Tapi susahnya menjadi bujangan, Kalau malam tidurnya sendirian, Hanya bantal guling sebagai teman, Mata melotot pikiran, melayang. O, bujangan … bujangan, Bujangan … bujangan.”

Wahai para bujangan, sudahkan kalian siap melepas status saat ini sebagai bujangan?*

Penulis staf pengajar di Ponpes. Darut Tauhid, Malang- Jawa timur

Keterangan: foto diambil dari cover buku “From Single to Couple”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gara-gara Twitter, Pengusaha Mesir Didakwa Hina Islam
Tulisan selanjutnya FPI dan Ormas Islam Berencana “Kepung” Kantor Mendagri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?