Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Beri Apresiasi pada Istrimu!

sahid
Terakhir diupdate: 6 Juni 2012 12:27 12:27 pm
sahid
Dipublikasikan 6 Juni 2012 12:27
Bagikan
Bagikan

SUATU siang, dalam suasana santai, kami sekeluarga bercengkerama. Suasana yang memang tidak setiap saat bisa kami dapatkan. Siang itu, sulung kami yang baru 4 tahun mencium ibunya. Sebuah ekspresi yang teramat jarang mengingat sulung kami adalah anak laki-laki banyak gerak yang jarang-jarang bersikap sentimentil begitu.

Tiba-tiba…

“Bapak…aku sayang sekali sama Ibu,”

Saya terhenyak. Apalagi ibunya. Tapi sedetik kemudian ada pendar-pendar cahaya di matanya.

“Oya…kenapa memangnya…?”

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Aha…saya jadi penasaran. Tumben…jagoan saya bilang sayang-sayang.

“Karena Ibu pekerjaannya banyak…,”

Wow…, sulung saya rupanya pengamat ibunya. Kali ini tentang pekerjaannya.

“Apa saja?” kejar saya. “Satu…,”

“Menjahit…,”

Betul. Itu adalah salah satu usaha istri saya di rumah. Ada konveksi kecil-kecilan yang sedang kami usahakan untuk jadi kuat keberadaanya.

“Dua..?”

“Ngajari mbak-mbak…,” jawabnya lagi mantap.

Nah…ini juga kegiatan istri saya di rumah. Kebetulan kami juga memiliki bimbingan belajar kecil-kecilan melayani masyarakat sekitar. Ada beberapa tentor yang kami rekrut. Tapi istri saya kadang-kadang juga turun tangan meladeni anak-anak.

“Tiga…,” Saya kejar terus sulung saya ini. Saya jadi tambah penasaran, sejauh mana pengamatannya terhadap kami, orang tuanya.

“Pergi…,”

Oooo…ternyata ibunya yang sering keluar rumah untuk kulakan ke pasar lah, atau untuk nemui pelanggan lah, atau untuk urusan apa lah, termasuk kategori pekerjaan bagi dia.

“Empat…,” Saya tidak tahu dia akan menjawab sampai angka berapa. Jelasnya, akan saya kejar terus…

“Mmmm…..,” Dia diam sesaat. “Neteki adik…,”

Wow…itu juga pekerjaan rupanya.

“Lima …,” Ia menggeleng. Habis sudah rupanya. “Kalau Bapak, pekerjaanya apa?” Giliran saya, penasaran terhadap penilaiannya terhadap Bapaknya.

“Bapak pekerjaannya pergi…,”

Ya. Jauh lebih sederhana dibanding pekerjaan ibu yang, menurut pengamatannya, jauh lebih banyak.

***

Pengamatan sulung saya mengenai ibunya, mungkin juga dilakukan oleh anak-anak dalam keluarga manapun. Tersampaikan atau tidak, itu bedanya. Satu hal yang kemudian saya fahami, bahwa rupanya anak-anak teramat jeli mengamati kegiatan ibunya, dan efeknya luar biasa. Anak-anak, terutama sulung saya yang baru 4 tahun itu, begitu respect dengan ibunya. Bagi saya, hal ini luar biasa, karena bagaimanapun, saya ikut bertanggung jawab apakah anak-anak saya mampu menghormati orang tuanya, terutama ibunya. Lantas bagaimana dengan para ibu yang (maaf) sering terucap banyak keluh, sehingga hilang kemuliaannya di hadapan anak-anaknya? ??

Pentingnya Apresiasi Terhadap Ibu

Bermula dari celotehan anak, maka ijinkanlah saya berbincang sejenak sebagai seorang laki-laki (suami/bapak) . Banyak dari kita, kaum suami/ bapak, luput memperhatikan bagaimana para istri, ibu dari anak-anak kita berjibaku dengan seabrek kegiatan rumah.

Kita tidak pernah tahu, sesungguhnya bukan hal yang mudah bagi seorang ibu untuk mengurus anak-anak, kemudian mempersiapkan hidangan sedemikian rupa karena ingat kita, suaminya, segera pulang kerja. Plus kemudian harus segera merapikan rumah setelah beradu kesabaran dengan anak-anak yang terkadang, hampir-hampir, tidak bisa diajak bekerja sama untuk menjaga kerapihan rumah.

Saya, mungkin juga Anda, luput memperhatikan itu semua.

Bagi kita, pulang ke rumah bagaikan memasuki zona kenyamanan, dimana istri menyambut dengan senyum. Tersedia teh manis yang membuat urat-urat kelelahan mengendur, plus rumah yang rapi, yang membuat kita ekstra bebas menyelonjorkan badan. Tidak terpikirkan oleh kita bahwa untuk menciptakan itu semua, butuh kerja keras yang teramat luar biasa, bahkan bisa saja melebihi pekerjaan kita.

Karena tidak pernah memperhatikan itu semua, plus para istri tidak pernah mengeluhkan pekerjaannya, maka kita seringkali menganggap hal itu biasa saja. Dan karena menganggap hal itu biasa saja, maka luput bagi kita memberikan apresiasi terhadap para istri.

Apresiasi yang diberikan pada sulung saya siang itu, membukakan kesadaran saya.

Ibunya, dengan ekspresinya yang sederhana namun tampak bahagia. Keberadaannya di rumah, betul-betul bisa melihat bagaimana ibunya berjibaku dengan pekerjaannya sendiri, juga pekerjaan-pekerjaan lain, plus merawat adik kecilnya. Pastilah bukan pekerjaan yang mudah menurut dia. Berawal dari situlah, maka saya bertanya, apresiasi apa yang telah saya berikan padanya?

Kita yakin, bahwa istri-istri kita bukanlah perempuan yang gila pujian. Bukan pula perempuan yang gila penghargaan atas semua pengabdiannya. Tentu tidak. Tapi apresiasi, dalam bentuk apapun, pastilah akan membuat sedikit penatnya berkurang, dan garis-garis kelelahannya berganti senyum.

Terakhir, tidak berlebihan kiranya jika kita mulai memberikan sedikit (ya, karena kalau sering-sering bisa jadi hilang rasa istimewanya) apresiasi kepada para istri kita, ibu anak-anak kita. Tidak perlu berlebihan. Namun jika disampaikan pada saat yang tepat, apresiasi berupa pujian atau penghargaan dalam bentuk apapun, akan membuat perasaan pasangan kita lebih dihargai, dicintai, dan dipercaya. Lebih jauh lagi, hal ini akan meningkatkan keharmonisan rumah tangga.

Jadi, jangan ragu memuji atau mengucapkan terima kasih pada istri Anda. Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam (SAW), manusia teladan itu telah mencontohkan perilaku-perilaku terbaiknya kepada istri-istri beliau, yang kesemuanya, patut kita contoh.

Bukankah sebuah hadits mengatakan, “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istri-istrinya,” (Riwayat Ahmad dan Tirmidzi).*/Amin Suwarto

Redaktur: sahid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lebih 500.000 Warga Jerman Kecanduan Internet
Tulisan selanjutnya Pangkal Kemunduran Umat dan Krisis Ulama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa

Berita
8 Juni 2026 21:00
Sedang Menangkap Ikan, Remaja Palestina Syahid Dihantam Tembakan Kapal ‘Israel’
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?