Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Lebih 500.000 Warga Jerman Kecanduan Internet

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Juni 2012 11:22
Bagikan
Christoph Möller mengimbau orangtua, agar menyingkirkan komputer dari kamar tidur anak-anak/dw.wd
Bagikan

Hidayatullah.com–Lebih 500.000 warga Jerman dikategorikan kecanduan internet. Penderitanya menunjukan simptoma seperti kecanduan alkohol atau narkoba. Sebuah generasi kini terancam terinfeksi wabah baru itu.

Laporan aktual pemerimtah Jerman menyangkut kasus kecanduan menyebutkan, lebih setengah juta warga pada kisaran umur 14 hingga 64 tahun mengidap kecanduan internet. Sekitar 250.000 pecandu internet adalah remaja berusia antara 14 hingga 24 tahun.

Remaja lelaki lebih berisiko kecanduan games internet, papar laporan yang dimuat dw.de. Tapi yang juga menarik, kaum perempuan lebih banyak yang mengidap kecanduan surifing di jejaring sosial ketimbang lelaki. Lebih 2.5 juta warga Jerman dikategorikan mengalami masalah terkait penggunaan internet.

“Penderitanya menunjukkan gejala yang sama seperti pecandu minuman keras atau narkoba”, kata Michael Bender, dokter kepala bagian psikiatri, psikosomatis dan psikoterapi di rumah sakit Rhein-Jura. Banyak pencandu menderita apa yang disebut gejala nagih. Dalam arti, pecandunya merasa tanpa internet mereka tidak punya gairah hidup lagi.

Keluar dari kehidupan nyata

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Pecandu internet sering memutus kontak dengan keluarga dan teman-teman dalam dunia nyata. Makan dan tidur tidak lagi jadi kebutuhan prioritas. Ritme kehidupan siang dan malam menjadi terbalik atau tidak jelas lagi batasnya. Pikiran pertama ketika bangun tidur adalah, cepat hidupkan komputer dan segera online.

“Banyak yang menyadari, mereka mengabaikan aktifitas sosial dan kegiatan waktu luangnya. Tapi tidak mampu keluar dari jeratan dunia virtual. Mereka tidak bisa lagi mengendalikan konsumsinya akan internet”, kata Bender.

Sementara itu, Christoph Möller, pakar psikiatri anak-anak mengatakan, sebetulnya aktivitas tinggi penggunaan internet, tidak berarti otomati penggunanya dianggap kecanduan. 

“Yang kritis adalah, jika orang itu menderita atau memicu kerugian, jika ia tidak lagi pergi ke sekolah dan mengabaikan kontak sosial”, paparnya.

Seperti pada kasus kecanduan narkoba, para pecandu internet juga seringkali menunjukkan gejala ikutan psikis, seperti depresi atau rasa takut tidak beralasan. Karena itu, penderita terus menerus mencari pemuasan di internet, untuk hal-hal yang dalam dunia real tidak bisa lagi dilakukannya.

Juga tipikal lainnya, orang-orang dengan kecenderungan depresif, akan menenggelamkan diri ke jalur internet, dan di sana mengembangkan kecanduannya. Seringkali pelepasan stress dan perasaan tidak nyaman, dikompensasi dengan intensitas tinggi penggunaan internet.

Penyakit kecanduan internet, sejauh ini oleh dunia kedokteran belum dianggap jenis penyakit yang berdiri sendiri. Melainkan merupakan bagian dari psikologi dan psikiatri.

“Kami merupakan pionir di bidang ini”, kata Möller. Pada 2008 dibuka bagian rawat jalan kecanduan games pertama di seluruh Jerman di rumah sakit untuk kedokteran psikomatis di Universitas Mainz. Saat ini instalasi serupa juga sudah dibuka di berbagai kota di Jerman.

Para pasien dalam terapi itu harus belajar lagi dari awal, bagaimana bergaul secara sehat dan logis dengan medium internet. Selain itu, pasien juga harus kembali secara sadar menjaga kesehatan tubuhnya serta mencari hobby baru.

Lewat praktek selama masa terapi, sejumlah pasien secara perlahan dapat kemballi berintegrasi ke dunia kerja. Akan tetapi, para pasien sebetulnya bergerak dalam bidang perbatasan amat baur. “Sebab di abad ke 21, baik di bidang kerja maupun secara pribadi, orang tidak bisa lepas dari internet”, kata Michael Bender dari rumah sakit Rhein-Jura.

Sementara itu Christoph Möller mengimbau orangtua, agar menyingkirkan komputer dari kamar tidur anak-anak. Sebab anak-anak memerlukan citra pancaindera seluas mungkin bagi perkembangannya. Tapi diakui, di zaman informasi ini tidak selalu mudah bagi orang tua untuk tampil sebagai panutan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peluang (dan Ancaman) Dari Business Model…
Tulisan selanjutnya Beri Apresiasi pada Istrimu!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Eurovision
Berita

Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil

Berita
6 Juni 2026 11:02
Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?