Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Ucapkanlah Salam, dan Istrimu Akan Semakin Cinta!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Februari 2013 14:14
Bagikan
Jangan sampai kebiasaan positif lenyap setelah berumah tangga
Bagikan

Oleh: Abu Hudzaifah

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam  bersabda:

أَفَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى أَمْرٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ

“Maukah kalian aku beritahukan satu hal yang apabila kalian praktikkan, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Abu Dawud)

RASULULLAH Shallallahu ‘alaihi Wassalam  melarang para suami membuat kaget dengan kedatangannya secara mendadak, tanpa memberitahu lebih dahulu. Dan, bila seorang suami dating dari bepergian jauh, hendaknya memberitahu lebih dahulu kapan ia akan pulang. Jangan sampai, niat kita ingin member kejutan, malah menimbulkan kesalahpahaman, seperti yang terjadi pada sahabat Abdullah bin Rawahah berikut ini :

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Dari Abu Salamah bahwasanya Abdullah bin Rawahah datang dari bepergian jauh di malam hari. Ia pun bergegas menemui istrinya. Ternyata di dalam rumah lampu masih menyala, dan ia melihat bersama istrinya ada sosok yang tengah tertidur. Ia pun segera menghunus pedangnya, namun tiba-tiba istrinya berkata, “Menjauhlah dariku. Ini adalah wanita yang biasa menyisir rambutku.” Abdullah bin Rawahah pun mendatangi Nabi  dan menceritakan kejadian tersebut. Maka, Nabi  melarang seorang suami mendatangi istrinya dari bepergian jauh di waktu malam.” (HR. Ahmad).

Kalau pun ia datang di malam hari, hendaklah seorang suami memberitahu terlebih dahulu kepada istrinya perihal waktu kedatangannya. Dan, setelah sampai di rumah, hendaklah ia mengucapkan sal;am kepadanya, sebagai bentuk berita bahwa ia telah datang. Insya Allah, resep ini akan membuahkan keharmonisan rumah tangga. Sejenak, mari kita simak kisah kehidupan keluarga Abu Muslim berikut, yang mengambarkan betapa nuasa relegi di tengah-tengah keluarga sangat membantu dalam mewujudkan kebahagiaan rumah tangga.
Dari Utsman bin Atha’, dari ayahnya, ia berkata, “Abu Muslim mempunyai sebuah kebiasaan, apabila pulan dari masjid ke rumah, setiba di depan pintu gerbangnya, ia bertakbir, lantas istrinya pun bertakbir. Bila ia berada di halaman rumahnya, ia bertakbir, Maka istrinya pun menyahut takbirnya dengan takbir pula. Dan, bila telah sampai didepan pintu rumah, ia pun bertakbir dan dIjawab dengan takbir pula oleh istrinya.

Pada suatu malam, ia pulang dari masjid dan bertakbir di depan pintu gerbangnya, akan tetapi tidak ada seorang pun yang menyahut takbirnya. Ketika berada di halaman rumah, ia kembali bertakbir, tapi juga tidak ada yang menyahut takbirnya. Setiba di pintu rumahnya, ia kembali bertakbir, akan tetapi tidak ada seorang pun yang menyahut takbirnya. Biasanya, ketika memasuk rumah, istrinya segera mengambil selendang dan alas kakinya, kemudian menghidangkan makanan kepadanya. Saat itu, ia memasuki rumahnya, ternyata di rumah tidak ada lampu yang menyala, sedangkan istrinya duduk teertunduk sambil menyandarkan dirinya pada sebatang tongkat yang dibawanya.

Abu Muslim pun bertanya kepadanya, “Apa yang terjadi padamu?”

Istrinya menjawab, “Engkau seorang yang mempunyai kedudukan di mata Mu’awiyah, sedangkan kita tidak mempunyai pembantu. Alangkah baiknya bila engkau meminta Mu’awiyah memberi kita seorang pembantu, pasti ia mau memberikan.”

Abu Muslim pun berucap, “Ya Allah, siapa saja yang telah merusak istriku, maka butakanlah matanya.”

Sebelum itu, istri Abu Muslim memang didatangi oleh seorang wanita yang berkata kepadanya, “Suamimu adalah orang yang memiliki kedudukan di mata Mu’awiyah, maka sebaiknya engkau memintanya agar ia meminta Mu’awiyah memberinya seorang pembantu, pasti Mu’awiyah mau memberinya dan kalian pun bisa hidup dengan senang.”

Ketika wanita itu sedang duduk di rumahnya, tiba-tiba matanya gelap. Wanita itu berkata, “Mengapa lampu kalian padam?” Keluarganya menjawab, “Tidak, lampu kita tidak ada yang padam.”

Wanita itu segera datang kepada Abu Muslim, menangis sambil memintanya mendoakannya kepada Allah supaya mengembalikan penglihatannya. Abu Muslim pun iba kepadanya, lalu berdoa kepada Allah, maka Allah pun memulihkan penglihatannya. (Al-Atqiya’ Al-Akhiffa’).

Perlu disadari bersama, bahwa untuk menghadirkan keharmonisan rumah tangga dapat diwujudkan  menghadirkan nuasa ibadah di dalamnya. Sisi inilah yang jarang disadari oleh kalangan pasangan suami istri. Bahkan, kadang kita dapati rumah tangga yang kering dari nuasa relegi. Sehingga, jangan heran bila ada potret rumah tangga yang tak ubahnya seperti kuburan, saking keringnya dari nuansa religi.

Cabalah untuk mencoba untuk menghidupkan kembali semangat keagamaan yang dulu pernah berkobar-kobar, saat sebelum membangun rumah tangga. Dulu, ucapan salam saat bertemu merupakan kebiasaan yang tak lepas dari diri kita. Jabat tanggan saat bertemu dengan saudara, teman, dan kerabat merupakan perkara yang selalu menghiasi akhlak kita.

Namun, setelah berumah tangga, kebiasaan-kebiasaan positif seperti itu seolah lenyap dan sirna dari pribadi kita. Keluar masuk rumah tanpa mengucap salam. Saat hendak pergi kerja, tak ada tutur sapa dan jabat tangan dengan istri dan anak-anak. Kering, dan terlihat muram.

Kisah Abu Muslim di atas sangat cocok dijadikan potret dan cermin untuk keluarga kita. Tidak hanya salam, saling menyahut takbir serasa memberikan kehangatan dan keharmonisan antar suami istri. Menakjubkan sekaligus patut dicontoh. Semoga kehermonisan senantiasa menyapa keluarga kita. Wallahul musta’an.*

Penulis buku, tinggal di Solo, Jawa Tengah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:istriold migratesuami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Konferensi Internasional Syiah Bakal Digelar, MMI Ajak Debat Terbuka
Tulisan selanjutnya Ratusan Tahanan Palestina Lancarkan Mogok Makan Sehari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?