Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Ramadhan Fokus Membangun Akhlaq dan Tauhid Anak

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Juni 2016 10:41 10:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Juni 2016 10:39
Bagikan
Semoga bulan Ramadhan ini kita membangun akhlak positif pada anak
Bagikan

USAI mengisi sebuah acara, seorang penulis buku mendapat pesan singkat (SMS) dari salah seorang peserta. “Bu, seharusnya buku ibu terbit 18 tahun lalu ketika kami baru menikah. Sekarang kami kebingungan mendidik ketiga anak kami sudah berangkat remaja.”

Masih terbayang di pelupuk matanya, seorang ibu mengejarnya dan dengan mata berkaca-kaca berkata, “Ibu saya perlu bicara. Berapa saya harus bayar ibu perjam untuk konsultasi. Sepertinya saya sudah terlambat mendidik anak-anak.”

Banyak orangtua terlambat menyadari bahwa membangun akhlaq positif anak perlu dilakukan sejak dini. Tiba-tiba mereka baru menyadari anaknya sering berkata dan bersikap kasar, sulit diajak ibadah shalat, sering konflik dan lainnya. Hal lain yang juga terus meningkat adalah berbagai adiksi nonton TV, game, konten pornografi, juga narkotika.

Sahabat Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan, “Cetaklah tanah selama ia masih basah dan tanamlah kayu selama ia masih lunak.”

Ini menyiratkan bahwa proses pembentukan akhlaq perlu dilakukan sedini mungkin.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Usia dini merupakan masa yang sangat menentukan bagi keberhasilan seseorang sepanjang hayatnya karena masa membuat pola-pola pikir dan perilaku yang akan digunakan saat dewasa. Pola-pola positif tidak bisa didapatkan secara instan namun perlu proses panjang sejak usia dini. Lalu bagaimana jika anak-anak sudah berangkat remaja atau dewasa, apakah sudah terlambat mendidik mereka?

Membangun akhlaq anak ibarat menanam sebatang pohon. Pada awalnya kecil lalu tumbuh makin tinggi. Setelah pohon itu besar  akan terlihat apakah pohon ini subur atau tidak. Apakah berbatang dan berakar kuat, berdaun rimbun, dan berbunga serta berbuah lebat atau tidak.

Kita tidak bisa menebang pohon yang terlanjur tidak subur lalu seketika menumbuhkan pohon baru yang subur dan berbuah. Yang harus kita lakukan adalah terus menyirami pohon yang sudah tumbuh tersebut, memberi pupuk, dan membersihkan hama-hama penyakitnya. Dengan demikian akan tumbuh batang dan cabang baru yang subur dan lebat daunnya sehingga dapat menghasilkan bunga dan buah.  Artinya tetap optimis dan terus membangun hal-hal positif pada anak di usia berapa pun, akhlaq negatif jika tidak diperkuat akan berkurang dan hilang. Sedangkan akhlaq positif jika terus dibangun dan dipupuk akan terus tumbuh.

Tak pernah ada kata terlambat dalam mendidik anak. Orangtua tidak perlu berputus asa ketika melihat ada hal-hal atau kebiasaan negatif pada diri anak. Yang diperlukan adalah kerjakeras dan konsistensi.

Bulan Ramadhan adalah momentum terbaik untuk membangun akhlaq anak-anak juga diri kita sebagai teladan bagi anak. Jauh sebelum Ramadhan kita persiapkan segala sesuatunya, sosialisasikan bahwa kita akan menyambut bulan yang agung bulan perbaikan diri ke arah positif. Tahap pertama orangtua membuat pemetaan problem pada masing-masing anak.  Lalu membuatkan program kegiatan baik yang bersifat pribadi maupun bersama.

Untuk menggairahkan kegiatan ibadah, orangtua bisa mengajak anak bersafari ke masjid-masjid indah yang sudah dan yang belum pernah dikunjungi. Di tempat yang nyaman dan indah, shalat, tadarus, dan berbuka akan terasa berbeda. Bertadarus dan membaca buku berkonten positif juga bisa dilakukan dengan menggelar tikar di taman berumput di samping kolam.

Banyak orangtua yang saat bulan puasa mengutamakan pada melatih anak menahan nafsu makan dan minum. Agar anak tidak terfokus pada rasa lapar dan haus justru diberikan perangkat game sehingga waktu berpuasa menjadi tidak terasa. Justru sebaiknya jauhkan anak dari hal-hal yang membuat akan makin adiksi, seperti perangkat game.

Jika selama sebulan kita mengkondisikan dan memfokuskan diri serta keluarga mengendalikan berbagai nafsu dan menggantinya dengan serangkaian amaliah Ramadhan dengan rutin secara massal. Jika kita khusyuk dan konsisten selama sebulan penuh menjalani ibadah-ibadah wajib juga sunnah maka niscaya Allah akan mengampuni hal buruk di masa lalu.

Sebagaimana dalam hadits dikatakan dari Abu Hurairah;

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”  (HR. Bukhari).

Semoga bulan Ramadhan ini kita membangun akhlaq positif pada anak, tentunya pendidikan akhlaq yang melahirkan manusia bertahuid dengan adab islami.*/Ida S. Widayanti, penulis Buku Serial Parenting “Mendidik Karakter dengan Karakter”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akhlaqanakkarakterpendidikan berkarakterPuasaRamadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sahabat al Aqsha Hadirkan 12 Imam Palestina ke Indonesia
Tulisan selanjutnya Ini Faktanya, Kenapa Anda Harus Mengangkat “Senjata Pena”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?