Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

‘Kesetaraan’ dalam Islam untuk Memuliakan Wanita

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Oktober 2018 15:27 3:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Oktober 2018 15:27
Bagikan
Bagikan

WACANA kesetaraan gender masih gencar disebar luaskan oleh berbagai pihak. Biasanya yang menjadi sasaran wacana ini adalah umat Islam. Sebagian mereka memandang bahwa ada ajaran Islam yang mengekang wanita dan membatasi kebebasan berekspresi mereka. Oleh karena itu, dibutuhkan formula berbentuk penafsiran ulang tentang teks-teks keagamaan yang dianggap meminggirkan peran dan fungsi kaum wanita.

Tentu kita menolak mentah-mentah anggapan, bahkan tuduhan keji itu. Islam datang ke tengah umat manusia justru untuk membebaskan wanita dari belenggu kezaliman. Di masa jahiliah, wanita tak ubahnya barang dagangan yang bisa diperjual-belikan. Wanita tak memiliki hak apapun. Mereka hanya menjadi pelengkap derita dan dianggap sekadar hiasan belaka. Bahkan tidak sedikit yang menganggap wanita adalah aib.

Islam telah mengajarkan konsep kesamaan pria dan wanita lengkap dengan peran dan posisinya dalam kehidupan. Jika di masa sebelum Islam wanita dipandang sebelah mata, di era Islam justru derajat dan martabatnya diangkat dan dijunjung mulia sesuai dengan kodratnya. Oleh karena itu, kita perlu kembali mengetahui bagaimana konsep Islam dalam meletakkan pria dan wanita sebagai hamba Allah Subhanahu Wata’ala di ranah pribadi maupun publik.

Kesamaan itu terdiri dari: Pertama, kesamaan dalam takwa. Dalam soal takwa, tidak ada perbedaan antara pria dan wanita. Keduanya harus bertakwa kepada Allah, sebab Allah memuliakan siapa saja yang bertakwa kepadaNya. Kesamaan dalam takwa hanya beda dalam soal teknis pengamalannya, misalnya dalam pembagian tugas. Suami punya kewajiban sebagai kepala rumah tangga untuk mencari nafkah. Sementara istri menjadikan nafkah suami sebagai bekal memelihara rumah tangga. Ada pembagian tugas antara pria dan wanita untuk sama-sama menjadi orang yang bertakwa kepada Allah.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقۡنَٰكُم مِّن ذَكَرٖ وَأُنثَىٰ وَجَعَلۡنَٰكُمۡ شُعُوبٗا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓاْۚ إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS:: Al-Hujuraat : 13)

Baca: Wanita Mulia Bersama Islam

Kedua, kesamaan dalam amal perbuatan. Iman dan amal merupakan kesatuan tak terpisahkan. Iman yang tertanam dalam hati harus dibuktikan dalam bentuk amal. Ketika pria dan wanita telah mengaku sebagai Mukmin dan Mukminah, maka ia harus membuktikan dengan amal perbuatan. Allah akan membalasnya berupa kehidupan yang baik.

مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا مِّن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَلَنُحۡيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةٗ طَيِّبَةٗۖ وَلَنَجۡزِيَنَّهُمۡ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

“Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS:. An-Nahl : 97).

Kesamaan ketiga adalah kesamaan dalam ibadah, akhlak, dan sosial, meskipun berbeda secara teknis. Pria dan wanita punya kewajiban dalam beribadah kepada Allah. Mereka wajib mengerjakan Shalat, Puasa, Zakat dan Haji. Mereka harus menghiasi diri dengan budi pekerti luhur. Mereka juga berkiprah di ranah sosial, misalnya bertetangga, berkawan dan bersaudara.

إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِينَ وَٱلۡمُسۡلِمَٰتِ وَٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ وَٱلۡقَٰنِتِينَ وَٱلۡقَٰنِتَٰتِ وَٱلصَّٰدِقِينَ وَٱلصَّٰدِقَٰتِ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَٱلصَّٰبِرَٰتِ وَٱلۡخَٰشِعِينَ وَٱلۡخَٰشِعَٰتِ وَٱلۡمُتَصَدِّقِينَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَٰتِ وَٱلصَّٰٓئِمِينَ وَٱلصَّٰٓئِمَٰتِ وَٱلۡحَٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَٰفِظَٰتِ وَٱلذَّٰكِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱلذَّٰكِرَٰتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةٗ وَأَجۡرًا عَظِيمٗا

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusy´, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS:  Al-Ahzaab : 35).

Baca: Peran Wanita Islam dalam Qawwamah dan al Walayah

 Keempat, kesamaan dalam dakwah dan ketaatan. Dakwah yang mengajak kepada kebaikan dan ketaatan merupakan tanggung jawab semua kalangan umat Islam. Pria dan wanita harus ikut mengambil bagian dalam berdakwah sesuai porsinya. Seorang suami berdakwah mengajak istri dan anak-anaknya untuk taat kepada Allah. Seorang wanita berdakwah untuk selalu beramal shaleh, mengajarkan kebaikan dan tata cara kehidupan yang islami kepada anak-anaknya. Itulah sebabnya, tugas dakwah adalah tugas bersama, baik laki-laki maupun wanita.

وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖۚ يَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤۡتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓۚ أُوْلَٰٓئِكَ سَيَرۡحَمُهُمُ ٱللَّهُۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٞ

“Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma´ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS:  At-Taubah : 71).

Kelima adalah kesamaan dalam masalah dosa dan pahala. Pria dan wanita yang beramal baik diganjar dengan pahala dan akan berdosa jika mengerjakan keburukan. Siapa yang beramal baik layak mendapat penghargaan. Siapa yang beramal buruk ia pantas diberi hukuman.

لَّيۡسَ بِأَمَانِيِّكُمۡ وَلَآ أَمَانِيِّ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِۗ مَن يَعۡمَلۡ سُوٓءٗا يُجۡزَ بِهِۦ وَلَا يَجِدۡ لَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِيّٗا وَلَا نَصِيرٗا ١٢٣ وَمَن يَعۡمَلۡ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ مِن ذَكَرٍ أَوۡ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤۡمِنٞ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ وَلَا يُظۡلَمُونَ نَقِيرٗا

“(Pahala dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. Barangsiapa mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.” (QS:  An-Nisaa` : 123-124).

Keenam, kesamaan dalam mencari ilmu. “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi muslim (laki-laki maupun perempuan).” (HR. Ibnu Majah). Mencari ilmu tidak hanya menjadi kewajiban kaum pria. Wanita juga ikut mengambil bagian di dalamnya. Seorang wanita hanya dapat mendidik anak-anaknya dengan baik dan benar jika ia memiliki ilmu. Seorang ibu akan sanggup membimbing kehidupan keluarga sesuai tuntunan Ilahi jika ia pandai dalam masalah agama.

Kesamaan pria dan wanita telah diatur sedemikian rupa, lengkap dengan teknis dan operasionalnya. Kesamaan-kesamaan ini dibatasi sesuai dengan kodrat pria dan wanita. Konsep kesetaraan gender antara pria dan wanita dalam pemahaman di luar Islam sangat bertentangan dengan konsep kesetaraan dalam Islam. Kesetaraan dalam Islam bukan untuk mengekang atau membatasi, tapi ia hadir untuk memuliakan wanita dalam bingkai kehidupan yang berorientasi pada kehidupan di akhirat setelah berkiprah di dunia.*/Ali Akbar bin Muhammad bin Aqil

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya UI Siap Terima Mahasiswa Universitas Tadulako Palu Kuliah Sementara
Tulisan selanjutnya Kanselir Jerman Beri Dukungan Bersyarat untuk ‘Negara Yahudi’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?